Kebumen24.com

KEBUMEN, Kebumen24.com – Polri kini memiliki satu lagi personel bergelar Doktor Hukum. Adalah Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan yang berhasil meraih gelar Doktor Hukum dengan predikat “Sangat Memuaskan” dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang.
Pria kelahiran Semarang 24 Juni tahun 1977 silam itu mampu menjawab seluruh pertanyaan dan memaparkan disertasinya di depan para penguji.
Bahkan Prof.Dr.Adrianus Meliala dari Ombudsman RI pusat menjadi salah satu penguji dalam ujian disertasinya, Kamis 12 Desember 2019.
Untuk meraih gelar dan predikat itu bukan perkara mudah. Sebagai personel aktif Kepolisian dan menjadi pucuk pimpinan di Polres Kebumen, ia harus pandai mengatur waktu.
Jam dinas yang terlampau sibuk rupanya tidak menghalangi polisi berpangkat melati dua di pundak ini untuk tetap menimba ilmu. Bahkan, Ia juga harus bisa mengatur waktu untuk institusi Polri, Keluarga dan kuliahnya.

“Sesibuk apapun, kita harus menyempatkan belajar. Akhirnya hari ini, atas doa rekan-rekan dan dukungan dari semuanya, saya bisa mengikuti ujian Doktor Ilmu Hukum dengan lancar,” jelas AKBP Rudy Polisi yang memiliki hobby membaca.

Sejak awal mengikuti study, AKBP Rudy sudah menentukan mengenai tema atau topik yang akan ditulis menjadi sebuah disertasi.
Ia memilih judul “Pelaksanaan Tugas Polri di Era Perubahan: Suatu Telaah Paradigmatik tentang Model Perpolisian Masyarkat (Polmas), Penegakan Hukum dan Kearifan Lokal” untuk disuguhkan kepada para penguji.
Topik ini tentunya sesuai dengan bidang pekerjaan sebagai personel Polri.
Menurut AKBP Rudy, tantangan menjadi Mahasiswa S3 salah satunya adalah pencarian topik yang akan dibahas dalam disertasinya nanti.
Dengan pencapaian yang ia raih, AKBP Rudy mengimbau kepada seluruh personel Polres Kebumen untuk menyempatkan  kuliah dan belajar.

“Di tengah kesibukan tugas saya, saya masih bisa menyempatkan kuliah. Pesan saya kepada rekan-rekan semua (personel Polres Kebumen) untuk terus semangat belajar. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Masyarkat membutuhkan personel Polri yang profesional,” pungkas AKBP Rudy.(K24/WIN/T)

Sumber Foto: Humas Pemkab Kebumen ;Kades Basimun Saat Dilantik Rabu Kemrain 11/12/019
KEBUMEN, Kebumen24.com – Kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya Basimun, Kades Desa Tepakyang Kecamatan Adimulyo, menjadi duka yang mendalam bagi keluarganya yang di tinggalkan. Tak terkecuali juga bagi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dispermades PPPA) Kebumen, Frans Haidar, yang juga turut merasa kehilangan Kades yang baru di lantik sehari kemarin.

“Kami turut berduka cita sedalam dalamnya atas meninggalnya Kades Tepakyang Kecamatan Adimulyo Basimun yang baru dilantik kemarin Rabu (11/12/2019) oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, semoga khusnul khotimah dan keluarga yang di tinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran,” ucap frans Haidar, saat dikonfirmasi kebumen24.com, Kamis (12/12/2019) malam, .

Lebih jauh Frans Haidar menjelaskan, meninggalnya Kades Tepakyang tersebut tidak akan mengurangi jalannya roda pemerintahan di desa setempat. Roda organisasi pemerintahan desa untuk sementara akan diemban oleh sekretaris desa.

“Mulai hari ini sesuai ketentuan Sekdes menjalankan tugas tugas Kades, Sampai ada SK Bupati tentang penetapan PJ Kades yang berasal dari PNS. Tentunya itu juga harus diawali dari BPD yang mengusulkan kepada Bupati melalui Camat,”jelas Kepala Dinpermades.

Seperti diberitakan sebelumnya, meninggalnya Kades Basimun akibat kecelakaan yang terjadi antara motor yang dikendarainya menabrak sebuah truk Kamis (12/12/2019) sekitar pukul 10.00 WIB. Kejadian terjadi di Jalan Simpang Lima – Adimulyo tepatnya Desa Sidoharjo Kecamatan Sruweng.

Meski sempat mendapatkan pertolongan medis di PKU Muhammadiyah Sruweng, namun korban tidak tertolong dan kemudian meninggal dunia. (K24/Thr)

Fhoto Saat Kejadian

SRUWENG, Kebumen24.com – Seorang Kepala Desa di Kebumen Jawa Tengah meninggal dunia setelah menabrak sebuah dump truk di Jalan Simpang Lima Adimulyo, Desa Sidoarjo Kecamatan Sruweng.

Korban diketahui bernama Basimun (61) yang merupakan warga Desa Tepakyang Rt.01/01 Kecamatan  Adimulyo, dan sekaligus Kepala Desa setempat.
Kepala Unit Laka Satlantas Polres Kebumen Ipda Ratimin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ipda Ratimin menjelaskan, kecelakaan itu terjadi Kamis, 12/12/2019 sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, korban tengah mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan Nopol AA-3626-J, melaju dari arah barat ke timur. Akibat korban berjalan terlalu ke kanan, kecelakan pun tak terjadi, korban menabrak sebuah truk bernopol AA-1481-HD, yang dikemudikan Sabar, warga Kecamatan Pejagoan, yang melaju dari arah berlawanan.

“Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian belakang kepala. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhamadiyah Sruweng, namun korban tidak tertolong dan kemudian meninggal dunia,” ungkap Ipda Ratimin.

Fhoto : Polisi Sedang Olah TKP
Lebih jauh Ratimin menjelaskan, Saat kejadian korban tidak sendiri, melainkan tengah berboncengan dengan istri dan cucunya. Keduanya kini tengah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit akibat mengalami luka luka saat kecelakaan terjadi.

“Kondisi istri dan cucu korban mengalami luka robek di bagian bibir dan dagu, keduanya kini sedang mendapatkan perawatan medis,” pungkas Ipda Ratimin.(K24/THR)

ALIAN, Kebumen24.com – Kelompok Usaha Bersama Kamal, Desa Sawangan kecamatan Alian, mendapatkan bantuan sebanyak 236 ekor ayam petelur. Bantuan tersebut didapat dari  Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kebumen, melalui program Kelompok Usaha Bersama (KUBE), sebagai salah satu langkah penganggulangan kemeskinan di Kabupaten Kebumen.
Bantuan tersebut di serahkan secara langsung oleh Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kebumen, Rabu sore, 11 Desember 2019, dan di terima oleh pemerintah Desa dan warga setempat.
Dalam kesempetan itu, Kabid Penanganan Kesmiskinan dan Linjansos Dinsos Kebumen Ika Kusuma mengatakan, bantuan berupa ayam petelur yang diberikan itu merupakan program KUBE di tahun 2019. Sedikitnya, ada 280 KUBE yang terbagi menjadi 188 diantaranya berbentuk kube kambing, dan sisanya berupa ayam petelur dengan jumlah yang di salurkan sebanyak 3100 ekor ayam.

“ Bantuan ini kita berikan kepada 13 KUBE dari lima kecamatan yang ada di Kabupaten Kebumen. Diantaranya yaitu , kecamatan Prembun, Sruweng, Alian, Rowokele dan Klirong,”katanya.

Selain KUBE Desa sawangan, KUBE lain yang mendapatkan bantuanya tersebut diantaranya KUBE Berdaya satu, Desa Tanggeran Sruweng mendapatkan 246 ekor, KUBE Berdaya dua Tanggeran Sruweng 246 ekor, Berdaya tiga Tanggeran Sruweng 246 ekor, Berdaya empat tanggeran sruweng 246 ekor, dan Manunggal satu Desa Klirong  235 ckor.
Selanjutnya KUBE Manunggal II Desa Klirong Kecamatan Klirong mendapatkan 235 ekor. KUBE Merona I Desa Kabekelan Prembun 235 ekor, KUBE Merona II  Desa Kabekelan Prembun 235 ekor, KUBE Mekar Jaya I Desa Rowokele Kecamatan Rowokele 235 ekor, KUBE Sawunggalih Rowokele 235 ekor, KUBE Usaha Mandiri I Pringtutul Rowokele 235 ekor, dan KUBE Mekarsari II Pringtutul Rowokele 235 ekor.

“ Untuk bantuan ini kita pilih ayam jenis Lohman Brown, dikarnakan memeiliki daya tahan yang cukup baik terhadap serangan penyakit. Selain itu, jenis ayam ini juga merupakan jenis ayam produksi yang tidak perlu melakukan pengeraman, dan bisa berproduksi satu hari satu telur selama 46 minggu,”jelasnya.

Lebih lanjut Pihaknya berharap, bantuan tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga turut menurunkan angka kemiskinan Mikro di kabupaten kebumen.

“Semoga bantu ini bisa dimamfaatkan masyarakat sebaik mungkin dan tidak disalahgunakan. Salah satunya sengaja menjual ayam atau menelantarkannya,”imbuhnya.(K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Beragam cara dilakukan oleh umat Nasrani dalam menyambut datangnya perayaan Hari Natal yang jatuh setiap tanggal 25 Desember nanti. Seperti di kebumen meisalnya, Ratusan umat Nasrani yang tergabung dalam Komunitas Orang Batak di kebumen, melaksanakan kegiatan ibadah untuk menyambut datanganya perayaan Natal di tahun 2019.

Adapun tema tema kegiatan ini, yaitu “ keluarga yang beribadah kepada Tuhan Joshua 24:15B sub tema dengan semangat perayaan natal ini semoga kita lebih taat lagi beribadah kepada Tuhan ”, dengan harapan, dapat lebih mempertebal keimanan dan ke-keluargaan Batak di Kebumen semakin terbina.
Kegiatan ibadah yang dipimpin oleh pendeta Nelson Tamba dari kebumen itu berlangsung penuh khidmat, selasa malam, 10 Desember 2019, di gedung PLUT Kebumen. Selain kegiatan ibadah, pada acara itu juga di isi dengan dengan paduan suara, pembacaan Ayat Alkitab, dan juga Tari Tor Tor yang merupakan ciri khas budaya Batak.
Dalam kesempatan tersebut, Pendeta Nelson Tamba  Mengatakan, digelarnnya Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi, dan sekaligus menjalin keakraban hubungan kekeluargaan orang Batak yang ada di Kabupaten Kebumen. Sehingga diharapkan, mereka bisa lebih saling mengenal antara satu sama lainya.

“ Kegiatan ini merupakan ciri khas dari komunitas keluarga Batak di kebumen, setiap mejelang natal kita selalu melalukan ibadah semacam ini setiap tahunnya, dengan harapan bisa terus menyambung tali silaturahmi anatar keluarga batak, dan juga untuk mencontohkan kepada anak anak, sehingga mereka tahu, bahwa keluarga Batak di Kebumen ternyata banyak saudaranya,”ungkap Pendeta Nelson Tamba, yang saat itu didampingi Kasad Polair kebumen kawan panjaitan.

Lebih jauh Nelson menambahkan, Komunitas orang batak yang dinamakan “Punguan persahotaon dosniroha” kebumen ini, memiliki arti yaitu perkampungan satu hati satu tujuan kebumen, dengan harapan, mereka bisa bersatu dan bersama sama melangkah, mejadi masyarakat yang taat bernegara dan juga dan turut membantu membangun kesejahteraan di Kabupaten Kebumen.

“ Melalui Komunitas ini kita juga terus lakukan pembinaan agar keluarga batak di kebumen bisa terus bersama sama mejadi masyarakat yang taat dan patuh kepada Negara, ya minimal mereka bisa bekerja dengan baik dan tidak memiliki masalah, itukan sudah bagian dari mengurangi beban pemerintah,”imbuhnya.(K24/IMAM/ARTA)

JAKARTA, Kebumen24.com – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kebumen berhasil meraih penghargaan dalam TPAKD Awards 2019. Dalam acara yang dihadiri oleh Presidan RI Joko Widodo tersebut, Kabupaten Kebumen dinilai telah berhasil melakukan inovasi dalam kategori Inovasi Pembiayaan Mikro Berbiaya Rendah bagi UMKM.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, dan diterima oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, pada acara Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro Tahun 2019, yang berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa 10 Desember 2019.
Turut hadir pada acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Bupati Se-Indonesia.
Presiden RI Ir, Jokowi Widodo, dalam kesempatan tersebut mengajak kepada seluruh kepala Daerah untuk bersama sama mendorong inklusi keuangan, baik itu melalui tabungan maupun akses kredit.

“ Intinya kita ingin mengajak seluruh Pemerintah Daerah untuk bisa mendorong masyarakatnya, agar bisa mengakses keuangan secara mudah dan cepat. Baik untuk urusan menabung, atuapun urusan akses kredit,” jelas Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden juga menjelaskan, bahwa untuk mendorong inklusi keuangan melalui tabungan bisa dengan cara melakukan sosialisasi kepada para pelajar. Terlebih, menurut Jokowi, angka literasi keuangan Indonesia masih sekitar 35%. Sedangkan inklusi keuangan hingga saat ini masih 75% yang mana artinya masih memiliki ruang besar bagi masyarakat untuk mengakses keuangan.

“Urusan menabung, ini urusan di dinas pendidikan dan kebudayaan untuk mendorong anak anak kita sedini mungkin untuk mengakses ke perbankan kita agar mereka berbondong bondong belajar menabung bisa dari SD, SMP atau juga SMA dan SMK,”imbuhnya.

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mendorong akselerasi kredit, yaitu dengan memberikan pembiayaan kepada para pelaku UMKM. Dengan begitu, ekonomi mikro dan ekonomi pengusaha kecil pastu akan segera berkembang dengan baik nantinya.

“Untuk urusan kredit, Kita sudah memiliki bank wakaf di pesantren pesantren walaupun baru di 55 pesantren. Hingga saat ini udah terbentuk kelompok-kelompok usaha yang nanti jadi klaster, kemudian akan dipayungi menjadi semacam holding. Dengan begitu, usaha mikro dan kecil akan mudah mengakses market place pemasaran Nasional dan Global,”pungkas Jokowi.

Tonton Video :

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso juga menyampaikan, bahwa optimalisasi peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan pengembangan Bank Wakaf Mikro (BWM) untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat kecil merupakan upaya bersama pemerintah termasuk Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan.

“Upaya perluasan akses keuangan masyarakat terus menjadi prioritas OJK bersama Bank Indonesia dan Pemerintah, baik pusat maupun daerah,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kebumen KH. Yazid Mahfudz, saat di temui disela sela kegiatan mentakan, bahwa diraihnya penghargaan tersebut, merupakan berkat dukungan dari para OPD dan masyarakat. Bupati berharap kedepan masyarakat dapat mengakses keuangan dengan semakin mudah, baik itu melalui kredit, atuapun permodalan lainya, terutama bagi usaha kecil dan menengah.

“Kedepannya kita akan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa proses pengajuan kredit usaha itu sangat mudah, bisa langsung datang Bank Daerah ataupun Ke Bank Nasional. Dengan begitu saya berharap masyarakat tidak perlu meminjam ke Rentenir yang sering menjerat mereka,”ucap Bupati yang saat itu didampingi Kabag Perekonomian Setda Yunita Prasetyani dan Kabag Humas Setda Kebumen Budhi Suwanto.

Dalam kesempatan itu, Selain Kabupaten Kebumen, Penghargaan TPAKD Inovasi Pembiayaan Mikro Berbiaya Rendah bagi UMKM juga diberikan kepada TPAKD Kabupaten Tabalong, Kota Surakarta, dan TPAKD Kota Kediri. Adapun Penghargaan TPAKD Tingkat Provinsi diantaranya Pendorong Akses Keuangan Melalui Sektor Unggulan Daerah, yakni TPAKD Provinsi Jawa Barat, Penggerak Akses Keuangan Dengan Pola Kemitraan diraih TPAKD Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pengembangan Kawasan Inklusi Keuangan di Daerah yakni TPAKD Provinsi Sumatera Barat. Kemudian, Pendorong Inovasi Budaya Menabung diraih TPAKD Provinsi DKI Jakarta. (K24/THR)

KOTAWINANGUN,Kebumen24.com -Anak-anak Desa Lundong Kecamatan Kutowinangun Kebumen, kini memiliki rumah baca. Rumah baca ini dimanfaatkan anak-anak sekitar untuk belajar sambil menunggu waktu Adzan Maghrib setelah mengaji.
Rumah baca tersebut adalah rumah Aiptu Muadin, Kasium Polsek Kutowinangun yang disulap menjadi taman baca bagi anak-anak di sekitar tempat tinggalnya.
Aneka jajanan pun disuguhkan ayah dua anak ini agar anak-anak semakin betah membaca di rumahnya yang dibuka mulai hari Senin 9 Desember 2019.
Buku bacaan pun bervariasi. Mulai dari tentang cinta Pancasila hingga buku cerita bergambar disiapkan untuk menarik minta baca anak.
Rumah baca yang dibuat Aiptu Muadin adalah  gagasan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, sebagai penjabaran perintah Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel melalui program “Jogo Wargo Jogo Negoro”.
Dari rumah baca ini pula diharapkan dapat mencegah faham radikalisme sejak dini karena banyak buku tentang kerukunan umat beragama di dalamnya.
Kapolres Kebumen mengungkapkan, rumah baca dalam rencananya akan dibuat sebanyak mungkin untuk merangsang minat baca anak-anak. Dalam waktu dekat, seluruh Polsek akan membuat rumah baca di tempat-tempat strategis.

“Ini juga untuk mengurangi anak-anak bermain Gadget. Rencananya akan kami buat rumah baca di banyak tempat, di semua Polsek jajaran Polres Kebumen.”

“Melalui program rumah baca ini, kami berharap dapat menjadikan Polres Kebumen yang ramah, cerdas dan kondusif,” jelas AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Ramah artinya Polres Kebumen selalu bersikap ramah kepada siapapun melalui kegiatan pendekatan kepada masyarkat. Selanjutnya cerdas yang dimaksud adalah dapat mencerdaskan dan bersikap cerdas dalam menyelesaikan permasalahan.
Kondusif yang dimaksud adalah setelan Polres Kebumen dekat dengan masyarkat, dapat tercipta situasi yang kondusif. Selain di kediaman Aiptu Muadin, rumah baca juga dibuat di Balai Desa Kuwayuhan Kecamatan Pejagoan.
Pada saat peresmian rumah baca, Kapolsek Pejagoan AKP R. Widiyanta dan Bhabinkamtibmas Polsek Pejagoan turut hadir  dalam acara tersebut.
Kapolsek mengemukakan, rumah baca itu dibuka untuk umum.

“Semoga rumah baca ini bermanfaat bagi masyarkat luas. Kami berharap nantinya anak-anak akan gemar membaca,” pungkasnya. (K24/WIN)

KARANGANYAR, Kebumen24.com – Pembentukan kampung Anti Narkoba Desa Jatiluhur Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen sebagai upaya Polsek Karanganyar menggugah berbagai kalangan masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan dan penyalahgunaan narkoba.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kapolsek Karanganyar AKP Mawakhir mengatakan, kampung anti narkoba merupakan salah satu upaya mengajak masyarakat untuk menjauhi narkoba dan ikut mengawasi peredaran narkoba.

“Kampung anti narkoba ini merupakan upaya menggugah peran serta masyarakat untuk mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba,” ujar AKP Mawakhir, Selasa 10 Desember 2019.

Ia mengemukakan tentang pentingnya kepedulian masyarakat terhadap bahaya Narkoba serta anti radikalisme dan anti anarkisme, terutama bagi generasi muda.
Ia mengatakan pembentukan kampung antinarkoba berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2013 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba.
AKP Mawakhir juga mengharapkan berbagai kampung lainnya di daerah Kebumen untuk segera membentuk kampung antinarkoba juga.
Pencanangan suatu kampung sebagai kampung antinarkoba, membuktikan masyarakat bersama perangkat kelurahan memiliki niat yang kuat untuk mewujudkan kampung yang bebas narkoba dan menolak radikalisme dan anti anarkisme.

“Karena usaha ini tidak cukup hanya oleh Kepolisian saja. Butuh peran serta masyarakat. Mari kita wujudkan bersama-sama,” kata AKP Mawakhir. (K24/TW)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Guna menjaga situasi kamtibmas dan kamseltibcar lantas yang aman serta nyaman di wilayah Kebumen, Polres Kebumen melaksanakan patroli gabungan pada malam hari secara rutin. Blue Light Patrol tersebut dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya tindak kriminalitas yang mungkin saja terjadi menjelang Hari Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
Dalam patroli kali ini Wakapolres Kebumen Kompol Prayudha Widiatmoko memimpin langsung patroli yang dilaksanakan menggunakan sepeda motor, Selasa malam 10 Desember 2019.
Wakapolres mengatakan, Dengan adanya patroli rutin diharapkan situasi aman dan nyaman warga dapat dirasakan dalam lingkungan tempat tinggalnya.

“Yang jelas kita melaksanakan pencegahan terhadap terjadinya tindak pidana yang terjadi di wilayah Kabupaten Kebumen, dengan sasaran orang dan barang yang mencurigakan, dengan harapan tercipat situasi yang aman dan kondusif” ujar Kompol Prayudha.

Selain menyasar di jalan-jalan dan tempat keramaian, patroli juga diarahkan ke tempat-tempat ibadah terutama Gereja yang ada di Kebumen.

“Selain jalan raya dan tempat keramaian, kita juga punya sasaran untuk mengamankan Gereja-gereja yang ada di Kabupaten Kebumen, yang nantinya akan dipersiapkan untuk pelaksanaan Misa Natal dan Tahun baru 2020,” imbuhnya.

Adapun Gereja yang disambangi pada patroli kali ini antara lain, Gereja Katolik ST. Yohanes Maria Vianney, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Kristen Jawa. (K24/TW/

KARANGANYAR, Kebumen24.com – Jipang Kacang menjadi salah satu makanan khas dari Kabupaten Kebumen. Salah satu wilayah yang memproduksinya yaitu di Kecamatan Karanganyar. Akan tetapi, para pengusaha kerap mengalami kendala pasokan kacang sebagai bahan baku utama.

Salah satu pengusaha jipang kacang, Pujianto (39) mengatakan kendala minimnya pasokan kacang lokal kerap menghambat kegiatan produksi. Pasalnya apabila kacang tanah lokal dari Kebumen belum panen, dirinya terpaksa membeli dari luar daerah.

“Terkadang kalau kacang lokal belum panen terpaksa membeli dari luar Kebumen,” ungkap pria warga Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Karanganyar ini, Senin 9 Desember 2019.

Pujianto membuka usaha dibantu sang istri di rumahnya di RT 2 RW 5 Kelurahan Jatiluhur. Jipang kacang merupakan usaha turun temurun dari ibunya yang dirintis sejak tahun 1979. Ia melanjutkan bisnis ini pada 2008 setelah pulang merantau dari Jakarta.
Pujianto menjelaskan, proses produksi jipang dimulai dengan menyangrai kacang. Kulit kacang dibersihkan sehingga tersisa biji putihnya saja. Setelah itu, bahan baku lain yakni gula jawa dimasak dalam wadah hingga meleleh. Kemudian, kacau yang telah dibersihkan kulitnya dimasukkan ke dalam gula jawa meleleh untuk diaduk.

“Adonan harus terus diolah hingga menyatu sempurna. Kemudian adonan diletakkan pada nampan beralaskan plastik untuk pengepakan,” terangnya.

Untuk membuat seratus bungkus jipang kacang, ia membutuhkan bahan baku kacang tanah 30 kilogram dan gula jawa 10 kilogram. Adapun dalam setiap bungkus, memiliki 18 jipang kacang kemasan kecil. Tiap bungkusnya, jipang kacang buatan Pujianto dibanderol Rp 10 ribu.

“Untuk omzet tiap bulan Rp 7 – 8 juta dan pada musim liburan mencapai Rp 10 juta,” jelasnya.

Terkait pemasaran, Pujianto menyasar wilayah lokal Kebumen seperti pasar tradisional maupun pelanggan datang ke rumah. Tidak sedikit para warga yang datang memesan untuk dibawa ke luar daerah. Dalam menjaga kualitas produk, Pujianto selalu memilih bahan baku terbaik dan tidak menggunakan bahan pengawet untuk pembuatannya.
“Ciri khas jipang kacang disini tidak keras tetapi alot. Jipang bisa bertahan sampai 2 bulan kalau disimpan di lemari pendingin dapat lebih lama lagi,” tandasnya. (K24/IMAM)