KEBUMEN, Kebumen24.com – Dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan di wilayahnya, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembinaan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di aula Kemenag setempat. Rakor ini mengusung tema “Mengurangi Angka Kemiskinan Berbasis Zakat Produktif Bersama BAZNAS dan LAZ”, Selasa 17 Juni 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan LAZ se-Kabupaten Kebumen dan dibuka langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kemenag Kebumen, H. Salim Wazdy. Hadir pula Penyelenggara Zakat dan Wakaf H. Fahrudin selaku pemimpin jalannya rakor, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Kebumen, H. Bambang Sucipto, yang tampil sebagai narasumber utama.
“Kemenag Kebumen berkomitmen untuk terus mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui pendekatan keagamaan yang inovatif dan menyentuh akar permasalahan,” tegas H. Salim dalam sambutannya.
Ia memaparkan berbagai program unggulan yang telah dan tengah dijalankan, di antaranya:
- Advokasi Psikis Masyarakat melalui pendekatan spiritual dan data BPS soal kemiskinan
- Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU):
- 2023: Bantuan Rp100 juta di KUA Gombong
- 2024: PEU untuk 5 KUA @ Rp2,5 juta (total Rp325 juta), PEU Pondok Pesantren Rp50 juta, 52 ekor kambing
- 2025: PEU untuk 160 GTT Madrasah senilai Rp400 juta dan rehab rumah untuk 26 guru ngaji (Rp7–15 juta/unit)
- Pengembangan Kampung Zakat di Kecamatan Sempor
- Program pencegahan pernikahan anak dan stunting melalui BRUN, BRUS, dan KUA Goes to School
- Program Ketahanan Keluarga (Pusaka Sakinah)
- Program ekoteologi dan pencegahan TB Paru bagi calon pengantin
- Kolaborasi dengan Disdukcapil melalui Program Layak Nikah Ijabah
Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja, Kemenag Kebumen menyerahkan piagam penghargaan kepada LAZISNU Kebumen atas kedisiplinannya dalam penyusunan laporan tahun 2025. Penghargaan diserahkan langsung oleh H. Fahrudin didampingi Ketua BAZNAS H. Bambang Sucipto.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Kebumen, H. Bambang Sucipto, menyampaikan bahwa potensi zakat di Kebumen sangat besar. Ia menekankan pentingnya optimalisasi zakat secara produktif agar dapat benar-benar berdampak.
“Zakat yang dikelola dengan pendekatan produktif akan mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik dan menjadi solusi konkret dalam menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.
Bambang juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir para penerima zakat agar tidak hanya menjadi objek bantuan, melainkan menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya.
Dalam rakor yang juga dihadiri Kepala BPS Kebumen dan Kepala Bapperida Kebumen, disepakati sejumlah langkah tindak lanjut untuk memperkuat pengentasan kemiskinan berbasis Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), antara lain:
- Penguatan tim pengentasan kemiskinan berbasis ZIS
- Peningkatan sinergi antar-lembaga
- Penguatan Gerakan Sadar Zakat di masyarakat
- Pengembangan model Kampung Zakat di wilayah prioritas
- Peningkatan PEU berbasis KUA dan komunitas keagamaan
Dengan sinergi lintas lembaga dan pengelolaan ZIS yang tepat guna, Kemenag Kebumen optimistis langkah ini akan membawa dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















