KEBUMEN, Kebumen24.com –  Guna menyerap tenaga kerja ditengah pandemi covid 19 seperti sekarang ini, Asosiasi Bursa Kerja Khusus (ABKK) Kebumen menggelar Seleksi Calon Karyawan PT. Astra Daihatsu Motor Jakarta. Kegiatan tersebut didikuti 1500 lebih peserta dari lulusan SMK se Kabupaten Kebumen dengan tetap mengedepankan Protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. (lebih…)

KEBUMEN, Kebumen24.com –  Program Jogo Tonggo yang dicetuskan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam mengatasi Covid-19 hingga kini terus di gaungkan dan diterapkan masyarakat di berbagai daerah di Jawa Tengah. Salah satunya dilakukan PT. BPR BKK Kebumen melalui kegiatan  Gowes sambil membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu. (lebih…)

KARANGGAYAM, Kebumen24.com – Dalam rangka acara pertemuan rutin bulanan, Asosiasi Muslimah Pengusaha atau  Alisa “Khadijah” Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Kebumen menggelar kegiatan bazar produk hasil UMKM dan pemberian santunan anak yatim piatu.

 

Acara dilaksanakan di Aula Kecamatan Karanggayam Sabtu 19 September 2020. Kegiatan Bazar dilakukan selama dua hari hingga Minggu 20 September 2020.

 

Ketua Alisa “Khadijah” ICMI Kabupaten Kebumen, Pipit Sutiyah mengatakan pertemuan rutin ini digelar setiap bulan sekali secara bergantian. Selain sebagai ajang silaturahmi sesama anggota juga untuk memperkenalkan keberadaan Alisa Khadijah di Kabupaten Kebumen. Selain itu juga dilakukan bazaar untuk memasarkan produk hasil UMKM.

 

“Ini merupakan agenda rutin setiap bulan, hanya saja kali ini kita lakukan bazaar, dan nantinya bazaar seperti ini juga akan rutin kami adakan,”kata Pipit.

 

BAZAR UMKM

Dijelaskanya, Alisa Khadijah ICMI ini didirikan oleh Hasri Ainun Habibi pada 06 Juni 1997 yang bertujuan untuk memberi wadah usaha UMKM bagi perempuan Indonesia supaya mandiri dan terkoordinir. Sementara untuk di Kabupaten Kebumen baru diresmikan pada 13 Maret 2020 dan sekarang telah beranggotakan 50 orang.

 

Adapun salah satu programnya, yaitu fokus pada penderdayaan dan pemasaran produk UMKM, agar tak hanya dikenal di dalam wilayah Kebumen saja, akan tetapi ke seluruh Indonesia bahkan ke Luar Negeri.

 

 “Fokus utama kami tentunya agar bagaimana produk UMKM di kebumen ini bisa dikenal secara luas dan membangkitkan ekonomi masyarakat,”imbuhnya

 

Sementara itu Camat Karanggayam Drs. Drajat Tri Wibowo menyambut baiki kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu khususnya untuk memasarkan produk-produk UMKM yang ada di Kebumen.

 

 “Sya mendukung sekali , karena Alisa Khadijah ini juga membantu kabupaten Kebumen dalam memajukan UMKM, tentunya untuk mensejahterakan masyarakat,”tuturnya. (K24/Arta)

KEBUMEN, Kebumen24.com- Ribuan nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera Kebumen tengah resah, pasalnya nasabah yang berjumlah ribuan kini nasibnya terkatung-katung lantaran tidak segera menerima klaim. Padahal uang yang telah diasuransikan di perusahaan tersebut tidaklah sedikit.

 

Salah satu nasabah berinisial R, mengatakan bahwa pihaknya memiliki nilai asuransi sesuai perhitungannya Rp 30 juta. Adapun tenggat waktu klaim telah diajukan dirinya pada akhir tahun 2019. Namun hingga kini, pihaknya belum dapat menerima tabungan pendidikan tersebut.

 

“Sudah 12 tahun jadi nasabah, rencana ambil untuk biaya anak sekolah tetapi disuruh nunggu,” katanya.

 

Kepala Kantor Cabang Kebumen AJB Bumiputera Jono Susilo mengakui Kamis, 17 September 2020 bahwa perusahaannya tengah mengalami masalah likuiditas. Terkait hal tersebut, pihaknya selaku perwakilan di Kebumen hanya meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu antrean klaim.

 

“Tetap akan dibayarkan klaim nasabah,” ucapnya lirih ditemui di ruang kerjanya,” ucap susilo.

 

Jono tidak dapat memberikan jawaban terkait kapan nasabah dapat menerima uangnya. Ia menyebut bahwa hal tersebut di luar kewenangannya selaku pimpinan kantor cabang.

 

“Saya disini hanya untuk administrasi nasabah,” imbuhnya.

 

Jono menjelaskan, secara keseluruhan jumlah nasabah AJB Bumiputera Kebumen sekitar 6.800 orang. Akan tetapi hingga data terakhir, yang mengajukan klaim sebanyak 1.250 nasabah. Dari jumlah tersebut, angka klaim nasabah yang harus dibayarkan Rp 8 miliar.

 

“Tidak bisa memastikan kapan untuk nasabah menerima klaim. Saya berharap para nasabah bisa bersabar dan Bumiputera pasti akan bangkit,” tegas pria asal Cilacap itu.

 

Ketika disinggung terkait produk perusahaan, ia menyebut adanya beasiswa berencana pendidikan dengan premi Rp 157.000 yang dibayarkan tiga bulan sekali. Ada juga program Mitra mandiri dimana nasabah dikenai premi Rp 200.000 perbulan. Dan ketiga Mitra Asuransi Rakyat Indonesia untuk program keluarga dengan premi 50.000 satu bulannya.(K24/IMAM).