Kebumen24.com

Fhoto Ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Maraknya sekolah yang melarang siswa membawa Handpone di sekolah sudah tidak Jaman nya lagi atau kampungan. Seharusya, justru sekolah atau Madrasah bisa meng edukasi, bagaimana penggunanaan Hp atau Android, bisa menjadi sebuah media pembelajaran untuk membantu kegiatan belajar di sekolah.

Hal itu di sampaikan Dr. Imam Satibi, Minggu 8 Desember 2019, disela sela kesibukannya menjadi seorang Rektor di IAINU Kebumen. Menurutnya, Hal ini sesuai dengan tuntutan model belajar Virtual learning, dann wajib Hukumnya bagi sekolah menyediakan akses Wifi bagi para siswanya.

“ Dengan Wifi anak diharapkan akan mengalami perubahan ke disruptin lerning atau virtual reality learning atau virtual augmented. Prinsipnya Guru harus beralih bagaimana melakukan pembelajaran Akseleratif dan Aksebilitas dan tiada lain harus berbasis Think Of Internet,” ujarnya.

Rektor IAINU Kebumen Dr. Imam Satibi 

 Lebih jauh Imam Satibi juga menyesalkan, banyaknya sekolah atau madrasah yang membuat aturan berlebihan, justru hanya akan menyandera anak dalam kejumudan dan kepatuhan semu. Ketakutan menghadapi perkembangan zaman hanya akan berdampak pada keterkungan dan kepasifan anak keluar dari zona nyaman.

“ Dalam era saat ini justru dituntut anak harus bisa berinovatif, sehingga Aksesbilitas informasi dan pengetahuan merupakan keniscayaan,” tuturnya.

Iman Satibi berharap, kepada seluruh kepala sekolah agar saatya beralih dengan strategi Disruption Leader. Saatya mengedepankan inovasi berbasis Deferensiasi dibandingkan penyeragaman semu.

“Sekolah ini lah yang kedepan akan dicari pelanggan Neo Millenial. Agar mendongkrak mutu sekolah harus dimulai dalam membangun Brand bahwa sekolah yang dikelola adalah Marketable,” imbuh Satibi. (K24/IMAM)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Keluarga besar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kebumen, menyelenggarakan jalan sehat bersama, dalam rangka memperingati hari Bhakti Pekerjaan Umum Ke-74 Tahun 2019. Jalan sehat ini dilakukan dengan menempuh jarak sekitar Dua Km.  Adapun Star dan Finish yaitu dari depan halaman kantor PUPR  dan dilepas Secara Resmi oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz dengan ditandai pelepasan balon ke udara.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari seluruh staf dan karyawan dinas PU tersebut, berlangsung meriah, Minggu pagi 8 Desember 2019, dengan berbagai Hadiah Doorprez menarik yang di sediakan oleh panitia.. Adapun tema dari Harbak PUPR kali ini adalah “ siap membangun Negeri, untuk Kebumen maju”.
Selaian itu, pada kegiatan tersebut juga di lakukan penanda tanganan Maklumat pelayanan oleh Kepala Dinas PUPR kebumen yang disaksiakan langsung oleh Bupati dan para OPD di Jajajran Pemkab Kebumen.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas PUPR Kebumen Haryono Wahyudi mengatakan, acara ini digelar sebagai sarana silaturahmi dan saling mendekatkan para pejabat dan jajarannya di lingkungan Dinas PUPR Kebumen. Melalui acara ini, dirinya berharap, dapat meningkatkan semangat untuk membangun menyelesaikan program pembangunan di kabupaten kebumen.

“ Semoga kegiatan ini bisa lebih saling memperat hubungan staf dan karyawan di lingkungan Dinas PU, dan bisa meningkatkan hudubgan dan sinergitas yang baik,” ungkapnya.

Lebih lenjut Haryono menjelaskan, bahwa peringatan hari Bhakti ini berawal dari  peristiwa 74 tahun silam. Dimana, saat itu sebanyak 21 pegawai PU ditugaskan menjaga Gedung Departemen perhubungan dan pekerjaan umum yang di serang oleh sejumlah sekutu di kota bandung, dan 7 diantaranya gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa.

 “ Atas perjuangan merekalah yang hingga saat ini menjadi landasan moril di lingkungan Dinas PU. untuk itu, kami dan seluruh staf karyawan harus bisa melanjutkan jiwa ke pahlawanan tujuh kusuma bangsa yang telah rela mempertaruhkan jiwanya untuk bangsa dan negara tercinta ini,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz  dalam sambutanya menyampaikan, atas nama pemerintah kabupaten kebumen pihaknya mengucapkan selamat hari Bhakti pekerjaan umum yang ke-74, Selain itu, Pihaknya juga mengucapkan Terima kasih atas kinerja dan kerja keras seluruh pihak di jajaran Dinas PUPR.

“ Saya meyakini bahwa dinas pupr selama ini telah bekerja keras dalam setiap agenda pembangunan infrastruktur demi kemajuan kabupaten kebumen dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Bupati.

Bupati berharap dengan banyak capaian yang telah diraih oleh Dinas PUPR dalam hal infrastruktur maupun yang akan dilaksanakan kedepan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.“

“ Semoga Kedepan PUPR Bisa lebih memberikan memfaat, khususnya di sektor pertanian, pariwisata, umkm, dan industri,” imbuhnya. (K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Bertempat di Hotel Mexolie Kebumen digelar acara peringatan Hari Guru Nasional 2019, dan sekaigus hari ulang tahun ke 74 PGRI kebumen. Kegiatan tersebut mengambil tema,”peran strategis guru dalam mewujudkan sumber daya manusia indonesia unggul”.
Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten 1 Setda Kebumen Drs Hery Setyanto, Kepala Disdik Kebumen Amirudin, Ketua PGRI Kebumen Tukijan, dan seluruh anggota PGRI kebumen Sabtu 7 Desember 2019.
Kegiatan diawali dengan penampilan salah satu anak Difabel yang membawakan sebuah lagu jasa guruku, dan kemduian dilanjutkan dengan penampilan pertunjukan musik angklung dari para siswa SMP N 1 Prembun. Selain itu, kegiatn juga di isi dengan pembacaan puisi oleh salah satu pengurus PGRI Kebumen.
Dalam sambutanya, Ketua PGRI Kebumen Tukijan, mengatakan kegiatan ini merupakan puncak dari seluruh rangkean kegiatan hari guru dan HUT PGRI kebumen yang sebelunya telah digelar. Melalui kegiatan ini pihaknya berharap kedepan peran guru bisa bersama sama turut mensukseskan kemajuan pendidikan di Kabupaten Kebumen.

“ Para Guru yang tergabung dalam PGRI harus bisa terus berkarya dan berinovasi, serta harus bisa bekerjasama dengan Pemkab dalam pembangunan kemajuan pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakkan Asisten 1 Setda Kebumen Hery Setyanto menyampaikan selamat dan menyambut baik kegiatan tersebut. Selain itu, Bupati juga mengajak kepada seluruh para guru agar selalu mengikuti perkembangan zaman dalam memberikan mutu pendidikan kepada para siswanya.

“ Sekarang zamanya sudah maju, semua menggunakan teknologi yang serba canggih, para guru harus bisa mengikutinya, jangan ketinggalan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hery mengatakan, di era saat ini peran Guru sangat penting dan memiliki tanggung jawab besar. Dimana, anak-anak zaman sekarang banyak memliki rasa keinginan tahuan  yang tinggi. Untuk itu, Guru sebagai pendidik harus mampu mendorong dan mengarahkan mereka ke jalan yang baik.

“ Tugas seorang guru sangatlah mulia meski banyak hal yang tersulit untuk membentuk masa depan dan karakter generasi penerus bangsa indonesia, Guru sekarang berbeda dengan Guru tempo dulu. Di zaman now sekarang ini, para guru harus mengikuti perkembangan,” tandasnya. (K24/THR)

PEJAGOAN, Kebumen24.com –  Sebagai Wujud kepedulian Polisi bersama warga melaksanakan gotong royong memperbaiki sejumlah rumah di Desa Peniron Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen, yang rusak diterjang angin dan hujan deras pada hari, sabtu 7 Desember 2019 kemarin.
Selain desa Peniron kerja bakti nantinya juga akan dilaksanakan di desa Watulawang dan desa Pengaringan yang juga terkena dampak dari hujan dan angin, Minggu 8 Desember 2019.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kapolsek Pejagoan AKP R. Widiyanto bahwa kegiatan kerja bakti ini salah satu program kerja Kapolda Jateng yaitu Jogo Wargo Jogo Negoro.

“Kerja bakti ini merupakan salah satu program Kapolda Jateng yaitu Jaga Wargo Jaga Negoro, siang ini Polres Kebumen bersama anggota Polsek Pejagoan dan warga membersihkan puing-puing pasca hujan lebat dan angin kencang di Desa Peniron Kecamatan Pejagoan,” ujar Kapolsek Pejagoan.

Pihaknya berharap kegiataan ini dapat meringankan beban para korban dan mempercepat pemulihan keadaan pasca bencana.

 “Tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan kondisi di wilayah kebumen, karena biasanya pergantian musim akan mendatangkan angin dan hujan lebat. Perbanyak juga doa dan istighfar untuk menjauhkan kita dari berbagai macam musibah,” imbuhnya. (K24/WIN)

 PEJAGOAN, Kebumen24.com – Akibat hujan deras dan disertai angin kencang yang melanda di wilayah Kabupaten Kebumen, Belasan rumah warga Desa Pengaringan dan Desa Watulawang Kecamatan Pejagoan Rusak.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kapolsek Pejagoan AKP R. Widiyanta mengatakan, peristiwa yang dialami warga itu terjaid pada Sabtu sore 7 Desember 2019 kemarin. Saat itu, Peristiwa itu datang begitu cepat. Hujan lebat disertai angin kencang menyapu rumah-rumah penduduk di Desa hingga menyebabkan belasan rumah penduduk setempat rusak.

“ Dari hasil pantauan yang dilakukan anggota Polsek Pejagoan ada setidaknya 11 rumah yang mengalami kerusakan akibat hujan dan angin tersebut,”ucapnya.

“Kami dari Polsek Pejagoan melakukan pendataan, untuk nanti dilaporkan ke BPBD, dari hasil pemantauan ada 10 rumah warga yang mengalami rusak ringan, dan 1 rumah warga rusak berat,” ujar Aiptu Yulianto.

 
Selain merusak rumah, hujan deras dan angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon. Guna menghindari adanya kejadian yang tidak di inginkan, Untuk sementara waktu aliran listrik di Kecamatan Pejagoan dipadamkan sementara. (K24/win)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Tidak seperti biasanya pelatihan Search And Rescue (SAR) Polres Kebumen kali ini diikuti oleh semua fungsi, hal tersebut atas perintah Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan.
Seluruh fungsi dilibatkan berkaitan dengan dibentuknya Tim reaksi cepat tanggap bencana Polres Kebumen yang personilnya terdiri dari semua fungsi di kepolisian.

“Polres Kebumen kami bentuk tim reaksi cepat tanggap bencana, hal ini dilakukan sebagai langkah pertolongan cepat guna meminimalisir adanya korban jiwa pada saat bencana datang,” ujar Kapolres.

“Kami juga memaksimalkan anggota dengan cara mengikutsertakan seluruh fungsi yang ada di kepolisian, jadi tidak hanya sat samapta saja,” imbuhnya.


Bertempat di tebing wadas Desa Gemesekti Kabupaten Kebumen, pagi ini dilaksanakan pelatihan Rappeling ( menuruni tebing ), dengan instruktur Kasubbag Dalops AKP Krida Ristanto dan KBO Binmas Iptu Daryadi, Sabtu 7 Desember 2019.

Pelatihan tersebut sengaja digelar sebagai langkah dan upaya untuk mengantisipasi kemungkinan bencana banjir atau tanah longsor yang terjadi menjelang musim hujan di wilayah hukum Polres Kebumen.
Dalam kesempatan tersebut para personil dilatih untuk melakukan penyelamatan dengan menuruni tebing menggunakan media tali kernmatle ( biasa disebut tali karmantel ), selain itu petugas juga dilatih cara membawa dan menyelamatkan korban dari ketinggian. (K24/WIN)

AMBAL, Kebumen24.com – Memasuki SMK biasanya para murid mulai dibekali dengan kenderaan sepeda motor oleh orangtuanya. Alasannya, jarak rumah ke sekolahan cukup jauh serta untuk menunjang tugas di sekolah.
Namun  ada beberapa yang harus diperhatikan ketika mengendarai sepeda motor, diantaranya harus sudah memiliki Surat Izin Mengemudi dan mempunyai kecakapan dalam berkendara di jalan raya dengan mematuhi segala rambu-rambunya.
Pada kesempatan Jumat Pagi, tidak seperti biasanya, SMK Negeri 1Ambal kedatangan tim dari Ditlantas Polda Jateng.
Pada kesempatannya, Ditlantas Polda Jateng dan Polres Kebumen mengglorifikasikan Pelopor Keselamata Berlalu Lintas melalui Road Show Bus Zebra Cendekia.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat dikonfirmasi pada kesempatan itu, para Pelajar dan Guru atau tenaga pengajar untuk lebih meningkatkan kedisiplinan dan kesadaran Berlalu lintas serta untuk mendukung “Program Tahun Keselamatan Untuk Kemanusiaan serta Budaya Tertib Berlalu lintas.”
Hal yang menarik lainnya dari kegiatan ini adalah untuk menekan angka kecelakaan hingga “Nol” atau sering disebut Zero Accident.

“Kecelakaan terjadi diawali dengan sebuah pelanggaran. Melalui kegiatan ini kita sampaikan pentingnya tertib berlalu, kita ajak keluarga besar SMK Negeri 1 Ambal untuk jadi pelopor keselamatan berlalulintas,” ungkapnya AKBP Rudy, Sabtu 7 Desember 2019, kemarin.

 
Kompol Bero Suprihatin selaku Kepala Tim Road Show Bus Cendekia  Ditlantas Polda Jateng pada kesempatan yang sama mensosialisasikan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya.
Selanjutnya pada kesempatan itu, para pelajar diajarkan cara mengendarai kenderaan yang benar dan aman serta cara menaklukkan ujian praktek SIM zig-zag. (K24/WIN)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Makanan jajanan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Anak-anak dari berbagai golongan apapun pada umumnya menyukai jajan. Padahal makanan tersebut cenderung minim gizi dan terkadang mengandung bahan pengawet.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen Tri Haryono, pada kegiatan lomba cipta menu dalam rangka Hari Pangan Sedunia, Minggu 8 Desember 2019, di Alun Alun Kebumen. Tri Haryno mengatakan persoalan mendesak segera ditangani menyangkut keamanan pangan. Termasuk digunakannya bahan tambahan seperti penyedap, pewarna, pemanis, pengawet yang tidak ramah kesehatan.

“Kami mengharapkan pelaku usaha pangan maupun masyarakat Kebumen tidak menambahkan bahan berbahaya ke dalam olahan makanan,” katanya  


Menurut Tri, penganekaragaman pangan perlu dioptimalkan di kalangan masyarakat. Penganekaragaman bukan saja sumber karbohidrat tetapi juga makanan beragam, bergizi dan seimbang sebagai sumber vitamin berbasis sumber daya lokal. Tri juga mengakui, selama ini pangan lokal belum banyak yang dijual secara olahan.

“Inovasi olahan sudah mulai berkembang namun penyajian masih sederhana sehingga kurang mendapatkan perhatian dari anak,” imbuhnya.

Sekda Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono, menilai penganekaragaman pangan juga dapat menjadi menyelesaikan permasalahan gizi di Kebumen. Seperti diketahui, stunting cukup banyak menyasar bayi di Kebumen. Bukan saja itu, kelebihan gizi seperti halnya kelebihan berat badan yang membahayakan untuk kesehatan.

“Kami meminta PKK maupun organisasi kewanitaan mensosialisasikan dengan massif penganekaragaman pangan lokal di masyarakat,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Sekda Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono, Wakapolres Kompol Prayudha Widiatmoko, Kepala Bap3Da Pudjirahaju, perwakilan pimpinan OPD Pemkab Kebumen. Hadir pula Ketua PKK Kabupaten Kebumen Zuhroh Yazid Mahfudz dan PKK Kecamatan se Kabupaten Kebumen.
Untuk diketahui, Kabupaten Kebumen mendapatkan juara I Tingkat Nasional dalam Lomba Cipta Menu belum lama ini. Tim dari PKK Kecamatan Adimulyo dan PKK Kabupaten mewakili provinsi Jawa Tengah. Menu andalan yang diusung kontingen Kebumen yaitu Nasi Uduk Sega Jagung, Tumis Teri Cabai Hijau, Rolade Sapi Kebumen, dan Kluban. (K24/THR)

SADANG, Kebumen24.com – Seorang Pelajar MTs Ma’arif Kecamatan Sadang Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, dilaporkan meninggal setelah merayakan pesta ulang tahun salah satu teman sekelasnya. Korban diketahui adalah Riyani (15), warga Desa Seboro Kecamatan Sadang. Korban meninggal setelah tenggelam saat akan membersihkan diri di sungai Sungai Luk Ula masuk Desa Wonosari Sadang.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman menjelaskan, peristiwa Naas itu terjadi pada hari Sabtu 7 Desember 2019, sekira pukul 13.30 Wib.
Saat itu ia bersama dengan tiga temannya bermaksud untuk membersihkan diri dari tepung yang menempel dibaju setelah perayaan Ultah Dewi di sekolahan. Namun karena kurang hati-hati, korban terpeleset sehingga masuk ke sungai dan tidak bisa berenang.

“ Saat dilakukan pencarian korban oleh warga sekitar yang melihat peristiwa itu, tak lama akhirnya ditemukan di dasar sungai. Namun pada saat ditemukan, korban sudah tidak sadar. Selanjutnya korban dilarikan ke Puskesmas namun tidak tertolong,” jelas Iptu Tugiman Minggu 8 Desember 2019.

Iptu tugiman menambahkan, bahwa Saat kejadian, debit air sungai sedang tinggi-tingginya karena beberapa hari terakhir Kecamatan Sadang diguyur hujan. Sungai Luk Ulo adalah salah satu sungai terbesar di Kabupaten Kebumen. Sementara dari hasil olah tempat kejadian perkara  yang dilakukan Polsek Sadang, pihaknya tidak menemukan tanda kejanggalan yang mengarah ke tindak pidana.

“Hasil olah TKP dan hasil pemeriksaan medis pada tubuh korban, korban meninggal bukan karena kasus pidana,” imbuhnya.

Informasi berhasil diperoleh, pagi ini korban akan dimakamkan oleh pihak keluarga. Korban adalah anak bungsu dari pasangan Khoeri dan Taslimah. Saat pemakaman, pihak keluarga menunggu Khoeri pulang merantau dari Jakarta. (K24/THR/W/

KARANGANYAR, Kebumen24.com – Jam dinding perannya kini mulai tergantikan adanya jam tangan maupun handphone. Akan tetapi, jam dinding justru membawa berkah luar biasa bagi Fhuad Irnaldi warga Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Karanganyar. Dimana, melalui bisnis pembuatan jam dinding kreasi dia mampu menembus pasar Asia.
Bisnis yang digeluti pemuda berusia 25 tahun mulai dirintis sejak 3 tahun silam. Berbekal pengetahuan dari bangku menengah kejuruan tepatnya SMK Komputer Karanganyar, ia mantap memulai bisnisnya. Ia awali usaha dengan foto custom, karikatur dan figura foto di daerah Kecamatan Karanganyar.
Lambat lain, berbekal keuletan dan tekad untuk belajar ia mampu merambah bisnis jam dinding. Jam dinding buatannya tentu berbeda dari umumnya, karena dibuat dengan desain khusus sesuai keinginan pemesan. Bukan saja bentuk, dalam jam dinding ini juga dapat dipasang foto sesuai dengan keinginan pelanggannya.
Fhuad sapaan akrabnya mengungkapkan, proses pembuatan jam dinding membutuhkan waktu satu hingga dua hari. Bergantung tingkat kerumitan desain dari pemesan. Mula-mula, Fhuad membuat desain dan mengedit foto sesuai dengan keinginan dari pelanggan.

“Setelah desain jadi, kemudian merangkai menjadi jam dinding. Untuk mesin jam sudah membeli,” katanya, Sabtu 7 Desember 2019.

 
Pemasaran produk, Fhuad menekankan dengan cara online baik melalui Facebook, WhatsApp maupun Instagram. Untuk mendapatkan jam dinding buatan Fhuad, dibanderol harga mulai Rp 75 ribu hingga Rp 300 ribu. Harga menyesuaikan tergantung tingkat kerumitan desain jam dinding.

“Kalau paling ramai saat musim hajatan, ulang tahun ataupun wisuda. Rata-rata omset setiap bulan Rp 5 sampai Rp 7 juta,” imbuhnya.

Fhuad mengaku, produknya sudah terjual hampir seluruh pulau di Indonesia termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Akan tetapi, pemasaran paling banyak untuk Jawa Barat dan Yogyakarta. Selain itu, produknya juga sudah terjual ke beberapa negara di Asia seperti Malaysia, Singapura, Korea, Hongkong dan Arab Saudi.

“Kalau untuk ke luar negeri, paling banyak ke Hongkong dan Arab Saudi. Kami juga masuk ke grup online pemasaran disana,” ucapnya (K24/THR/ARTA)