KEBUMEN, Kebumen24.com- Memasuki bulan suci Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kebumen cenderung mengalami penurunan.
Seperti pantauan Kebumen24.com di Pasar Tumenggungan Kebumen. Harga bawang putih yang semula Rp 40 ribu per kg, kini dijual dengan harga Rp 30 ribu. Begitu juga gula pasir, sebelumnya Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 18 ribu. Sementara telur, juga mengalami penurunan harga, yang semula Rp 24 ribu per kg saat ini dijual Rp 22 ribu.
Salah satu pedagang sembako, Nurudin (45) mengaku, fenomena penurunan harga menjelang Ramadhan merupakan hal yang tak biasa. Jika Ramadhan sebelumnya kenaikan harga tak dapat dihindari oleh para pedagang. Namun saat ini penjualan tampak lesu, sehingga berimbas pada penurunan omset.

 “Sudah mulai dua minggu lalu, ada juga berapa hari sebelumnya banyak kebutuhan pokok yang harganya turun,” ucap dia, Rabu, 22 April 2020.

Ia menerangkan, hal tersebut tidak terlepas dari dampak penyebaran virus corona. Semenjak masa pandemi Covid-19 menyelimuti seluruh wilayah termasuk Kebumen. Harga kebutuhan pokok menurutnya terlihat cukup dinamis.

“Lha wong keadaan seperti ini mau gimana lagi, biasanya banyak yang ke Pasar sekarang dirumah. Tapi kadang harga juga naik turun tidak tentu,” imbuhnya.

 

Tak hanya kebutuhan pokok, kata Nurudin, rempah-rempah yang belakangan diburu sebagai bahan jamu tradisional karena dinilai dapat menangkal Covid-19 juga mengalami penurunan.

“Kemarin banyak yang beli jahe, kunir, laos, temulawak. Pokoknya semenjak rame corona. Tapi sekarang yang sebelumnya Rp 60 ribu jadi Rp 40 ribu,” jelasnya.

Sementara, Wijiati (43) pedagang cabai mengungkapkan hal serupa. Ia menyebut, harga cabai rawit turun Rp 5 ribu per kg. Sebelumnya cabai rawit dijual Rp 30 ribu, kini menjadi Rp 25 ribu. Sedangkan cabai merah juga ikut turun harga menjadi Rp 20 ribu, sebelumnya berkisar Rp 30 ribu per kg. “Penyebabnya ya corona, karena yang biasa membutuhkan untuk bahan makanan buat kegiatan atau acara semua ditunda jadi peminatnya menurun,” paparnya.
Ia memprediksi, hingga menjelang lebaran tiba harga kebutuhan pokok khususnya cabe di Pasar Tumenggungan Kebumen akan relatif stabil. Terlebih, pemerintah telah melarang para perantauan untuk tidak melakukan mudik ke kampung halaman.

 Sampai lebaran bisa stabil, yang diharapkan kan perantauan pulang tapi tidak pulang. Jadi sampai lebaran masih stabil,” ucapnya.

Meski demikian, ada juga sejumlah kebutuhan pokok seperti bawang merah mengalami kenaikan. Jika sebelumnya hanya Rp 40 per kg, sekarang menjadi Rp 50 ribu per kg.
Ditemui saat berbelanja, salah satu pembeli Rahayu (52) berharap semakin sulitnya keadaan ekonomi saat ini. Ia berharap hingga memasuki lebaran harga kebutuhan pokok tidak ada lonjakan.

“Ya semoga saja mendekati lebaran bahkan sampai habis lebaran harga tetap normal, syukur bisa turun,” ujarnya. (Hfd/K24)
 

KEBUMEN, Kebumen24.com – Seorang Ibu rumah tangga warga Desa Jatimalang, Kecamatan Klirong, Kebumen, terpaksa dimankan oleh Tim Jajaran Kepolisian Polres Kebumen lantaran didiuga telah melakukan penganiayan terhadap bocah perempauan yang masih berusia lima tahun.
Tersangka inisial ST (29) ditahan atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tersangka diketahui adalah ibu tiri korban dari perkawinan siri dengan ayah kandung korban bernama Ahmad Barokah (35) warga Karawang, Bekasi pada Januari 2018 lalu.
Kasus dugaan penganiayaan terhadap bocah perempuan lima tahun yang dilakukan oleh ibu tirinya tergolong sadis hingga korban mengalami gegar otak dan harus dirawat di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, saat menggelar Konferensi Pers didampingi Kasat Reskrim AKP Mardi baru baru ini mengatakan, penyiksaan terhadap korbam terungkap pada Rabu, 4 Maret 2020, sekira pukul 06.00 wib. Saat itu korban terpeleset di kamar mandi ketika akan bersiap sekolah. Mendengar suara seperti orang terjatuh tersangka langsung menuju ke kamar mandi dan melihat korban sudah posisi jatuh terlentang sambil menangis.
Kemudian korban dibawa ke tempat tidur kemudian tersangka memberikan makan dan minum kopi dan korban sempat memakanya. Namun, tiba-tiba korban tidak sadarkan diri. Korban akhirnya dibawa ke RSUD dr Soedirman Kebumen. Saat itulah pihak rumah sakit yang melihat adanya kejanggalan luka lebam di tubuh korban, akhirnya berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

“Setelah dilakukan penyelidikan ternyata benar di kamar RSUD dr Soedirman Kebumen terdapat korban anak yang sedang menjalani perawatan dengan kondisi tidak sadarkan diri. Anggota Polres Kebumen melihat tersangka mencoba untuk kabur sehingga diamankan di Mapolres Kebumen untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

 

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka penganiayaan itu sudah berlangsung lama. Tersangka melakukan kekerasan dengan cara memukul menggunakan sebatang kayu pohon jambu sepanjang 50 cm dengan diameter 1 cm. Seluruh bagian tubuh korban menjadi sasaran amukan tersangka. Sebatang kayu jambu itu mengenai bagian paha, pantat, kaki, perut, punggung secara berulang kali.
Tersangka mengaku marah karena anaknya (red-korban) tidak langsung pulang ke rumah. Ternyata sejak sepulang sekolah korban berada di rumah gurunya bernama Tumini. Setelah menelpon, kemudian tersangka menjemput korban untuk mengajak pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, tersangka dan korban masuk ke dalam rumah. Di ruang TV, tersangka memarahi korban, lalu mengambil sebatang kayu pohon jambu sepankang 50 cm dengan diameter 1 cm yang tergeletak di lantai ruang TV. Tampa ampun tersangka memukul korban mengenai bagian paha, pantat, kaki, perut, punggung sebanyak berulang kali hingga tak terhitung dan mendorong korban hingga jatuh terjengkang.
 
Tak mengenal belas kasihan, teriakan bocah yang masih duduk di bangku TK itu tak dihiraukan. Bahkan tersangka juga menendang punggung korban hingga jatuh ke depan hingga jidat dan dahi terbentur lantai. Masih belum cukup, kemudian tersangka mencengkeram kedua pipi dan leher korban dengan menggunakan tangan kanannya hingga kedua pipi dan leher mengalami luka-luka.

“Saya emosi. Anaknya nakal susah diatur,” ujar tersangka saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Kebumen.

Akibat perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 44 ayat (2) Undang-undang RI No. 23 tentang penghapusan kekerasan fisik dalam rumah tangga. Tersangka diancam hukuman penjara paling lama 10 tahun atau denda Rp 30 juta. (K24/ARTA)

PREMBUN, Kebumen23.com – Komunitas Pegiat Heritage Prembun secara tegas menolak adanya rencana pembongkaran bekas Gedung Administrasi Pabrik Gula Premboen. Sebagai bentuk penolakan, para pecinta sejarah yang tergabung dalam Komunitas Pusaka Prembun (KUPU) memasang spanduk penolakan.  Komunitas ini juga menggalang dukungan atas kelestarian bangunan ex Remboen Sukerfabriek atau pabrik gula Prembun tersebut.
Berkaitan dengan penataan ulang bangunan dan lahan sekolah, tersiar kabar Gedung yang kini menjadi bagian dari SMP Negeri 1 Prembun itu, rencana akan bongkar. Bahkan, dikabarkan pula proses lelang pembongkaran gedung telah selesai dilaksanakan. Adapun proses eksekusinya hanya tinggal menunggu waktu saja dan akan dilaksanakan oleh pemborong.
Komunitas Pegiat Heritage Prembun Sri Kusumastuti menyayangkan Jika sampai gedung tersebut dirobohkan. Hal itu mengingat gedung tersebut memiliki nilai sejarah. Menurutnya gedung itu merupakan salah satu bukti penting keberadaan pabrik gula di Wilayah Kecamatan Prembun.

“Kami sangat menyayangkan, karna gedung Ini menjadi bukti, bahwa dulu di sini pernah ada pabrik gula. Gedung ini bersejarah. Sayang kalau dibongkar,” tuturnya, baru baru ini.

Dijeaslkan Sri, bangunan tersebut merupakan sebuah potensial cagar budaya. Dalam hal ini pihaknya juga mengklaim telah mendapatkan dokumen dari Balai Cagar Budaya Jawa Tengah. Untuk itu seharusnya Pemkab Kebumen mendasarkan kebijakannya pada dokumen tersebut.

  “Bangunan Ini sudah masuk sebagai potensial cagar budaya,” jelasnya.

Sebagai langkah penolakan, Komunitas Heritage Prembun pun menggalang petisi secara online. Bahkan Bukan itu saja, ,mereka juga membentangkan spanduk penolakan berisi tanda tangan warga.  Selain itu, pihaknya sudah mencoba berkomunikasi dengan Balai Pelestari Cagar Budaya dan Pemkab Kebumen.

“Sampai saat ini, kami masih menunggi respon konkrit dari Pemkab Kebumen,”imbuhnya.

Sementara itu, Pengamat Heritage Teguh Hindarto pun mengakui pelestarian aset heritage khususnya bangunan, memiliki banyak tantangan. Tuntutan kebutuhan ruang seringkali mengharuskan memakan korban bangunan lama. Menurutnya harus ada pemahaman bersama semua pihak, bahwa tak bisa dihindari akan ada peninggalan yang terpaksa mengalah.

“Saya berharap pemerintah daerah membuka komunikasi yang melibatkan semua pihak. Hanya dengan cara ini kita bisa menemukan solusi yang bisa mewadahi banyak kepentingan, sekalipun mungkin belum otimal,” ungkapnya. (K24/ARTA)

KARANGANYAR, Kebumen24.com – Satriyo Kuncoro Budi Prajaningtyas pria berusia 26 tahun asal Kelurahan Panjatan Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen kini tengah merintis usaha dibidang jual beli Handphone.
Satriyo mengatakan alasanya memilih menekuni usaha seperti ini berawal dari keinginannya dulu untuk bisa membeli hp baru dengan cara tukar tambah, dan lama kelamaan dirinya tekuni sehingga bisa mendirikan sebuah counter handphone sendiri.

 “Saya dulu pengin punya HP baru untuk diri sendiri, kemudian coba tukar tambah eh kok laku, aku coba lagi trerus jadi seneng dan aku tekuni”, kata Satriyo, saat ditemui di Counter Hpnya, Sabtu 14 Maret 2020.

 
Dia menceritakan, Pada tahun 2013 lalu ia mulai menekuni usaha jual beli HP second via daring. Awalnya ia hanya memanfaatkan berbagai social media dan memperbanyak relasi guna memasarkan barangnya.
Seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya pengguna Smartphone, untuk mempermudah dalam proses transaksi akhirnya pada tahun 2018 dirinya memutuskan untuk membangun sebuah Counter Handphone di depan rumahnya sendiri yaitu jalan raya Karanganyar – Gombong tepatnya di sebelah timur SD Negeri 2 Panjatan. Kini usahanya terus berkembang, dirinya kini dibantu 2 orang karyawan yang merupakan warga sekitar.
Meski usaha semacam ini sudah menjamur, namun dirinya tetap optimis menjalani usahanya. Selain mengedepankan pelayanan prima ke stiap pelanggan, dirinya nuga giat melakukan promo di berbagai medsos serta membuat promo promo menarik di momen momen tertentu guna menarik pelanggan baru.

“Ya kita tetap optimis sih mas, yang penting kita berikan pelayanan terbaik, dan gencarin di promonya”, imbuhnya.
 

Satriyo juga menambahkan,  dirinya sangat bersyukur dari usahanya yang digelutinya tersebut mampu mengantarkannya lulus sebagai seorang sarjana. Hebatnya lagi, dirinya juga kini telahmnggandeng pihak ketiga untuk masalah pembayaan bagi para konsumen. Yaitu konsumen bisa melakukan pembayaran dengan cara dicicil atau kridit. (K24/ARTA)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Dalam rangka memperingati HUT ke 40 Yayasan Kemala Bhayangkari dan menyongsong Hut Bhayangkara ke 74 tahun 2020, Polres Kebumen bersama dengan PMI Kabupaten Kebumen menggelar kegiatan donor darah yang diikuti oleh Ratusan Personel Polres Kebumen. Mereka dengan secara sukarela mendaftarkan diri ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
Dalam acara yang digelar usai apel pagi di Mapolres Kebumen, Jumat 13 Maret 2020 itu, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan didampingi Waka Polres Kompol Prayudha Widiatmoko, terlihat ikut mengantre bersama dengan para personel dan Bhayangkari menunggu giliran diambil darahnya oleh petugas PMI.
Para personel mengantre sejak pagi, dan dilakukan pengecekan kesehatan sebelum melakukan dono darah. Selanjutnya personel yang dinyatakan sehat dan aman, bisa mengikuti donor darah di mobil donor darah milik PMI yang diparkir di samping lapangan tennis indoor Polres Kebumen.
Ada beberapa personel Polres Kebumen tidak bisa ikut donor darah karena memiliki tensi darah rendah. Para personel itu karena kurang istirahat baru pulang dari tugas piket malam.
Dijelaskan Kapolres Kebumen, kegiatan donor darah tersebut bertujuan sebagai bentuk kepedulian Polres Kebumen akan minimanya stok kebutuhan darah di Kabupaten Kebumen.

” Semoga dari kegiatan ini, Polres Kebumen bisa memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Kebumen,” kata AKBP Rudy.

Sementara itu, Salah satu petugas PMI, Nabil, menyambut baik gerakan donor darah dari Polres Kebumen. Terlebih stok darah khusus golongan A dan O sangat minim lantaran banyak warga masyarkat terjangkit penyakit DBD di wilayah Kebumen.

“Semoga dengan adanya donor darah ini (di Polres Kebumen), dapat merangsang masyarkat untuk ikut menjadi pendonor darah sukarela di Kebumen,” kata Nabil. 9K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Banyaknya kesibukan dan rutinitas yang cukup tinggi, tentu biasanya akan berpengaruh pada kondisi kesehatan tubuh seseorang karna lelah dan stamina yang menurun. Akan tetapi sepertinya hal itu tidak berlaku bagi orang nomor dua di Kabupaten Kebumen ini. Meski memiliki kesibukan yang cukup padat, akan tetapi hampir setiap harinya Wakil Bupati H. Arif Sugiyanto selalu bugar dan berstamina. 
Hal itu ternyata tak terlepas dari kebiasaannnya dengan menjaga pola makan yang sehat dan berolahraga. Salah satunya yaitu rajin bersepada.
Seperti yang dilakukan di sela sela kesibukanya, Jumat 13 Maret 2020. Bersama Istri tercintanya dan para Komunitas pecinta Sepeda Onthel Kebumen, Wakil Bupati Kebumen melakukan Gowes bareng hingga menempuh jarak kurang lebih 20 kilometer.
Pada kesempatan itu, kegiatan juga diikuti oleh Asisten 1 Heri Setiyanto, Staf Ahli Bupati Rini Kristiani, Kadinas PU Haryono Wahyudi, Kadinas Dispermades Frans Haidar dan Kabapenda M.Fauzi. Adapun start diambil dari depan Rumah Dinas Wakil Bupati pada pukul 06.00 pagi, dengan rute menuju Obyek Wisata Pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen.
Selama di perjalanan, Wakil Bupati bersama rombongan tampak bersemangat mengayuh sepeda meskipun menempuh jarak yang cukup jauh.
Selain untuk menjaga kebugaran tubuh agar tetap sehat dan bugar, Wakil Bupati disela sela kegiatannya mengatakan, dilaksanakanya Gowes ini juga sekaligus untuk mengajak masyarakat agar selalu rajin berolahraga dengan harapan hidup akan semakin sehat.
Menurutnya, bersepeda merupakan kegiatan yang menarik dan sering Ia lakukan di setiap waktu senggang. Apalagi dilakukan saat pagi hari bisa membuat tubuh menjadi lebih segar.

 ” Bersepeda merupakan hal yang unik dan menarik apalagi dilakukan di pagi hari bisa membuat tubuh kita segar dan bugar. Untuk itu saya berharap masyarakat juga bisa membiasakanya, “ujar Wabup.

Dikatakannya, udara pagi bisa membuat kembali bersemangat dalam beraktivitas dan memberikan energi yang positif. Apalagi dalam gowes kali ini menuju ke pantai wisata Petanahan dan di tempat tersebut sudah bagus dan tertata rapi.

” Pagi pagi gowes bisa untuk nambah semangat dalam menjalani aktivitas apalagi ini tujuannya pantai wisata petanahan,”Imbuhnya. (K24/IMAM)


KEBUMEN-Kebumen24.com- Sebagai salah satu alat kerja dalam pengawasan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen. Bawaslu Kebumen telah memetakan potensi kerawanan melalui Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). Dalam IKP tersebut, Kabupaten Kebumen mendapat kategori kerawanan sedang dengan skor kerawanan 46,84 atau level 3.
Anggota Komisioner Bawaslu Kebumen Badruzzaman menyampaikan, kategori kerawanan sedang ini berarti terdapat atau hampir setengah potensi kerawanan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati  Kebumen mendatang berpotensi bakal terjadi.

 “Bukan berarti kategori kerawanan sedang kita ayem. Jadi semua harus kita antisipasi. Isu strategis juga dapat mempengaruhi kategori kerawanan sedang kita dan faktor lain seperti dinamika di masyarakat yang menjadi pembicaraan publik,” terang dia, saat launching IKP Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen, Selasa, 10 Maret 2020.

Badruzzaman menyebutkan, level kerawanan dalam IKP pada Pilkada 2020 ini terbagi 6 yaitu level 1 (skor lebih kecil dari 36,12) yang berarti sebagian kecil indikator kerawanan berpotensi terjadi. Level 2 (skor 36,13 – 43,06) yang berarti sebagian indikator kerawanan berpotensi terjadi. Level 3 (skor 43,07 – 50,00) yang berarti hampir setengah indikator kerawanan berpotensi terjadi. Level 4 (skor 50,02 – 56,94) yang berarti lebih dari setengah indikator kerawanan berpotensi terjadi. Level 5 (skor 56, 95 – 63,88) yang berarti sebagian besar indikator kerawanan berpotensi terjadi. Level 6 (skor lebih dari 63,88) yang berarti seluruh indikator kerawanan berpotensi terjadi.
Sebagai bahan pijakan menghadapi Pilbup, IKP ini merupakan hasil dari penelitian Bawaslu sebelumnya, mulai dari Pemilihan tahun 2015 atau pemilihan terakhir ditingkat kabupaten serta data pemilihan Gubernur 2018 dan Pemilihan Umum 2019. Secara nasional, IKP 2020 ini merupakan penyempurnaan dari IKP-IKP sebelumnya yaitu IKP 2015, 2017, 2018 dan IKP 2019.

“Semua alat kerja pengawasan yang didalamnya terdapat dimensi dan sub dimensi berangkat dari sini,” jelasnya.

Angka tersebut diambil dari pengukuran atas empat dimensi dan 15 subdimensi yang mencerminkan kerawanan penyelenggaraan pemilihan. Empat dimensi yang diukur dalam IKP Pilkada 2020 adalah Dimensi Sosial dan Politik (DSP) dengan subdimensi relasi kekuasaan tingkat lokal, otoritas penyelenggara negara, otoritas penyelenggara pemilihan dan keamanan.
Kemudian, Dimensi Pemilihan yang Bebas dan Adil (DPBA) dengan subdimensi hak pilih, kampanye peserta, pemungutan suara, ajudikasi keberatan peserta/calon, pengawasan pemilihan. Selain itu Dimensi Kontestasi (DK) dengan subdimensi hak politik, proses pencalonan, kampanye calon. Serta Dimensi Partisipasi (DP) dengan subdimensi partisipasi pemilih dan partisipasi partai politik.
Lebih detil, ia memaparkan mengenai skor IKP empat dimensi untuk kabupaten Kebumen yakni DSP (44,32), DPBA (42,60), DK (43,98), DP (65,15). Jika melihat data perdimensi, maka di kabupaten Kebumen yang paling berpotensi rawan adalah Dimensi Partisipasi yang rendah, disusul Dimensi Sosial Politik, kemudian Dimensi Kontestasi atau kompetisi/persaingan dan yang terakhir Dimensi Pemilihan yang Bebas dan Adil.

“IKP ini adalah alat untuk mengetahui dan mengidentifikasi ciri, karakteristik dan kategori kerawanan. Juga sebagai alat pemetaan, pengukuran potensi, prediksi dan deteksi dini sehingga di Pilkada tidak terjadi lagi,” paparnya.

Dikatakan Badruzzaman, upaya pencegahan dini telah dilakukan Bawaslu Kebumen seperti mengirimkan surat himbauan tertulis kepada Bupati Kebumen tentang larangan mutasi jabatan selama enam bulan sebelum pencalonan, kecuali atas izin menteri pada awal Januari 2020. Lebih lagi, himbauan tertulis mengenai netralitas ASN telah dilayangkan melalui Sekda Kebumen. Tidak ketinggalan mengenai netralitas TNI, Polri dan Kepala Desa dan perangkat dalam Pilkada mendatang.

 “Pasca melaunching hari ini, kita akan mengundang pihak terkait untuk mentransfer apa yang jadi pijakan kita,” pungkasnya. (K24/Hfd)

KEBUMEN, Kebumen24.com- Sejumlah produsen gula di Kebumen sedang berada pada titik tersulit menghadapi kehilangan potensi pendapatan. Hal itu disebabkan belakangan ini suplai bahan baku gula rafinasi untuk dijadikan olahan gula merah sangat terbatas.
Salah satu produsen gula merah Teguh Heriyanto (33) mengungkapkan, sejak delapan tahun menggeluti dunia usaha produksi gula olahan. Baru kali ini ia mengalami kesulitan mencari bahan baku. Terlebih, keadaan semakin parah seiring meroketnya modal yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku.
‘Kekurangan bahan baku mulai memasuki bulan Januari. Sebelumnya tidak pernah seperti ini, paling telat satu atau dua hari,” ungkap dia, saat ditemui Sabtu, 7 Maret 2020.
Disebutkan, meski para produsen tetap melakukan produksi, namun intensitas produksi tidak seperti biasa. Jika sebelumnya, setiap hari ia mampu mengolah gula rafinasi sebanyak 2 ton sedangkan untuk saat ini rata-rata hanya mencapai 3 kwintal per hari.

 “Semua yang produksi merasakan sama. Per hari bisa 2 ton, sekarang stok itu untuk satu minggu,” jelasnya.

 
Produsen gula merah yang merupakan warga Desa Wanadadi, Kecamatan Buayan tersebut merasa perihatin dengan keadaan ini. Kelangkaan pasokan bahan baku tidak hanya berdampak pada omset penghasilan. Melainkan usaha yang ia geluti juga menjadi penopang mata pencaharian tujuh orang pekerja.
Dari omset 25 juta sekarang menurun separuhnya. Pertimbangan lain yang kerja juga jadi kurang tidak stabil, kita juga memikirkan. Sehari kemarin bisa dapat Rp 100 ribu, sekarang jadi Rp 20-40 ribu,” terang Teguh.
Ia menambahkan, persoalan ini dapat menjadi atensi pemerintah dalam menentukan kebijakan yang bertumpu pada kepentingan pelaku usaha. Mengingat potensi hasil produksi gula merah khas Kebumen cukup menjanjikan. Buktinya, pangsa pasar gula merah Kebumen hampir merambah seluruh wilayah di Jawa Tengah bahkan hingga Jawa Timur.

“Mungkin dari pemerintah ada peninjauan langsung, biar tahu kendala dibawah seperti apa. Kami tidak minta lebih tapi bisa berjalan stabil karena area pemasaran kita sudah sampai Jogja, Semarang, Purworejo, Salatiga paling jauh Magetan,” paparnya.

 
Diketahui, Koperasi Swadaya Mandiri Perkasa (SMP) Perwakilan Kebumen selaku wadah pelaku usaha produsen gula merah sejak beberapa bulan terakhir mengalami pemangkasan 65% pasokan bahan baku gula rafinasi dari Kementerian Perdagangan. Koperasi yang membawahi empat Kabupaten yakni Kebumen, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara ini setiap minggu dijatah hanya 35 ton untuk mencukupi 60 anggota.

“Dari sekian banyak koperasi hanya tujuh yang diberi kepercayaan untuk mendistribusikan gula ravinasi dari Kementerian Perdagangan. Dengan adanya ini, banyak dapur yang tidak ngebul,” ucap Kepala Unit Koperasi SMP, Anwar Musthofa.

Diterangkan, pemangkasan itu dirasakan setelah adanya kebijakan baru dari Kementerian terkait yang mengatur mengenai pendistribusian gula rafinasi. Meski demikian, pihaknya terus berupaya mencari jalan terbaik untuk menjaga keberlangsungan pelaku usaha.

“Kita masih menunggu regulasi baru dari Kementerian Perdagangan yang mengatur distribusi bahan baku melalui koperasi kepada anggota. Dari koperasi sebisa mungkin mencukupi kebutuhan mereka,” tutupnya. (K24/Hfd)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Petugas Kepolisian Polres Kebumen berhasil membekuk dua orang pelaku penjual judi togel berinisial AP (55), warga Desa Karanggayam, dan MS (67) warga desa Karangmaja, Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen. Keduanya ditangkap saat sedang merekap hasil penjualan togel dari dua tempat yang berbeda.
Kapores Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan, saat menggelar Konferensi Pers Rabu 5 Maret 2020 kemarn menjelaskan, pengungkapan kasus itu berawal adanya informasi dari masyarakat kepada petugas. Selain kedua palku, dari penangkapan tersebut petugas juga berhasil mengamanakan barang bukti uang tunai sebesar Rp 728.000 dan Rp 27.000, serta sebonggol bukti penjualan togel.

‘’Berawal adanya infromasi masyarakat kemudian kita lakukan penyelidikan hingga akhirnya berujung pada penangkapan,’’ungkap Kapolres.


Adapun transaksi Judi Togel tersebut, para pembeli rata rata datang ke rumah tersangka. Para pembeli togel itu kemduian diberi kupon sebagai bukti membeli togel oleh tersangka. Selanjutnya nomor togel yang dbeli disetorkan kepada seorang bandar judi yang statusnya kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

‘’Dalam transaksinya, para pembeli akan di beri kupon oleh tersangka, dan Selanjutnya disetorkan kepada seorang bandar judi yang statusnya kini masih buron,’’imbuh AKBP Rudy.

Sementara untuk Omset penjualan togel tersebut, kedua tersangka mengaku mendapatkan keuntungan rata rata 1 juta rupiah per hari dari penjulan itu.
Kapolres menegaskan, bahwa pihaknya telah berkomitmen akan memberantas segala bentuk penyakit masyarakat, termasuk segala jenis perjudian di Kabupaten berselogan Beriman ini. (K24/THR)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.