SEJARAHUncategorized

Menelusuri Sejarah Desa Bumiharjo Klirong: Hasil Penggabungan Empat Desa hingga Menjadi “Bumi yang Makmur”

346
×

Menelusuri Sejarah Desa Bumiharjo Klirong: Hasil Penggabungan Empat Desa hingga Menjadi “Bumi yang Makmur”

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Bumiharjo yang terletak di Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang sarat nilai persatuan. Desa ini terbentuk dari penggabungan empat desa yang sebelumnya berdiri sendiri dan memiliki pemerintahan masing-masing.

Berdasarkan catatan sejarah desa, sebelum tahun 1923 terdapat empat desa, yakni Desa Pangakalan, Desa Klangkungan, Desa Binangun, dan Desa Kreteg. Masing-masing desa dipimpin oleh lurah dengan wilayah administratif yang berbeda.

Desa Pangakalan dipimpin oleh Haji Abdul Ghani dengan wilayah Senthong dan Kemangunan. Desa Klangkungan dipimpin oleh Hardjosentiko dengan wilayah Klangkungan. Sementara itu, Desa Binangun dipimpin oleh Haji Dul Salam yang meliputi wilayah Binangun dan Kreteg Kidul. Adapun Desa Kreteg dipimpin oleh Raden Karto Warsito yang mencakup wilayah Kreteg Lor serta sebagian Kreteg Kidul.

Pada tahun 1923, keempat desa tersebut resmi digabungkan menjadi satu desa dengan nama awal Mangunharjo. Seiring waktu, nama tersebut kemudian diubah menjadi Bumiharjo yang memiliki makna “bumi yang makmur”.

Dalam perjalanan sejarahnya, Desa Bumiharjo juga sempat mengalami beberapa kali perpindahan wilayah administratif kecamatan pada rentang tahun 1923 hingga 1950. Desa ini pernah masuk wilayah Kecamatan Petanahan dan Kecamatan Sruweng di bawah Kawedanan Karanganyar. Selanjutnya, Bumiharjo juga sempat menjadi bagian dari Kecamatan Pejagoan di bawah Kawedanan Pejagoan, sebelum akhirnya menetap di wilayah Kecamatan Klirong hingga saat ini.

Dari sisi kepemimpinan, Desa Bumiharjo telah dipimpin oleh sejumlah tokoh sejak awal berdirinya. Kepemimpinan pertama dipegang oleh Haji Abdul Ghani pada periode 1923–1932. Kemudian dilanjutkan oleh Mikun Harjo Prawiro (1932–1944) dan Saliman (1944–1950).

Selain itu, terdapat pula beberapa periode kepemimpinan pejabat sementara (Pj) pada tahun 1950–1963, 1966–1967, 1980–1981, 1989–1990, serta 1998–1999. Sementara lurah definitif yang pernah memimpin antara lain Mardun (1963–1966), Sudarmin (1967–1980), Darsino (1981–1989), Bondan (1990–1998), Darsino kembali menjabat (1999–2007), dan Sulatomo (2007–2019).

Rangkaian sejarah tersebut menjadi fondasi penting dalam pembangunan Desa Bumiharjo hingga berkembang seperti sekarang. Semangat persatuan dari empat desa yang menyatu menjadi satu wilayah menjadi cerminan makna nama Bumiharjo sebagai “Bumi yang Makmur”.

Sumber: Website resmi Desa Bumiharjo.


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.