SOSIAL

Orderan Kembang-Kempis, Seorang ASN Di Kebumen Berdayakan Penjahit Disabilitas Produksi Masker Kain

1052
×

Orderan Kembang-Kempis, Seorang ASN Di Kebumen Berdayakan Penjahit Disabilitas Produksi Masker Kain

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com- Mewabahnya virus corona atau Covid-19 menyebabkan ketersediaan masker menjadi langka di pasaran. Hal ini mendorong Wahyu Siswati, sosok ASN di lingkungan Pemkab Kebumen memberdayakan sejumlah konveksi dan penjahit penyandang disabilitas memproduksi masker kain untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Wahyu, sapaan akrabnya menjelaskan, dalam rangka pemenuhan kebutuhan masker oleh masyarakat Kebumen dibutuhkan keterlibatan sektor usaha untuk memproduksi masker. Terlebih, seiring mewabahnya virus corona, Pemerintah telah mewajibkan pengenaan masker bagi masyarakat yang hendak beraktifitas sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kalau tidak ada sinergitas yang apik, saya kira wabah ini masih akan betah berlama-lama disini,” ucap dia, disela kegiatan bagi masker, Minggu, 12 April 2020.
 

Pada kesempatan itu, sebanyak 2020 lembar masker kain dibagikan kepada tukang becak, pedagang, ojek online dan juru parkir di jantung Kota Kebumen. Sebelumnya, ia juga membagikan ke sejumlah posko pencegahan Covid-19 yang tersebar di wilayah Kebumen.

“600 lembar masker sudah diminta posko di desa. Selebihnya kita bagikan ke masyarakat yang terlihat belum mengenakan masker. Itupun dalam waktu sekitar satu jam habis,” jelasnya.

 
Ia menerangkan, masker kain tersebut sebagian dihasilkan kelompok penjahit yang merupakan penyandang disabilitas di salah satu binaan. Mereka telah difasilitasi mesin jahit khusus dan sudah berpengalaman dalam bidang konveksi khususnya menjahit.

“Jadi saya rasa, dengan treatmen seperti ini banyak yang dapat merasakan kemanfaatannya. Penjahit juga kebagian rezeki walau tak seberapa, masyarakat juga terlindungi dengan masker yang kita bagikan,” imbuhnya.

Wahyu meminta kepada konveksi dan penjahit penyandang disabilitas ini untuk menghasilkan masker kain sesuai dengan standar anjuran pemerintah. Standar masker tersebut juga tidak hanya menutupi hidung melainkan hingga dagu serta menggunakan kain berkualitas.

  “Kita kan memang sudah tidak dianjurkan menggunakan masker medis. Sebisa mungkin saya minta tidak hanya sekedar masker, tapi memang harus sesuai standar,” tegasnya.

 
Hal yang mendasari rasa keprihatinan atas kondisi saat ini. Ia rela merogoh kocek untuk memberdayakan mereka yang mengalami dampak ekonomi.

 “Karena keterbatasan saya ini kan dana pribadi. Jadi tidak menyentuh keseluruhan. Padahal siang ini kita bagi masih banyak yang tidak kebagian,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa produksi masker kain yang diminta seiring dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan bagi masyarakat yang hendak beraktifitas untuk menggunakan masker sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Hal ini bertujuan mengajak dan mengedukasi masyarakat.

“Masih banyak masyarakat yang belum peduli pentingnya memakai masker. Saya harapkan masyarakat ini mau sadar dan sayang terhadap dirinya maupun orang lain meski sedang sibuk bekerja,” harapnya.
 

Wahyu meminta kepada pelaku usaha yang bergerak di bidak konveksi serta kaum disabilitas yang memiliki ketrampilan menjahit ini tidak patah arang ditengah merebaknya wabah Covid-19. Hasil masker kain ini sebagai alih produksi dimana, kata Wahyu, order jahit pakaian untuk saat ini cukup sepi.

“Sebelum masa pandemi ini orang-orang kan ngantri pesan jahit pakaian apalagi menjelang lebaran. Sekarang merasakan serba sulit. Maka saya meminta bantuan mereka untuk produksi masker,” ucapnya.

Hal lain yang ditekankan olehnya, baik dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kebumen maupun elemen lain agar tidak bosan memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahaya Covid-19. Menurutnya, ini penting dilakukan mengingat kesadaran masyarakat untuk melakukan serangkaiam upaya pencegahan Covid-19 dinilai masih rendah.

“Saya khawatir melihat aktifitas di ruang publik, masih banyak dengan santai tanpa menggunakan masker. Maka butuh sentuhan apakah itu dari gugus tugas atau yang lain untuk terjun langsung memberikan pemahaman kepada mereka hingga tingkat desa,” tutupnya. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.