KEBUMEN, Kebumen24.com – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Kebumen. Dalam dua hari berturut-turut, kebakaran lahan kembali terjadi. Kali ini, api melalap kawasan hutan pinus milik Perum Perhutani di Kecamatan Karanggayam dan memaksa petugas berjibaku melakukan pemadaman secara manual.
Peristiwa kebakaran terjadi di Petak 121 J, Dukuh Situ, Desa Karanggayam, Kecamatan Karanggayam, Jumat (7/8/2026). Sekitar 0,25 hektare lahan yang ditanami pohon pinus hangus terbakar.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 11.45 WIB setelah Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Karanggayam, Budi Yuwono, menerima laporan dari warga. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Polsek Karanggayam dan Pemerintah Desa Karanggayam.
Tak butuh waktu lama, personel Polsek Karanggayam bersama petugas Perhutani, perangkat desa, dan warga langsung bergerak menuju lokasi. Namun medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri. Lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman dan tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat, sehingga seluruh proses pemadaman dilakukan secara manual.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, seluruh unsur yang terlibat bahu-membahu memadamkan api agar tidak merembet ke kawasan hutan lainnya.
“Petugas bersama Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat langsung melakukan pemadaman secara manual,” ujar AKBP Putu, Jumat (7/8/2026).
Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil sementara, kebakaran diduga dipicu kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi mengering sehingga sangat mudah terbakar. Meski demikian, lokasi kebakaran yang jauh dari permukiman membuat api tidak sampai mengancam rumah-rumah warga.
Kebakaran Kedua dalam Dua Hari
Insiden di Karanggayam menambah daftar kebakaran lahan yang terjadi di Kebumen selama musim kemarau. Sehari sebelumnya, Kamis (6/8/2026), kebakaran juga melanda kawasan pegunungan Dukuh Lengkong, Desa Kalijaya, Kecamatan Alian.
Peristiwa yang diketahui sekitar pukul 17.30 WIB itu langsung direspons cepat oleh aparat gabungan dari Polsek Alian, Koramil Alian, BPBD Kebumen, Dinas Pemadam Kebakaran, pemerintah desa, serta warga sekitar.
Api memang berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian, namun kobaran api telanjur menghanguskan lahan seluas kurang lebih dua hektare yang dipenuhi rumput ilalang dan dedaunan pohon jati yang telah mengering.
Berbeda dengan kebakaran di Karanggayam yang diduga dipicu kemarau panjang, penyebab pasti kebakaran di Kalijaya hingga kini masih dalam penyelidikan.
Dua kejadian kebakaran dalam waktu berdekatan menjadi peringatan bahwa risiko kebakaran lahan selama musim kemarau semakin tinggi. Rumput dan dedaunan kering membuat api mudah menyebar, terutama di kawasan hutan maupun perbukitan.
Kapolres Kebumen mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sebelum kobaran api meluas.
“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar bisa ditangani secepat mungkin,” tegas AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















