Komunitas

Gandeng Dinsos Jateng dan UNICEF, YBCK Siapkan Gerakan Besar Perkuat Pengasuhan Anak dan Ketahanan Keluarga

45
×

Gandeng Dinsos Jateng dan UNICEF, YBCK Siapkan Gerakan Besar Perkuat Pengasuhan Anak dan Ketahanan Keluarga

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, Kebumen24.com – Upaya membangun keluarga yang tangguh dan melahirkan generasi Indonesia berkualitas terus diperkuat. Yayasan Bina Cinta Keluarga (YBCK) menggandeng Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan UNICEF untuk membangun gerakan kolaboratif yang berfokus pada penguatan pengasuhan anak, ketahanan keluarga, serta perlindungan anak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Jumat (7/8/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga internasional dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga yang semakin kompleks.

Ketua Yayasan Bina Cinta Keluarga, Prof. Azam Syukur Rahmatullah, hadir didampingi Tim Humas YBCK, Ilham Sahreza, S.H. Dalam kesempatan itu, Prof. Azam memaparkan berbagai program strategis yang telah dijalankan yayasan, mulai dari pendidikan parenting berbasis nilai-nilai Islam dan psikologi, penguatan ketahanan keluarga, pendampingan keluarga rentan, edukasi perlindungan anak, pelatihan bagi orang tua dan calon orang tua, hingga pengembangan desa binaan keluarga sehat.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia saat ini tidak lagi sederhana. Persoalan seperti konflik rumah tangga, pola pengasuhan yang kurang tepat, meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, hingga dampak negatif perkembangan teknologi memerlukan solusi yang terintegrasi dan melibatkan banyak pihak.

“Persoalan keluarga saat ini semakin kompleks. Berbagai tantangan seperti konflik rumah tangga, pola asuh yang kurang tepat, kekerasan terhadap anak, hingga pengaruh negatif perkembangan teknologi membutuhkan penanganan yang komprehensif. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak agar gerakan penyehatan keluarga dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujar Prof. Azam.

Selain memperkenalkan program yang telah berjalan, audiensi juga membahas peluang kerja sama dalam pengembangan program peningkatan kualitas pengasuhan anak, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penguatan kesehatan mental keluarga, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga.

Prof. Azam berharap sinergi yang dibangun bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan UNICEF tidak berhenti pada tahap diskusi, tetapi mampu melahirkan program-program nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin Yayasan Bina Cinta Keluarga menjadi pusat gerakan penyehatan keluarga yang mampu mempertemukan kekuatan akademisi, pemerintah, organisasi sosial, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan keluarga Indonesia yang harmonis, tangguh, serta mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Drs. Imam Maskur, M.Si., menyambut positif inisiatif YBCK. Menurutnya, penguatan ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam menciptakan kesejahteraan sosial sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia menilai visi yang dibawa YBCK selaras dengan upaya pemerintah dalam memperkuat fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak.

“Kami mengapresiasi kehadiran Yayasan Bina Cinta Keluarga yang memiliki perhatian besar terhadap isu keluarga dan anak. Apa yang dipaparkan hari ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak,” ujar Imam Maskur.

Ia menambahkan, berbagai persoalan sosial seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, pengasuhan yang belum optimal, hingga masalah kesehatan mental keluarga tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri.

“Karena itu kami sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi masyarakat, akademisi, dan mitra internasional seperti UNICEF. Semangat gotong royong dan sinergi menjadi kunci agar program-program yang dijalankan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam audiensi tersebut, YBCK juga menawarkan sejumlah bidang kerja sama strategis. Pada sektor rehabilitasi sosial, kolaborasi diarahkan pada pembinaan anak terlantar, penguatan kapasitas Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti asuhan melalui pembinaan pengasuh dan layanan konseling, perlindungan anak yang membutuhkan pelayanan khusus, serta rehabilitasi sosial bagi anak yang menghadapi berbagai permasalahan.

Sementara di bidang pemberdayaan sosial, kerja sama difokuskan pada penguatan kemitraan dengan yayasan, organisasi sosial, dan lembaga masyarakat, peningkatan kapasitas lembaga sosial, pembinaan relawan sosial, serta pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga.

Menutup pertemuan tersebut, Imam Maskur berharap komunikasi yang telah dibangun dapat segera ditindaklanjuti menjadi program kerja yang konkret.

“Kami berharap audiensi ini menjadi langkah awal yang baik untuk membangun kemitraan yang konkret. Jika disinergikan dengan program pemerintah dan dukungan berbagai pihak, kami optimistis gerakan penyehatan keluarga dapat semakin kuat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Tengah maupun Indonesia,” pungkasnya.(K24/ILHAM).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.