POLRES kebumen

Edukasi AI di MAN 2 Kebumen, Polres Dorong Pelajar Kritis Hadapi Hoaks dan Deepfake

×

Edukasi AI di MAN 2 Kebumen, Polres Dorong Pelajar Kritis Hadapi Hoaks dan Deepfake

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat, kemampuan berpikir kritis menjadi bekal penting bagi pelajar. Sebab, foto, video, hingga suara yang terlihat dan terdengar nyata kini dapat dibuat atau dimanipulasi dengan bantuan teknologi AI.

Pesan tersebut disampaikan Polres Kebumen saat menggelar pelatihan AI bagi siswa kelas X MAN 2 Kebumen, Selasa (15/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital pelajar agar mampu menggunakan teknologi secara bijak sekaligus menyaring informasi yang beredar di media sosial.

Program tersebut merupakan bagian dari Polres Kebumen Paham AI, yang dirancang tidak hanya untuk mengenalkan pemanfaatan AI kepada pelajar, tetapi juga membangun kemampuan mereka dalam mengenali informasi palsu, hoaks, dan konten hasil rekayasa digital.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, perkembangan AI membuat batas antara informasi asli dan hasil rekayasa semakin sulit dikenali. Karena itu, pelajar perlu membiasakan diri untuk tidak langsung mempercayai setiap konten yang mereka temukan.

“Pelajar sekarang hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat. Karena itu, mereka harus punya kemampuan untuk berpikir kritis. Jangan mudah percaya hanya karena sebuah foto atau video terlihat nyata,” kata AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.

Menurutnya, AI juga dapat menjadi alat yang bermanfaat bagi pelajar. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mencari referensi, membantu memahami pelajaran, mengembangkan ide, hingga meningkatkan kreativitas.

Namun, kemudahan teknologi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membuat konten yang menyesatkan. Informasi palsu dapat dikemas secara rapi dan meyakinkan, kemudian disebarkan melalui media sosial dalam waktu singkat.

Karena itu, Kapolres mengingatkan pelajar untuk membangun kebiasaan memeriksa informasi sebelum ikut menyebarkannya. Sumber informasi, konteks, serta perbandingan dengan sumber lain perlu diperhatikan agar pelajar tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang keliru.

“Kalau mendapatkan informasi, jangan hanya melihat apakah kontennya menarik atau viral. Lihat sumbernya, cek konteksnya, dan bandingkan dengan sumber lain. Jadikan sikap kritis sebagai filter,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai pengenalan AI, etika penggunaan AI, pemanfaatan AI untuk pembelajaran, penyusunan prompt, hingga cara mengenali hoaks dan deepfake.

Pelatihan di MAN 2 Kebumen menjadi bagian dari rangkaian edukasi AI yang dilakukan Polres Kebumen secara bergilir di berbagai sekolah. Program tersebut berada di bawah naungan Senopati Institut dan berkolaborasi dengan Polda Jawa Tengah.

Polres Kebumen berharap pelajar tidak hanya menjadi generasi yang mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan setiap informasi yang mereka konsumsi maupun sebarkan.

“Teknologinya boleh semakin pintar, tetapi manusianya juga harus semakin kritis. Gunakan AI untuk belajar dan berkembang, bukan untuk membuat atau menyebarkan informasi yang merugikan orang lain,” kata Kapolres. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.