ALIAN, Kebumen24.com – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kebumen untuk meninjau percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) sekaligus pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kegiatan berlangsung di GOR Desa Tanuharjo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Selasa (15/9/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus, Spesialis Paru, FISR, beserta Ibu Linda Octavianus, Wamendagri RI Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah, serta Ketua DPRD Kabupaten Kebumen Saman Halim Nurrohman.
Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab, Spesialis Penyakit Dalam, Subspesialis Hematologi-Onkologi Medik Konsultan, FINASIM, Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes., serta Direktur DKTPKS Kemendagri Elfin Elyas.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pemantauan pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang kesehatan, khususnya percepatan eliminasi TBC dan peningkatan akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, penanggulangan TBC menjadi salah satu prioritas nasional dalam Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Republik Indonesia. Untuk mencapai target eliminasi TBC pada 2030, diperlukan langkah yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.
“Kabupaten Kebumen terus memperkuat penanggulangan TBC melalui jejaring layanan kesehatan yang tersedia. Saat ini 35 puskesmas dan 12 rumah sakit telah memberikan pelayanan TBC,” ujar Lilis.
Selain fasilitas kesehatan pemerintah, Pemkab Kebumen juga melakukan kolaborasi bersama klinik dan tenaga medis swasta. Upaya penemuan kasus dilakukan melalui pemeriksaan aktif atau Active Case Finding (ACF), skrining, investigasi kontak, serta diintegrasikan dengan program CKG.
Hingga awal September 2026, pemeriksaan aktif telah dilaksanakan di 74 lokus dan menjangkau sekitar 7.400 orang. Sementara itu, CKG telah berjalan di seluruh puskesmas. Hingga awal September, lebih dari 703 ribu masyarakat Kebumen telah mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.
Lilis menyebut, meningkatnya jumlah kasus TBC yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir sejalan dengan semakin aktifnya penemuan kasus melalui pemeriksaan dan penjangkauan langsung kepada masyarakat.
Hingga Agustus 2026, sebanyak 2.139 kasus TBC telah ditemukan dan dilaporkan di Kebumen. Namun, jumlah tersebut masih di bawah estimasi kasus yang diperkirakan mencapai 3.690 kasus.
“Artinya masih ada kesenjangan penemuan kasus yang harus kita selesaikan. Masyarakat yang sakit perlu segera ditemukan, mendapatkan pengobatan, dan didampingi sampai sembuh,” tegasnya.
Menurut Lilis, penanggulangan TBC juga perlu diperkuat melalui penemuan kasus TBC pada anak, terapi pencegahan bagi kontak serumah, serta pelayanan bagi kelompok berisiko. Perbaikan lingkungan dan tempat tinggal pasien juga menjadi bagian penting untuk memutus penularan.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, termasuk kementerian serta lembaga terkait, dapat terus diperkuat. Salah satunya melalui perluasan ketersediaan alat pemeriksaan cepat TBC dan sarana pemeriksaan paru portabel.
“Dengan dukungan tersebut, pelayanan bagi masyarakat di wilayah yang jauh dari fasilitas rujukan dapat semakin cepat,” katanya.
Sementara itu, Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, kedatangannya bersama Wamendagri ke Kebumen untuk melihat secara langsung pelaksanaan program prioritas Presiden, khususnya CKG dan penanggulangan TBC.
“Kami datang bersama Pak Wamendagri ke Kebumen untuk mengecek program prioritas Pak Presiden, yaitu Cek Kesehatan Gratis. Ini merupakan provinsi ke-29 yang kami kunjungi untuk memantau di lapangan,” kata Benjamin.
Dari hasil pemantauan, ia menilai program CKG di Kabupaten Kebumen berjalan dengan baik. Bahkan, jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut terus meningkat.
Menurut Benjamin, salah satu tujuan CKG adalah menemukan masyarakat yang memiliki risiko penyakit sehingga dapat dilakukan pencegahan dan pengobatan sejak dini.
“Dengan cek kesehatan gratis, kita bisa mengetahui masyarakat yang memiliki risiko penyakit untuk kemudian dicegah dan diobati sejak dini,” ujarnya.
Selain CKG, pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap pemberantasan TBC. Benjamin menyebut Indonesia saat ini masih menjadi negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia.
Meski demikian, ia menilai penanganan pasien TBC di Indonesia sudah cukup baik. Tingkat keberhasilan pengobatan pasien yang ditemukan menderita TBC dan menjalani pengobatan hingga sembuh telah mencapai lebih dari 90 persen.
“Yang jadi masalah adalah orang di sekitar pasien TBC, seperti teman dan keluarga, bisa tertular karena tidak menjaga batasan dan jarak aman,” jelasnya.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan dan penemuan kasus secara dini menjadi penting. Pasien yang sakit harus segera mendapatkan pengobatan, sementara orang yang berisiko tertular dapat diberikan terapi pencegahan.
“Dengan cek kesehatan dan pengobatan gratis ini diharapkan dapat menekan penyakit di masyarakat. Yang sakit diobati dan yang tidak sakit diberi obat pencegahan. Diharapkan semakin hari Indonesia terbebas dari penyakit TBC,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah meningkatkan kualitas sarana pelayanan kesehatan. Benjamin menyampaikan, pemerintah akan melakukan renovasi terhadap sekitar 1.988 puskesmas yang sudah tua atau dinilai kurang layak di berbagai daerah.
Selain itu, pemerintah akan membangun dan merenovasi 441 rumah sakit di daerah. Saat ini masih terdapat 66 kabupaten yang belum memiliki rumah sakit.
“Ini yang menjadi fokus pembangunan terlebih dahulu, setelah itu sisanya akan menyusul,” pungkasnya. (K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















