KEBUMEN, Kebumen24.com — Royal Pariwisata dan Travel memberangkatkan 718 siswa SMK TKM Teknik Kebumen untuk mengikuti kunjungan industri ke Jakarta dan Bandung, Senin (21/9/2026). Selama empat hari, para siswa dijadwalkan mengunjungi 22 perusahaan, mulai dari perusahaan vendor hingga perusahaan multinasional.
Para siswa diberangkatkan menggunakan 18 bus dan akan mendapat pendampingan selama perjalanan. Sebanyak 18 tour leader, dua tenaga medis, dan empat crew training disiapkan untuk mendampingi seluruh rangkaian kegiatan.
Owner Royal Pariwisata dan Travel, Eko Yulianto, S.H., mengatakan kunjungan industri menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung sekaligus melihat penerapan ilmu yang diperoleh di sekolah.
“Hari ini Royal Pariwisata memberangkatkan SMK TKM Teknik Kebumen untuk kunjungan industri ke Jakarta dan Bandung. Jumlahnya 718 siswa dengan menggunakan 18 bus,” kata Eko.
Menurutnya, para siswa tidak hanya berkunjung ke perusahaan, tetapi juga akan melihat proses produksi serta mempelajari budaya dan etika profesional yang diterapkan di lingkungan kerja.
“Para siswa akan melihat langsung industri di perusahaan besar, bagaimana penerapan ilmu yang dipelajari di sekolah ke dunia industri, melihat proses produksi, budaya dan etika profesional di perusahaan,” ujarnya.
Eko menambahkan, Royal Pariwisata memiliki dua unit usaha, yakni biro perjalanan wisata dan Pitris Ocean View yang berada di Kecamatan Ayah, Kebumen.
Dalam melayani perjalanan kunjungan industri dan study tour, Royal Pariwisata menjangkau berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Layanan perjalanan juga mencakup tujuan luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.
Sepanjang 2026, Royal Pariwisata telah memberangkatkan 114 trip kunjungan industri dan study tour sekolah.
“Kami tahun ini memberangkatkan 114 trip kunjungan industri dan study tour sekolah,” jelas Eko.
Di tengah adanya isu mengenai larangan study tour dan kunjungan industri, Eko berharap pemerintah dapat menciptakan iklim usaha yang mendukung bagi pelaku usaha pariwisata.
“Harapannya pemerintah betul-betul memberikan kultur usaha yang mendukung sehingga kami tidak terbebani oleh isu-isu dari oknum yang melarang study tour dan kunjungan industri,” pungkasnya. (K24/Ilham/Agam)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















