GOMBONG, Kebumen24.com – Pondok Pesantren Bilingual An-Nahdliyah 5 Gombong kembali menggelar Ngaji Rutinan Ahad Kliwon Part 27 pada Ahad, 20 September 2026. Kegiatan yang diikuti santri dan wali santri tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus menambah wawasan keagamaan.
Kegiatan rutin yang digelar setiap Ahad Kliwon ini diawali dengan Mujahadah Ratib Al-Athos yang dipimpin Kiai Khanifudin, Dewan Asatidz PP Bilingual An-Nahdliyah 5 Gombong. Mujahadah berlangsung khidmat sebagai ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memohon keberkahan bagi keluarga besar pesantren.
Setelah mujahadah, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian Kitab Nashoihul ‘Ibad yang disampaikan Abah Mukhamad Ma’muri, Pengasuh PP Bilingual An-Nahdliyah 5 Gombong sekaligus Kepala SMK Ma’arif 5 Gombong.
Dalam pengajian tersebut, Abah Mukhamad Ma’muri menyampaikan materi tentang tiga benteng bagi orang beriman dalam menghadapi godaan setan. Ketiga benteng tersebut yakni masjid, zikir kepada Allah SWT, dan membaca Al-Qur’an.
“Masjid adalah benteng, zikir kepada Allah adalah benteng, dan membaca Al-Qur’an adalah benteng bagi orang-orang beriman dari godaan setan,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri dan wali santri bahwa menjaga diri dari berbagai godaan tidak hanya dilakukan dengan menjauhi keburukan, tetapi juga dengan memperbanyak amal kebaikan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Memakmurkan masjid, memperbanyak zikir, dan meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi para santri, ketiga amalan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan yang dekat dengan ibadah dan lingkungan yang baik.
Kehadiran wali santri dalam kegiatan tersebut turut mempererat silaturahmi antara pesantren, santri, dan keluarga. Melalui Ngaji Rutinan Ahad Kliwon, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu bagi santri, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan.
Ngaji Rutinan Ahad Kliwon diharapkan terus istiqamah menjadi bagian dari tradisi pesantren. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menambah ilmu, memperkuat iman, menjaga adab, dan membentengi diri melalui ibadah. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















