KEBUMEN, Kebumen24.com – Masjid kini tidak lagi dipandang sebatas tempat menunaikan ibadah. Di tengah perkembangan era digital, masjid didorong menjadi pusat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pelayanan administrasi keagamaan berbasis teknologi.
Semangat tersebut mengemuka dalam Seminar Penguatan Manajemen Masjid yang digelar Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAINU Kebumen Tahun 2026 di Gedung RTQ Al Ma’unah, Dukuh Godi, Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara mahasiswa, tokoh agama, serta para pengurus takmir masjid untuk memperkuat tata kelola masjid yang profesional, transparan, akuntabel, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.
Ketua Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kebumen, H. Agus Salim Chamidi, M.Pd.I, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan bahwa peran masjid harus terus diperluas agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, dakwah, sekaligus pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.
“Manajemen yang baik akan melahirkan masjid yang makmur, aktif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Masjid harus menjadi pusat peradaban yang mampu memberikan solusi bagi umat,” ungkapnya di hadapan peserta seminar.
Sementara itu, narasumber kedua, Aris Komarudin, S.Pd.I, dari Kantor Urusan Agama (KUA) Buluspesantren, memaparkan pentingnya pemanfaatan Sistem Informasi Masjid (SIMAS) milik Kementerian Agama RI sebagai langkah modernisasi tata kelola masjid.
Melalui SIMAS, pengurus masjid dapat melakukan pendataan secara digital, mengurus legalitas masjid, hingga mengintegrasikan berbagai layanan administrasi keagamaan dalam satu sistem yang lebih cepat, tertib, dan akurat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang seminar berlangsung. Para pengurus takmir masjid se-Desa Setrojenar yang terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, hingga para kiai pengasuh mushala mengikuti setiap sesi dengan aktif, termasuk dalam diskusi mengenai tantangan pengelolaan masjid di era digital.
Bagi Mahasiswa KKN IAINU Kebumen, seminar ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa melalui penguatan kelembagaan keagamaan. Mereka berharap seluruh masjid dan mushala di Desa Setrojenar memiliki tata kelola yang semakin profesional, terdokumentasi dalam sistem nasional, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pengurus takmir, diharapkan masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi motor penggerak pemberdayaan umat yang adaptif terhadap perkembangan zaman.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















