JAKARTA,Kebumen24.com — Ada yang berbeda pada Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) tahun ajaran 2025/2026. Mulai tahun ini, seluruh siswa baru jenjang SMP, SMA, hingga SMK wajib mengikuti tes literasi dan numerasi pada hari ketiga MPLS.
Tes ini bukan sekadar formalitas. Hasil asesmen akan menjadi pedoman guru untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam memperkuat kemampuan membaca dan berhitung para siswa.
MPLS 2025 sendiri akan berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 14 Juli 2025. Adapun tes literasi dan numerasi dijadwalkan pada hari Rabu (16/7/2025), dengan durasi maksimal 60 menit.
Setiap siswa akan mengerjakan 24 soal, terdiri dari 12 soal literasi membaca dan 12 soal numerasi. Jenis soal berupa pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks, dengan tujuan untuk mengukur pemahaman dasar para siswa secara lebih menyeluruh.
“Tes ini tidak menghasilkan skor atau peringkat, melainkan digunakan untuk memetakan kemampuan awal siswa. Jadi, tidak boleh digunakan sebagai ajang kompetisi,” demikian penjelasan dalam Juknis MPLS Ramah yang dirilis Kementerian Pendidikan.
Sekolah diberikan fleksibilitas dalam memilih metode asesmen. Bisa menggunakan paper-based test (tes berbasis kertas) atau computer-based test (tes berbasis komputer), tergantung sarana prasarana yang dimiliki.
Jika memilih berbasis kertas, sekolah dapat mengunduh instrumen asesmen dalam bentuk PDF di laman bit.ly/mplsramahlitnum mulai Senin (14/7/2025). Sementara untuk tes daring, formulir Google Form akan tersedia dan dapat diduplikasi di laman yang sama.
Sekolah juga diingatkan untuk tidak memberikan bocoran soal atau kunci jawaban. Siswa wajib mengerjakan secara mandiri dan serius, agar hasilnya benar-benar mencerminkan kemampuan asli.
Selain itu, hasil asesmen bersifat rahasia dan hanya digunakan internal sekolah. Tidak perlu dilaporkan kepada orang tua, sekolah lain, maupun pemerintah daerah.
Bagi sekolah inklusi atau siswa dengan kebutuhan khusus, pelaksanaan asesmen dapat disesuaikan. Namun, bagi murid dengan hambatan intelektual, tidak disarankan untuk mengikuti tes ini.
Dengan adanya asesmen literasi dan numerasi sejak awal, diharapkan guru dapat lebih mudah menyesuaikan metode mengajar, sehingga proses belajar-mengajar berjalan lebih efektif dan menyenangkan.(K24/*).
Sumber: Kompas.com
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















