Pemerintahan

Ribuan Perantau Kebumen Padati TMII, Festival Walet Emas 2026 Berlangsung Meriah dan Penuh Haru

266
×

Ribuan Perantau Kebumen Padati TMII, Festival Walet Emas 2026 Berlangsung Meriah dan Penuh Haru

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Kebumen24.com – Ribuan warga perantau asal Kebumen yang tergabung dalam berbagai komunitas memadati pelataran Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (26/4/2026). Mereka hadir untuk memeriahkan Festival Walet Emas 2026, agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas.

Festival ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang silaturahmi antarperantau, panggung ekspresi budaya, sekaligus momentum memperingati Hari Kartini dengan semangat kebersamaan.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, anggota DPR RI Darori Wonodipuro, anggota DPRD DKI Jakarta Dadiyono, serta anggota DPD RI Alfiansyah Bustami (Komeng).

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, mengaku terkesan dengan suasana yang tercipta dalam festival tersebut. Ia bahkan merasakan nuansa kampung halaman begitu kental meski berada di ibu kota.

“Alhamdulillah, siang hari ini saya berdiri di depan Bapak/Ibu semua, rasanya seperti tidak sedang di Jakarta. Suasananya persis seperti di kampung halaman sendiri. Bau kulinernya, logat bahasanya, sampai senyumnya benar-benar khas Kebumen. Tepuk tangan untuk Kebumen,” ungkapnya disambut antusias warga.

Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia dan pengurus IWAKK Walet Emas yang sukses menghadirkan acara di lokasi ikonik nasional tersebut.

Ketua panitia, Karin Astuti, menjelaskan bahwa Festival Walet Emas 2026 mengusung tema “Perempuan Berdaya untuk Indonesia Maju”, selaras dengan semangat Hari Kartini. Beragam rangkaian acara disuguhkan, mulai dari pentas seni hingga kegiatan sosial.

Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah penampilan seni tradisional Kuda Lumping (Ebleg) yang dibawakan oleh 10 sanggar berbeda. Suasana semakin meriah ketika Bupati Lilis turun langsung meninjau panggung dan berinteraksi dengan penonton.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lilis juga memberikan kuis spontan dengan hadiah uang tunai total Rp600.000 kepada tiga orang pemenang, yang disambut riuh tepuk tangan.

Tak hanya hiburan, festival ini juga menjadi etalase ekonomi kreatif melalui puluhan stan kuliner khas Kebumen. Antusiasme pengunjung terlihat tinggi, bahkan ada yang rela menempuh perjalanan jauh demi hadir.

Salah satunya Hajar Tatang Rohman, perantau asal Buluspesantren, yang mengaku bersepeda selama 2,5 jam dari Tangerang demi mengobati rindu kampung halaman.

“Festival ini bagus sekali, harus terus dilestarikan,” ujarnya.

Berkah juga dirasakan pelaku UMKM. Melina, penjual Sate Ambal asal Ambalresmi yang kini tinggal di Cibitung, mengaku dagangannya laris manis.

“Luar biasa ramai, alhamdulillah hampir satu boks, sekitar 700 tusuk, terjual habis,” katanya.

Ketua Umum IWAKK Walet Emas, Mayjen TNI (Purn) Ibnu Darmawan, menjelaskan bahwa IWAKK merupakan wadah resmi yang menaungi sekitar 70 komunitas perantau Kebumen, dengan filosofi “Walet Emas” yang berarti Wani lan Ulet, Eling marang asale.

Senada dengan itu, Bupati Lilis mengibaratkan warga Kebumen seperti burung walet yang selalu ingat jalan pulang.

“Sejauh mana pun terbang, akan selalu kembali ke sarangnya. Bekerjalah hebat di perantauan, tapi jangan lupa membangun kampung halaman,” pesannya.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, turut memuji karakter warga Kebumen yang dikenal andap asor atau rendah hati serta mampu menjaga ketertiban di lingkungan perantauan.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersyukur atas kondisi Indonesia yang aman serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Jangan sampai kekayaan bangsa justru menjadi celah perpecahan. Persatuan harus terus kita jaga,” tegasnya.

Di sela-sela acara, panitia juga menyalurkan santunan kepada anak yatim serta membagikan berbagai door prize menarik, termasuk hadiah utama berupa sepeda motor dan motor listrik, salah satunya merupakan sumbangan dari Bupati Kebumen.

Festival Walet Emas 2026 pun menjadi bukti kuatnya ikatan emosional warga Kebumen di perantauan, sekaligus wujud nyata pelestarian budaya dan semangat membangun daerah asal.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.