KEBUMEN, Kebumen24.com – Calon alumni Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen didorong untuk tidak hanya siap lulus, tetapi juga siap sukses menghadapi tantangan dunia nyata. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, namun juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PerguNU) Kebumen, Hasyim Asngari, M.Pd., saat menjadi narasumber dalam kegiatan pembekalan calon alumni pada Yudisium Periode I Genap Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aswaja Center UMNU Kebumen, Kamis (30/4/2026).
Dalam pemaparannya, Hasyim menegaskan kesiapan lulusan harus bersifat menyeluruh, mencakup aspek akademik, keterampilan, hingga kesiapan mental dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial.
“IPK memang penting, tetapi karakter, kemampuan komunikasi, dan semangat belajar menjadi faktor penentu keberhasilan di dunia kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dunia kerja saat ini berkembang sangat cepat dan menuntut sumber daya manusia yang adaptif. Lingkungan kerja yang kompetitif, digital, dinamis, dan kolaboratif menuntut lulusan memiliki lebih dari sekadar nilai akademik.
Para calon alumni pun diajak untuk mengenali potensi diri, minat, serta menentukan arah karier yang ingin ditempuh. Menurutnya, pilihan karier ideal harus mempertimbangkan keseimbangan antara minat, kemampuan, dan manfaat bagi orang lain.
Selain itu, pembekalan juga mencakup penguatan berbagai kompetensi, baik hard skills seperti penguasaan teknologi, analisis data, dan kemampuan komunikasi tertulis, maupun soft skills seperti kerja sama tim, disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
Tak hanya itu, peserta juga dibekali panduan teknis memasuki dunia kerja, mulai dari cara menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, menulis surat lamaran yang efektif, hingga pentingnya memiliki portofolio serta menjaga jejak digital agar tetap profesional.

Dalam sesi wawancara kerja, Hasyim menekankan pentingnya kepercayaan diri, etika berbicara, serta kemampuan menjawab pertanyaan berdasarkan pengalaman nyata. Ia juga mengingatkan bahwa sikap rendah hati dan kemauan untuk terus belajar menjadi nilai tambah di mata perusahaan.
Di era digital, personal branding juga menjadi hal yang tak kalah penting. Alumni diimbau untuk membangun citra diri yang positif melalui media sosial dengan membagikan konten yang edukatif dan bermanfaat, serta menghindari unggahan negatif maupun provokatif.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika dan budaya kerja profesional, seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta inisiatif. Menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater, menurutnya, merupakan bagian dari tanggung jawab moral seorang alumni.
Selain kesiapan karier, lulusan UMNU Kebumen juga diharapkan mampu berperan aktif di tengah masyarakat. Mereka dituntut menjadi pribadi yang bermanfaat, menjunjung tinggi toleransi, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Nilai-nilai ke-NU-an seperti tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleransi), dan khidmah (pengabdian) disebut sebagai fondasi penting yang harus dipegang teguh dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebagai langkah konkret, para calon alumni juga diajak menyusun rencana 30 hari menjelang dan setelah kelulusan, mulai dari mengenali potensi diri, menyiapkan dokumen kerja, melamar pekerjaan, hingga membangun jejaring dan aktif dalam kegiatan sosial.
Menutup kegiatan tersebut, Hasyim Asngari berpesan agar para lulusan tidak hanya berorientasi pada pekerjaan semata, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
“Jadilah lulusan yang siap bekerja, siap berkarya, dan siap mengabdi. Mulailah dari karakter yang baik, kompetensi yang terus diasah, serta semangat memberi manfaat bagi sesama,” pungkasnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















