PURING, Kebumen24.com — Semangat melestarikan budaya sekaligus menjaga kelestarian alam kembali digaungkan melalui acara Gebyar Sedekah Bumi yang digelar meriah di Pantai Kembar Terpadu, Kecamatan Puring, Sabtu (12/7/2025).
Acara tahunan yang penuh makna ini diawali dengan ritual sedekah bumi sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi dan laut yang melimpah. Suasana semakin semarak dengan berbagai pertunjukan budaya khas Jawa, seperti arak-arakan, lesungan, kuda lumping, jamjaneng, hingga karawitan.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian pengunjung adalah pelepasan tukik (anak penyu) ke laut lepas, yang dilakukan langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani. Didampingi anggota DPRD Kebumen Madkhan Anis, Kajari Endi Sulistiyo, Kepala Dinas LHKP Asep Nurdiana, jajaran Forkopimcam Puring, serta pengelola Pantai Kembar Terpadu, Bupati tampak antusias melepas tukik satu per satu.
“Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan melepasliarkan tukik di Pantai Kembar Terpadu. Meskipun kecil, tukik ini adalah simbol upaya kita merawat alam. Tempat ini bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga menjadi contoh harmoni antara manusia, alam, dan tradisi,” ujar Bupati Lilis usai melepas tukik.
Hartono, pengelola konservasi penyu Pantai Kembar Terpadu, mengungkapkan total ada 86 ekor tukik yang dilepasliarkan dari 101 telur yang berhasil ditetaskan. Dari jumlah tersebut, 20 ekor dilepas pada acara Sedekah Bumi, sementara sisanya akan dilepas saat agenda Geofest 2025.
“Di sini, kami menaungi tiga jenis penyu, yakni penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang. Semua berasal dari telur yang ditemukan saat patroli malam, lalu ditetaskan. Sebagian kecil kami tangkarkan untuk edukasi,” jelas Hartono.
Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir. “Kalau kita menjaga alam, insya Allah alam juga akan menjaga kita,” pesannya.
Menariknya, Pantai Kembar Terpadu hingga kini tetap mempertahankan konsep tanpa tiket masuk. Pengunjung hanya dikenai jasa parkir motor seikhlasnya. Fasilitas pendukung pun terbilang lengkap, mulai dari warung makan, toilet, hingga saung untuk bersantai menikmati panorama pantai.
Dengan perpaduan budaya, konservasi, dan konsep wisata berkelanjutan, Pantai Kembar Terpadu diharapkan dapat menjadi contoh destinasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus melestarikan alam dan tradisi.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















