SURAKARTA, Kebumen24.com– Sejumlah akademisi yang tergabung dalam Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI) melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, di Surakarta, Minggu (19/7/2026).
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum ADIHGI, Dr. Edi Saputra Hasibuan, S.H., M.H., tiba di kediaman Jokowi menggunakan sebuah kendaraan Hiace berwarna putih. Kehadiran para akademisi tersebut sempat menarik perhatian awak media yang telah berada di lokasi.
Saat rombongan hendak turun dari kendaraan, sejumlah wartawan menanyakan asal dan tujuan kedatangan mereka. Menjawab pertanyaan tersebut, Ketua Umum ADIHGI dengan tegas memperkenalkan rombongannya sebagai bagian dari organisasi profesi dosen hukum dan kriminologi.
“Kami dari Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia,” ujar Dr. Edi Saputra Hasibuan kepada awak media.
Menanggapi berbagai spekulasi yang muncul, Juru Bicara ADIHGI, Alfahrizal HA, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut murni merupakan agenda silaturahmi dan dialog kebangsaan antara kalangan akademisi dengan tokoh bangsa.
“Agenda tersebut adalah silaturahmi. Pak Ketua Umum dan rombongan datang dengan niat tulus untuk bersilaturahmi, berdiskusi membangun bangsa, berdialog bersama Presiden ke-7 Republik Indonesia, sekaligus menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang telah beliau berikan kepada bangsa dan negara,” ujar Alfahrizal melalui platform komunikasi pribadinya.
Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak memiliki kaitan dengan agenda politik maupun polemik yang berkembang di tengah masyarakat.
“Pak Ketua Umum sudah menyampaikan secara terbuka kepada media bahwa agenda ini merupakan silaturahmi, penghormatan, dan bentuk sinergi antara akademisi dan tokoh bangsa. Jangan dikaitkan dengan unsur politik maupun polemik yang sedang terjadi, dan jangan dipelintir ke arah lain,” tegasnya.
Sementara itu, sebagaimana dikutip dari Sindonews.com, Ketua Umum ADIHGI Dr. Edi Saputra Hasibuan menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian yang diberikan Joko Widodo kepada dunia pendidikan selama masa kepemimpinannya.
“Selama dua periode kepemimpinannya, Joko Widodo dinilai memberikan perhatian yang besar terhadap peningkatan kesejahteraan guru, dosen, dan tenaga kependidikan di Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Alfahrizal menegaskan bahwa ADIHGI sebagai organisasi akademik berkomitmen menjaga nilai-nilai demokrasi, Pancasila, serta menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai landasan utama dalam setiap aktivitas organisasi.
“Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia menjunjung tinggi iklim demokrasi yang sehat, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, dan sebagai akademisi kami berkomitmen penuh menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya.
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















