Pendidikan

Cetak Lulusan Berkualitas, Sidang Munaqasyah IAINU Kebumen Angkat Riset Toleransi Beragama Sejak SD

58
×

Cetak Lulusan Berkualitas, Sidang Munaqasyah IAINU Kebumen Angkat Riset Toleransi Beragama Sejak SD

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Sidang Munaqasyah Fakultas Tarbiyah Tahun Akademik 2025/2026, Kamis (30/7/2026). Agenda akademik ini menjadi tahapan akhir yang harus ditempuh mahasiswa sebelum meraih gelar sarjana sekaligus menjadi forum ilmiah untuk menguji kualitas penelitian yang telah disusun.

Sidang munaqasyah tidak sekadar menjadi syarat kelulusan, tetapi juga merupakan proses evaluasi menyeluruh terhadap kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan hasil penelitiannya secara ilmiah berdasarkan data, fakta, dan metode penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pelaksanaan sidang berlangsung tertib, profesional, dan mengedepankan prinsip objektivitas sesuai standar akademik perguruan tinggi. Setiap mahasiswa diberi kesempatan memaparkan hasil penelitian, menjawab pertanyaan para penguji, serta mempertahankan argumentasi ilmiah secara kritis di hadapan tim penguji.

Sidang dipimpin Direktur Kampus 2 IAINU Kebumen, Sobari Waluyo Sejati, M.Pd, yang bertindak sebagai Ketua Sidang. Dalam kapasitasnya, ia mengoordinasikan seluruh rangkaian sidang mulai dari pembukaan, pengaturan jalannya diskusi ilmiah, hingga penetapan hasil berdasarkan ketentuan akademik yang berlaku.

Sobari menegaskan, sidang munaqasyah merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas lulusan IAINU Kebumen agar mampu bersaing sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Sidang munaqasyah bukan sekadar proses penilaian akhir, tetapi menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya, serta membuktikan bahwa karya ilmiah yang disusun benar-benar memiliki nilai akademik dan manfaat bagi dunia pendidikan,” ujar Sobari.

Menurutnya, peran Ketua Sidang tidak hanya memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur, tetapi juga menjaga independensi dan objektivitas proses penilaian. Seluruh dosen penguji diberikan ruang yang sama untuk menyampaikan kritik, saran, serta rekomendasi demi penyempurnaan karya ilmiah mahasiswa.

Selain mengatur alokasi waktu dan memastikan jalannya diskusi tetap fokus pada substansi penelitian, Ketua Sidang juga berupaya menciptakan suasana akademik yang kondusif sehingga mahasiswa terdorong menyampaikan argumentasi secara ilmiah, sementara para penguji memberikan evaluasi yang konstruktif demi meningkatkan kualitas penelitian.

Salah satu penelitian yang mendapat perhatian dalam sidang tersebut mengangkat tema “Peran Lingkungan Keluarga dan Sekolah dalam Membentuk Sikap Toleransi Siswa terhadap Perbedaan Agama di SD Negeri 2 Sukomulyo Rowokele Kebumen.”

Penelitian tersebut dinilai memiliki relevansi tinggi dengan tantangan dunia pendidikan saat ini, khususnya dalam memperkuat pendidikan karakter, moderasi beragama, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan sikap toleransi peserta didik merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan sekolah. Lingkungan keluarga berperan sebagai fondasi utama dalam menanamkan nilai saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun sikap terbuka terhadap keberagaman.

Sementara itu, sekolah menjadi ruang strategis untuk memperkuat nilai-nilai tersebut melalui proses pembelajaran, pembiasaan budaya sekolah, hingga interaksi sosial antarsiswa dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi kedua lingkungan tersebut dinilai menjadi kunci dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran dan berwawasan kebangsaan.

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Sobari mengatakan bahwa tema yang diangkat mahasiswa memiliki nilai strategis karena menyentuh persoalan pendidikan yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Kami berharap hasil penelitian mahasiswa tidak berhenti sebagai dokumen akademik di perpustakaan kampus, tetapi dapat menjadi referensi bagi guru, orang tua, sekolah, hingga para pengambil kebijakan dalam membangun pendidikan yang inklusif, moderat, dan berkarakter,” katanya.

Lebih jauh, proses munaqasyah menjadi bagian penting dalam menjaga integritas akademik di lingkungan IAINU Kebumen. Setiap karya ilmiah diuji secara komprehensif agar memenuhi kaidah metodologi penelitian, memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, serta memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.

Berbagai masukan dari tim penguji tidak hanya menjadi dasar penentuan kelulusan mahasiswa, tetapi juga menjadi bahan penyempurnaan penelitian sehingga hasil akhirnya memiliki kualitas akademik yang lebih baik dan layak dijadikan referensi bagi penelitian maupun praktik pendidikan di lapangan.

Dalam sidang tersebut, Ketua Sidang Sobari Waluyo Sejati, M.Pd didampingi Dr. Benny Kurniawan, M.Pd.I sebagai Penguji I, Faisal, M.Ag sebagai Penguji II, serta Anqy Tamziyah, S.Pd., M.Pd sebagai Sekretaris Sidang. Kolaborasi tim penguji menghadirkan proses evaluasi yang komprehensif, objektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu lulusan.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.