Bencana AlamLingkungan HidupPemerintahan

Kebumen Dilanda Banjir dan Longsor, Bupati Minta Destana Digerakan Kembali

1360
×

Kebumen Dilanda Banjir dan Longsor, Bupati Minta Destana Digerakan Kembali

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen tengah dilanda banjir dan longsor akibat intensitas hujan yang begitu deras dalam beberapa hari terakhir. Kepada semua pihak diminta siap siaga dalam penanganan bencana. Termasuk salah satunya adalah mengaktifkan kembali desa tanggap bencana (Destana).

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Senin 7 November 2022. Menurutnya, Destana menjadi bagian penting bagi sebuah desa dalam kesiapsiagaannya menghadapi bencana. Ia menyebut, sebagian Destana sudah mulai aktif.

“Ya saya kira itu penting ya, bahwa Destana perlu digerakan lagi dalam penanganan bencana karena saat ini sudah masuk musim penghujan, dimana Kebumen termasuk salah satu kabupaten yang rawan terjadi bencana longsor dan banjir. Dulu pertama Destana baru ada 60, dan sekarang Alhamdulillah semua desa sudah membentuk Destana, ini bisa membantu masyarakat dengan cepat dalam penanganan bencana bersama dengan BPBD, TNI/Polri dan relawan yang lain,”ujarnya.

Tak hanya itu, Bupati menyatakan, dalam penanganan bencana, pihak desa bisa menggunakan Dana Desa diambil dari 8 persen dana yang ada. Desa juga diminta tidak ragu lagi menggunakan Anggarannya untuk penanganan bencana, karena surat edaran dari Bupati.

“Jadi silakan gunakan dana desa untuk penanganan bencana yang 8 persen. Itu dibolehkan. Ini perlu agar desa tidak terpaku pada anggaran dari BPBD saja.

Lebih jauh Bupati memastikan bahwa dalam penanganan bencana ini, pemerintah sudah memberikan bantuan, baik sembako, dan alat berat untuk membersihkan material di beberapa lokasi. Termasuk bakal membuat embung di sejumlah lokasi rawan banjir.

Perlu diketahui, berdasarkan data BPBD per 6 November banjir di Kebumen melanda 16 desa di 5 kecamatan, kemudian longsor ada di 12 desa di 4 kecamatan, dan bencana angin puting beliung ada di 1 desa dan 1 kecamatan.

Banjir misalnya terjadi di Desa Ayah, Argopeni, Pasir, Mangunweni, Kecamatan Ayah, Lalu beberapa desa di Kecamatan Buayan, Kutowinangun, Buluspesantren, Padureso, dan juga Petanahan. Demikian juga longsor juga banyak terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Ayah, Sadang, dan Poncowarno.

Bupati mengungkapkan ketinggian banjir rata-rata 10 – 20 cm, dan beberapa lokasi di antaranya ada yang sudah surut. Begitu juga longsor sebagian ada yang menimpa rumah warga, sebagian hanya menutup jalan, sehingga menutup akses transportasi masyarakat, seperti longsor di akses jalan TPI Menganti.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.