KEBUMEN, Kebumen24.com- Polres Kebumen berhasil mengungkap motif kasus dugaan penganiayaan hingga meninggal dunia di Kecamatan Buayan. Mirisnya, ini dipicu lantaran cinta segitiga.
Hal itu diungkapkan Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha, Senin 7 November 2022. Saat dilakukan pemeriksaan oleh Sat Reskrim tersangka mengaku sakit hati karena asmara, wanita selingkuhannya juga dekat dengan korban.
‘’ Karena hal itu, pertemanan keduanyapun menjadi renggang. Bahkan suatu hari korban pernah mendatangi rumah tersangka marah-marah. Kurang lebih, sebulan sebelum kejadian penganiayaan, korban sempat datang ke rumah tersangka marah-marah, karena persoalan itu (cinta segitiga),” jelasnya.
Adapun tersangka berinisial AN (46) warga Desa Weton kulon, Kecamatan Puring. Sedangkan korban adalah Sarijan (42) warga Desa Rangkah, Kecamatan Buayan, Kebumen meninggal dunia pada hari Jumat 4 November 2022.
Tersangka yang sakit hati lalu menaruh dendam dengan korban. Puncaknya, sekitar pukul 09.30 WIB, hari Jumat 04 November 2022, tersangka menghampiri korban yang sedang membongkar muatan ubi cilembu di Desa Rangkah, Kecamatan Buayan, dan berniat membuat perhitungan dengan korban.
Tersangka datang dan mengambil batang besi di dekat lokasi lalu menggertak korban karena kejadian beberapa waktu lalu. Saat mulai terjadi cek-cok, salah seorang warga yang melihat berhasil melerai dan berujung tersangka pergi selanjutnya korban melanjutkan pekerjaannya.
Namun saat korban sendirian di lokasi, tersangka kembali datang dengan membawa sebilah pisau dan melakukan penganiayaan kepada korban yang juga teman sesama sopir.
“Korban mengalami luka sobek pada beberapa bagian tubuhnya. Saat dibawa ke rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan karena kehilangan banyak darah,” pungkasnya.
Akibat perbuatanya, tersangka terancam dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 353 ayat 3 subsider Pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang Pembunuhan berencana atau Penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia.
“Tersangka masih kita periksa. Penyidik juga masih mengumpulkan sejumlah keterangan dari para saksi serta bukti-bukti di lapangan. Sampai saat ini pemeriksaan belum selesai,” tandas Aiptu Catur.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















