PendidikanReligi

An-Nawawi Kebumen Bersholawat, Kyai Chalwani Ajak Umat Islam Mengenal Sejarah Nabi

4156
×

An-Nawawi Kebumen Bersholawat, Kyai Chalwani Ajak Umat Islam Mengenal Sejarah Nabi

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Ribuan pecinta sholawat diajak untuk menyimak sejarah Nabi Muhammad SAW sekaligus menjelaskan keutamaan menyimak sejarah Nabi. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah  KH Achmad Chalwani Nawawi pada acara An-Nawawi Kebumen Bersholawat yang digelar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani, Senin malam 25 November 2019, di Halaman Gedung Pendidikan An-Nawawi 03 Kebumen.

“Orang yang berkenan mendengarkan sejarah Nabi Muhammad SAW akan dimaafkan dosanya, diluaskan rizkinya, dihilangkan kesusahannya, dinaikkan drajatnya dan dikabulkan permintaannya oleh Allah SWT,’ terang KH. Acmad Chalwani Nawawi yang juga merupakan Mursyid Toriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah.

Tak hanya mengisahkan tentang sejarah nabi ketika masih dalam kandungan, dalam ksempatan itu, Kyai Chalwani juga menceritakan situasi dan kondisi baik sebelum, saat maupun sesudah Nabi Muhammad SAW dilahirkan berikut kejadian-kejadian istimewa yang menghiasi peristiwa kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Kyai Chalwani juga mengajak para pemuda agar tidak mementingkan gengsi dalam bekerja agar sukses dalam hal ekonomi.
Selain itu, Kyai Chalwani mengisahkan sejarah Nabi Muhammad SAW ketika masih dalam usia kandungan yang dijelaskan dalam kitab Ann’imatul Qubro Alal’alam karya Syihabuddin Ibnu Hajar Al-Haitami, As-Syafii, Al-Baghdadi. Diantara sejumlah kisah Nabi Muhammad SAW ketika masih dalam usia kandungan, yakni pengalaman ibunda nabi saat bermimpi ditemui oleh para nabi yang menunjukan keistimewaan dan keutamaan bayi yang tengah dikandungnya itu. Bayi tersebut tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW.

“Umur 11 tahun nabi sudah bekerja memelihara kambing, umur 16 tahun nabi gigih berdagang, nabi jualan alat-alat rumah tangga, nabi ndak malu. Maka pada umur 25 tahun nabi ekonominya sudah mapan. Pediri NU, mbah Hasyim Asy’ari sudah jadi kyai besar masih jualan tembakau, mbah Hasyim tidak gengsi. Maka para pemuda harus bekerja keras,” imbuh KH Achmad Chalwani Nawawi yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Purworejo.

Sementara itu, Dalam kegiatan tersebut, Tampak Hadir pula Ketua Yayasan Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan Purworejo K.R. M Maulana Alwi, Ketua Tanfidziah PCNU Kebumen Dawamuddin Masdar, Pembina Mafia Sholawat Kebumen Kyai Mukhayyan dan segenap Forkopimda Kabupaten Kebumen.
Acara yang digelar oleh Himpunan Alumni dan Wali Santri An-Nawawi (Himawan) Kebumen, Jamaah Selapanan Sabtu Pon Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyah Kebumen, MTs dan MA An-Nawawi Kebumen itu juga dimeriahkan oleh suket teki dan tari sufi yang dipersembahkan oleh Mafia Sholawat Kebumen serta group hadroh Shoutul Mahbub dari Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Purworejo.(K24/THR)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.