KEBUMEN, Kebumen24.com – Kepala Desa Karangsari Kecamatan Kebumen Herndarta, secara resmi melantik seorang perangkat desa untuk jabatan Kepala Dusun II Kewangen.

Perangkat Desa yang dilantik adalah Eko Juni Kurniawan yang merupakan peserta yang  lulus, dari hasil penjaringan dan seleksi , yang kemudian direkomondasikan oleh Camat.
Acara pelantikan itu sendiri digelar dihalaman TK Perwanida, jln cemara , Rabu malam 30 Oktober 2019. Selain dihadiri Forkopimcam kebumen dan tokoh masyarakat serta para perngkat desa. Proses pelantikan juga turut di saksikan oleh seluruh warga Dukuh setempat.
Dalam proses pelentikan ini, Eko Juni Kurniawan Diambil sumpahnya, untuk bersedia mengemban tugas sebagai Kepala Dusun yang amanah penuh tanggung jawab. Usai pengambilan sumpah dan ikrar, acara Dilanjutkan dengan penanda tanganan dan penyerhan SK Jabatan.



Dalam sambutannya Kepala Desa Karangsari Hendarta menyamapikan, pengangkatan perangkat untuk posisi Kepala Dusun II, merupakan jawaban atas kebutuhan pemerintah desa, dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat khususnya terhadap warga pada dusun kewangen.

Herndarta menegaskan, keberadaan perangkat desa ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengatur dan mengelola berbagai aspek tata laksana rumah tangga desa tidak terkecuali juga untuk wilayah dusun.

“kami berharap kepala dusun yang baru mampu memberikan peran yang lebih baik dalam rangka memperlancar jalannya roda pemerintahan serta kepentingan pelayanan terhadap masyarakat” pungkas Hendarta

Dalam kesempatan yang sama, Camat Kebumen Ram Gunadi menyampaikan selamat dan apresiasi terhadap pemerintah desa yang sudah bekerja dengan baik dan proporsional. Pihaknya menyetujui pengangkatan perangkat desa merupakan hal yang diperlukan dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintah desa.
“Pelayanan terhadap masyarakat serta tanggungjawab menjalankan roda pemerintah semoga bisa berjalan lebih baik sesudah kekosongan perangkat kepala dusun ini terisi “ungkapnya.

Sementara itu, disela sela kegiatanya, Kadus Kewangen yang baru dilantik Eko Juni Kurniawan mengatakan, keinginanya menjadi seorang kepala dusun, berawal dari panggilan hatinya untuk turut serta berperan  membangun kemajuan desa kedepan yang lebih baik.
“Saya ingin mengabdikan diri saya kepada masyarakat bukan semata mata penghasilan, akan tetapi saya niatkan ibadah, dengan hati yang tulus dan iklas”ucap Eko.(K24/THR)


KEBUMEN, Kebumen24.com – Diduga melakukan pencurian kendaraan bermotor, warga Desa Kalibening Kecamatan Karanggayam Kebumen inisial ML (43) ditangkap polisi.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, tersangka diduga telah mencuri  sepeda motor Honda Beat milik Anis (29) warga Kecamatan Poncowarno Kabupaten Kebumen, saat diparkir di halaman Masjid Bani Ahmad Kebumen pada hari Minggu 27 Oktober 2019 lalu.
“Tersangka dengan mudah mencuri sepeda motor milik korban. Pada saat kejadian, kunci masih menggantung di sepeda motor,” kata AKBP Rudy didampingi Kasat Reskrim AKP Edy Istanto saat konferensi pers, Rabu 30 Oktober 2019 kemarin.
Kepada polisi, tersangka telah mengakui perbuatannya melakukan pencurian itu. Niat mencurinya muncul saat melihat kunci motor masih menempel setelah ia menunaikan sholat dzuhur.
Lanjut AKBP Rudy, mencuri dengan modus seperti ini sering sekali terjadi. Kejahatan dilakukan karena ada niat dan kesempatan.
“Kami imbau kepada masyarakat, lebih teliti lagi saat memarkir kendaraan. Pastikan selalu dikunci stang dan menggunakan kunci ganda,” imbau Kapolres.
Dari Informasi yang berhasil diperoleh, tersangka ML tertangkap basah oleh warga saat melakukan pencurian. Bahkan warga yang melihat aksi itu langsung meneriaki maling kepada tersangka. Beruntung warga yang geram tidak melakukan main hakim sendiri.
Atas perbuatannya, ML dijerat pasal 362 KUH Pidana dengan ancaman 5 tahun penjara. (K24/Imam N)

KEBUMEN – Kebumen24.com – Diduga hendak menggunakan Narkoba jenis sabu sabu, Dua pria diamankan Polres Kebumen saat akan melakukan pesta Sabu-sabu. Dua tersangka yang diamankan diketahui berinisial AG (36) warga Desa Kemangguan Kecamatan Alian Kebumen dan HB (26) warga Desa Jabres  Kecamatan Sruweng Kebumen.

Keduanya ditangkap polisi di sebuah gudang kosong di Desa Kutosari saat akan menikmati barang haram itu.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat konferensi pers mengatakan, para tersangka ditangkap pada hari Kamis 24 Okotber 2019 lalu, sekira pukul 18.00 Wib.
“Dari tangan tersangka kami amankan satu paket Sabu berikut alat bantu hisap, handphone dan sejumlah  bukti transfer pembelian Sabu. Sedianya narkoba ini akan dikonsumsi oleh para tersangka,” jelas AKBP Rudy saat konferensi pers di Mapolres, Rabu 30 Oktober 2019 Kemarin.
Dari Informasi yang diperoleh, barang haram itu didapatkan tersangka melalui rekannya yang kini mendekam di salah satu Rutan di Semarang. Tersangka membeli dengan cara menghubungi melalui handphone dan melakukan transfer sejumlah uang kepada rekannya tersebut.
Kepada polisi tersangka mengaku kapok dan tidak akan melakukan perbuatannya lagi mengkonsumsi Narkoba. Namun  nasi telah menjadi bubur. Penyesalannya harus dipertanggungjawabkan di dalam penjara.
Karena perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 112 Ayat (1) Jo pasal 132 Subsider pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Tersangka diancam kurungan penjara paling singkat 4 tahun.
(K24/Imam N)

Pengguna Narkoba asal Sumatera Dibekuk Polisi di Kebumen

KEBUMEN. Kebumen24.com –  Pria berinisial YJ (24), warga asal Desa Keluang, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan, hanya bisa pasrah, saat dibekuk Tim Unit Resnarkoba Polres Kebumen, lantaran terbukti kedapatan membawa Narkoba jenis Sabu.
Tersangka ditangkap polisi di Desa Depokrejo Kecamatan Kebumen pada hari jumat 25 Oktober 2019 lalu. tersangka diketahui tinggal di Desa Purwodeso Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, saat menggelar Konfrensi Pers Rabu 30 Oktober 2019 Mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat dan pengintaian oleh anggota Resnarkoba Polres Kebumen.
“Saat ditangkap, tersangka sedang mengambil barang pesanannya berupa satu paket sabu di jalan Depokrejo Kabupaten Kebumen”, terang Kapolres.
Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti 1 paket narkoba jenis sabu dan peralatan hisap ( bong ).
Akibat dari kasus tersebut, tersangka disangkakan pasal 114 ayat (1) subs. Pasal 112 ayat (1) Subs pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dan pidana denda paling sedikit Delalan ratus juta rupiah, dan paling banyak, Delapan milyar rupiah.
Jurnalis : imam n
Editor    : THR***

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sungguh memprihatinkan, Seorang Remaja berinisial RS (19), yang masih berstatus pelajar, terpaksa harus berurusan dengan Pihak Kepolisian lantaran telah melakukan pemerkosaan terhadap seorang perempuan  berinisial  RL.

Perbuatan yang dilakukan RS ini sungguh keterlaluan. Bagaimana tidak, Bukanya rajin belajar, justru malah membuat ulah. RS yang merupakan warga Kecamatan Kutowinangun ini malah melakukan tindak kekerasan seksual. Lebih gilanya lagi, korbannya ini bersatus istri orang.
Kapolres Kebumen,  AKBP Rudy Cahya Kurniawan, saat gelar perkara kasus tersebut, tak luput mengungkapkan rasa keprihatinannya. Mengingat, pelaku yang kini sudah berstatus tersangka itu masih berstatus pelajar disalah satu sekolah SMK swasta di Kecamatan Kotawinangun.
Bahkan,pada kesempatan itu, AKBP Rudy juga sempat melakukan Hypnotherapy kepada tersangka, agar mau menyadari atas kesalahan yang telah diperbuat oleh tersangka.Selain sempat meneteskan air mata, Kepada Kapolres, tersangka kemudian juga mengaku menyesali perbuatannya.
“Setelah kita beri nasihat, Tersangka ini menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya itu,” ungkap Kapolres, Rabu 30 Otkober 2019.

Kapolres kebumen AKBP Rudy menjelaskan, Pada kasus ini, Kejadian Berawal saat korban berkunjung ke rumah temanya inisial AL, pada 8 Oktober lalu.
“Saat itu, korban yang hendak ke pasar , namun, karena ditelpon AL, kemduian korban mampir ke rumah AL itu,” kata Kapolres yang kemarin didampingi Kasatreskrim AKP Edy Istanto dan Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman.
Di saat yang sama, tersangka juga tengah berada didalam rumah yang sama. Awalnya, korban dan pemilik rumah mengobrol di ruang tamu. Sementara, tersangka tidur di kamar. Saat bangun itulah, tersangka tiba-tiba memaksa korban memenuhi hasrat terlarangnya.

“Kejadian itu lantas dilaporkan kepada polisi dan tersangka diamankan di rumahnya pada hari Jumat 25 Oktober lalu. oleh anggota Unit IV Sat Reskrim Polres Kebumen” terang Kapolres.
Sementara itu, kepada polisi, tersangka mengaku perbuatannya dipicu ketertarikannya kepada korban. Sebelumnya, ia pun mengaku tidak mengenal baik korban.
“Saya menyesal sekali,” katanya.
Apapun. gara-gara ulahnya, si RS dijerat Pasal 283 KUH PIDANA dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 12 tahun. Atas kejadian tersebut Kapolres Kebumen menghimbau kepada warga Kebumen agar orang tua selalu memantau pergaulan anaknya.(K24/IM/**)

KEBUMEN, Kebumen24.com –  Dalam rangka memperingati Hari Dharma Karyadhika Tahun 2019, Rutan Kelas II B Kebumen melaksanakan Upacara  Bendera, yang di gelar, Rabo,30 oktober 2019, dihalaman Rutan setempat.
Kegiatan Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kebumen Erwan Prasetyo, diikuti oleh seluruh Pegawai di lingkungan  Rutan dan para warga binaan. Turut dihadir dalam kesempatan tersebut, KasatPolpp kebumen R. Agung Pambudi dan Jajaran Forkopimda lainya.
Dalam Amanat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia  yang dibacakan kepala Rutan Kebumen menyampaikan, bahwa peringatan HDKD 2019 kali ini mengambil tema “Transformasi Meraih Kinerja Pasti”. Tema ini memiliki makna besar, agar sebagai pegawai di kementerian hukum dan ham bisa terus meningkatkan kinerja guna transformasi dari budaya kerja Birokrasi yang Konvensional menuju Birokrasi Digital.
Melalui Tema ini pihaknya  berharap, dalam Lima tahun ke depan, seluruh SDM Kemenkumham bisa bekerja lebih keras, lebih cepat, lebih produktif, dan juga dapat terus mengoptimalkan penggunaan Teknologi informasi di seluruh layanan dan pengelolaan administrasi perkantoran.

Dalam kesempatan ini, Erwan juga menambahkan, bahwa kegiatan upacara kali ini juga diikuti seluruh  pegawai Rutan se Karesidenan Kedu. Dengan harapan dapat lebih mempersolid sekaligus menjalin hubungan kerja sama yang lebih baik.


 “Setiap kegiatan upacara semacam ini, hendaknya bisa dijadikan ajang silaturahmi agar terjalin hubugan kerjasama yang baik”, pungkasnya.

Lebih jauh Erwan menjelaskan, bahwa  hingga saat ini, warga binaan Rutan kebumen berjumlah 161 Orang. Jumlah tersebut  melebihi kapasitas yang seharusnya hanya  113 orang. kendati demikian, pihaknya selalu menerapkan aturan pengamanan sesui SOP yang berlaku.

“Untuk pengamanan. agar tetap terjaga situasi yang kondusif di lingkungan Rutan Kebumen. Kita bekerjasama dengan Polres Kebumen, melalui kegiatan sambang dan Patroli rutin.” pungkasnya.

Jurnalis : THR***

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebanyak 86 Mahasiswa baru Pascasarjana IAINU Kebumen, Tahun Akademik 2019 -2020, Mengikuti Kegiatan Stadium Generale yang mengangkat tema “ Manajemen Pendidikan Islam Di Era Disruption”, Selasa 29 Oktober 2019.

Kegiatan yang digelar di Gedung Pascasarjana IAINU ini mengahdirkan seorang Narasumber, Muhammad Adib Abdusshomad, M.ag, M.ed, Ph.d, dari Kepala Subdirektorat kelembagaan dan kerjasama Direktorat Pendidikan tinggi keagamaan Islam Direktorat Jenderal pendidikan Islam kementerian Agama Jakarta.
Dalam kesempatan ini, Muhammad Adib Abdusshomad  menyampaikan, bahwa Manajemen Pendidikan Islam di Era Disruption ini memiliki perkembangan yang serba cepat dan tidak terduga. Untuk itu, sebagai pendidikan Islam harus bisa terintegrasi dengan perkembangan tehknologi agar pembelajaran Islam bisa lebih mudah di akses masyarakat.
Menurutnya, tantangan pendidikan di era sekarang ini adalah, dimana kecepatan  informasi yang begitu pesat. Jika tidak diisi dengan conten pendidikan islam yang baik, maka akan terisikan pendidikan karakter yang tidak memunculkan keutuhan dan kedamaian di masyarakat.
“ Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memotivasi para mahasiswa NU. Sehingga mereka bisa turut serta mempromosikan islam yang rohmatanlilalamin secara cepat dan lebih optimal” pungkasnya.
Sementara itu di sela sela kegiatan, Rektor IAINU Kebumen Dr Imam Satibi menjelaskan, kegiatan Stadium Genaral  atau kuliah umum ini, merupakan bagian dari bekal bagi mahasiswa baru, Program Pascasarjana  yang akan melaksankan kegiatan  perkuliahan selama dua tahun di IAINU kebumen.
Melalui kegiatan ini diharapkan,  bisa menjadi inspiring bagi para Mahasiswa, agar dapat berperan aktif di bidang dunia pendidikan Islam di era digital saat ini.
“ diharapkan pula nantinya, para mahasiswa bisa turut serta mendukung Program pembangunan dikabupaten kebumen yang berselogan  Beriman ini” tandas Satibi.

Jurnalis : Imam N


Foto Humas Polres Kebumen

BULUSPESANTREN, Kebumen24.com –  Faktor kenakalan remaja bisa dikaitkan dengan salah pergaulan ataupun berada di lingkungan yang salah, serta pola asuh yang salah dalam keluarga.  Umumnya, anak akan melakukan berbagai macam tindakan menyimpang sebagai bentuk pemberontakan diri ataupun ingin menunjukkan eksistensinya sebagai anak baru gede (ABG).

Jika hal tersebut dibiarkan, kenakalan remaja akan semakin menjadi. Tak menutup kemungkinan anak akan kehilangan masa depan akibat tindakan buruk yang dilakukannya pada masa remajanya.
Komunikasi dari hati ke hati sangat diperlukan dalam mengatasi kenakalan remaja. Orang tua, ataupun orang dewasa bertanggungjawab penuh atas kenakalan remaja.
Polres Kebumen melalui Polsek Buluspesantren menggelar Penyuluhan Focus Group Discusion untuk  Meminimalilisir kenakalan remaja yang digelar di Kantor Desa Banjurmukadan Buluspesantren, Selasa 29 Oktober 2019.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Bulus Pesantren AKP Sumardi, inti dari kegiatan itu adalah untuk menekan angka kenakalan remaja yang dapat mengarah ke tindakan kriminal, serta penanggulangannya.
“Bukan hanya para orang dewasa, anak-anak karena kenakalannya pun rentan terjerat hukum pidana,” kata AKP Sumardi.
Dalam kesempatan itu, para peserta yang hadir diimbau Kapolsek untuk lebib peduli terhadap lingkungan dan anak-anak di lingkungannya.
Menurutnya, rasa peduli terhadap lingkungan sama halnya peduli terhadap masa depan generasi penerus.
Selanjutnya Kapolsek berpesan agar para remaja diikutkan dalam kegiatan positif di desa, sehingga ada rasa tanggung jawab kepada lingkungannya.
“Jika rasa tanggung jawab sudah tertanam dari awal, ketika anak mulai terjun ke masyarakat ataupun berada di lingkungan sekolah akan menghindari tindakan menyimpang,” kata Kapolsek.
Jurnalis : Win/thr


KEBUMEN, Kebumen24.com  – Seorang Pria ditemukan membusuk di dalam rumahnya sendiri, di Jalan Arumbinang tepatnya di sebelah selatan Stadion Chandradimuka Kebumen, selasa sore 29 oktober 2019 sekitar pukul 16; 40 Wib. Identitas korban diketahui bernama Slamet Sunardi (58),  warga kelurahan Panjer, Kecamatan – Kabupaten Kebumen.

Berdasarkan Informasi yang didapat, Penemuan mayat korban Berawal dari kecruigaan warga lantaran mencium  bau menyengat dari arah rumah korban. Selanjutnya warga yang juga masih tetangganya itu mengecek dengan melompat pagar, hingga kemudian Korban ditemukan sudah meninggal  tak bernyawa.
“ Korban ditemukan meninggal dalam keadaan telentang di kasur lantai. Sekujur tubuhnya sudah mulai membusuk’ Ungkap Erli salah satu tetangga korban.
Melihat peristiwa itu, selanjutnya warga melaporkan ke Polsek Kebumen. Tak lama, polisi datang ke lokasi kejadian.

Saat dikonfirmasi terakait penemuan mayat tersebut, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, melalui Kapolsek Kebumen AKP Hari Harjanto mengatakan, Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh Inafis Polres Kebumen dan Polsek Kebumen serta pengecekan Medis RSUD Soedirman, tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan.

“Menurut Keterangan tim Dokter, korban meninggal kurang lebih sudah 72 jam atau 3 hari. Semua barang berharga milik korban, handphone, sepeda motor, hingga uang masih utuh. Handphone masih berada di dalam saku,” jelas Kapolsek.
Informasi yang berhasil diperoleh, korban masih memiliki istri dan anak. Korban diketahui hidup sebatang kara di tempat kejadian perkara, serta bekerja serabutan. Sedangkan istrinya tinggal bersama dengan anaknya.
Istri yang sempat melihat kondisi suaminya di RSUD Kebumen, hanya terisak menangis melihat suaminya meninggal.
Jurnalis : THR**

KEBUMEN, Kebumen24.com – Aksi  Global untuk menurunkan resiko stroke juga dinilai berpengaruh terhadap penyakit-penyakit lainnya yang memiliki faktor umum seperti penyakit jantung, diabetes serta penyakit lainnya. Dalam hal ini, Pihak RSUD Dr. Soedirman Kebumen menghimbau agar warga menjaga keseimbangan makanan dengan maraknya penyakit strok yang kini kerap dialami masyarakat.

Hal itu disampaikan  Dokter  Saraf RSUD Dr. Soedirman kebumen, Dr.Tri Hastuti Hendrayani,M.Kes,Sp.S,MMR , saat memberikan penyuluhan kepada Pasien penderita Stroke, di Ruang Perawatan RSUD kebumen,  Selasa 29 Oktober 2019.
Dr. Tri Hastuti menjelaskan, penyuluhan ini dilakukan dalam rangka memepringati Hari Stroke Sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 Oktober. Bersadasarkan data rsud kebumen, Dalam beberapa bulan terakhir, penderita stroke yang dirawat di RSUD Kebumen ini kian bertambah.
“ Dalam sehari rata rata ada 7 sampai 10 pasien yang masuk perawatan di RSUD Kebumen. Untuk penanganan sendiri kita ada CT scan, menegakkan diagnosa Stroke Hemorragic maupun Stroke Non Hemorragic, dan kami berikan pelayanan 24 jam”  Ungkapnya.
Menurut Dr. Tri Hastuti, penyakit Strokie sendiri merupakan salah satu penyakit yang tak dapat diduga duga dan dihindari. Selain kejadian yang mendadak, penyakit Stroke tersebut terjadi bersumber dari gangguan tersumbatnya salah satu pembuluh darah Otak.
Tak sedikit faktor resiko Stroke yang dialami oleh penderita itu sendiri yakni faktor yang bisa dikendalikan maupun faktor yang tak bisa dikendalikan, Salah satunya Usia. Bila Usia semakin tua masyarakat tidak bisa mnghindari dari penyakit Stroke tersebut.
“ jenis kelamin Pria lebih banyak mengalami penyakit Stroke bila dibandingkan Wanita, hal itu dikaranakan banyak Pria yang perokok” Terangnya.
Dengan Tema “don’t be the one atau jangan sampai kita menjadi salah satu penderita stroke” diharapkan, masyarakat menjadi perhatian dan mengetahui gejala bahanya dan penanganan penyakit stroke. sehingga kedepannya, secara umum pengidap stroke di wilayah Kabupaten kebumen bisa berkurang.
“ ini sebagai langkah prefentif untuk mengantisipasi  adanya masyarakat yang belum atau tidak mengalami Stroke” Ucapnya.
Dr.Tri Hastuti Hendrayani  menghimbau kepada seluruh masyarakat kebumen, untuk selalu menjaga hidup sehat, dan mengenali tentang gejala gejala atau faktor yang menyebabkan terjadinya Stroke.
Menurutnya, Gejala Stroke sebenarnya bisa diketahui dengan mudah,  yaitu dengan cara melihat dari gerakan bibir apakah masih simetri atau tidak? Kemudian dari cara bicara, apakah  celo atau tidak? Selanjutnya ialah sakit kepala yang mendadak, dan kemudian mengangkat kedua tangan apakah ada yang tertinggal atau tidak?
“Apabila menemui gejala-gejala tersebut sebaiknya segera periksakan ke dokter atau rumah sakit” Imbaunya.

Jurnalis : Imam N