KEBUMEN, Kebumen24.com – Memasuki musim penghujan 2026/2027, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Hal ini menyusul meningkatnya curah hujan di wilayah Kebumen yang berpotensi memicu tanah longsor, banjir, angin kencang, hingga pohon tumbang.
Imbauan tersebut disampaikan BPBD Kabupaten Kebumen pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Masyarakat diminta lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar serta melakukan langkah antisipasi guna mengurangi risiko bencana selama musim penghujan.
Bakohumas BPBD Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto, mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan lereng, tebing, perbukitan, bantaran sungai, dan pesisir pantai.
Ia mengingatkan, apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan disertai tanda-tanda seperti retakan tanah, rembesan air keruh dari tebing, atau pohon maupun tiang yang mulai miring, masyarakat diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.
Selain itu, warga juga diimbau memangkas dahan dan ranting pohon yang sudah lapuk, rapuh, atau menjulang di dekat rumah, jalan, maupun jaringan listrik. Kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui kerja bakti bersama di lingkungan RT/RW untuk mencegah pohon tumbang saat terjadi angin kencang.
Upaya pencegahan banjir juga perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan sungai, selokan, dan saluran irigasi. Masyarakat diminta tidak membuang sampah sembarangan serta memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat.
BPBD juga meminta pemerintah desa, BPBD Desa, serta relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk kembali mengaktifkan posko dan sistem keamanan lingkungan. Termasuk mengaktifkan kentongan serta memastikan alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS) berfungsi dengan baik.
Kesiapan peralatan pendukung seperti senter, handy talky (HT), dan perahu karet juga perlu dipastikan dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
Masyarakat turut diimbau menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting seperti KTP, KK, dan sertifikat, obat-obatan pribadi, senter, peluit, power bank, serta makanan ringan untuk memenuhi kebutuhan selama 2 x 24 jam.
Di sisi lain, BPBD meminta masyarakat aktif memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta mengikuti informasi kebencanaan dari kanal resmi BPBD. Warga juga diingatkan agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Apabila menemukan tanda-tanda bahaya atau terjadi bencana, masyarakat dapat segera melapor kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Kebumen melalui WhatsApp atau hotline 0811-2646-112 maupun telepon 0287-3870807.
Pelaporan juga dapat dilakukan melalui frekuensi radio VHF dengan output 141.600 MHz dan input 137.600 MHz. Kantor BPBD Kabupaten Kebumen beralamat di Jalan Arungbinang Nomor 13 Kebumen.
BPBD Kabupaten Kebumen menegaskan kesiapsiagaan dilakukan selama 24 jam dengan melibatkan TNI, Polri, relawan, dan berbagai potensi SAR.
Melalui imbauan ini, BPBD Kebumen mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian dan semangat gotong royong dalam menghadapi musim penghujan. Sebab, upaya pencegahan dan penanggulangan bencana membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














