PEJAGOAN, Kebumen24.com – Upaya melestarikan seni tradisional Jamjaneng di Kabupaten Kebumen terus diperkuat. Salah satunya melalui pengukuhan pengurus Paguyuban Seni Tradisional Jamjaneng Kebumen (Pastrajakkeb) Kecamatan Pejagoan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Pejagoan, Senin (2/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pelaku seni Jamjaneng dari lebih dari 30 grup yang tersebar di wilayah Kecamatan Pejagoan. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan sejumlah grup Jamjaneng yang menunjukkan kekayaan seni tradisional sekaligus semangat para pelaku budaya dalam menjaga kesenian warisan leluhur.
Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Seni dan Tradisi Lisan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo, Maestro Jamjaneng Kebumen sekaligus Ketua Umum Pastrajakkeb Kabupaten Kebumen BE Susilohadi, S.Pd., Forkopimcam Pejagoan, serta sejumlah kepala desa di wilayah Kecamatan Pejagoan.
Camat Pejagoan Rusta Nurhayati menyampaikan dukungannya terhadap pengukuhan paguyuban tersebut sebagai bagian dari upaya memajukan kearifan lokal, khususnya seni tradisional Jamjaneng. Menurutnya, pelestarian kesenian daerah juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Ia menjelaskan, seni tradisi Jamjaneng telah memperoleh sertifikat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Karena itu, keberlangsungan kesenian ini perlu terus dijaga, terutama melalui regenerasi pemain agar tidak terputus oleh perkembangan zaman. Terlebih, syair-syair Jamjaneng mengandung ajaran ketauhidan, syiar agama Islam, serta pesan yang memperkokoh persatuan bangsa.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan naskah surat keputusan (SK) oleh Camat Pejagoan, kemudian dilanjutkan penyerahan SK kepada Pembina Pastrajakkeb Kecamatan Pejagoan yang juga Kepala Desa Peniron, Triyono Adi. Penyerahan tersebut didampingi Ketua Pastrajakkeb Kecamatan Pejagoan Nur Kholis dan Ketua Umum Pastrajakkeb Kabupaten Kebumen BE Susilohadi, S.Pd.
Dalam kesempatan itu, BE Susilohadi menyampaikan bahwa perkembangan seni Jamjaneng di Kebumen dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren positif. Hal tersebut terlihat dari semakin banyaknya kegiatan yang digelar untuk mendukung pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional tersebut.
Sejumlah kegiatan di antaranya Festival Jamjaneng, Lomba Jamjaneng Kreasi, Pentas Seni Tradisional Jamjaneng Kolosal di Pandansari, Kecamatan Sruweng, pentas rutin Pastrajakkeb Sruweng di Condongcatur, serta pengukuhan Pastrajakkeb Kecamatan Pejagoan. Ia berharap perkembangan tersebut terus berlanjut dengan adanya pertemuan dan kegiatan rutin yang mendapat dukungan dari para pejabat setempat, camat, serta kepala desa.
Menjelang akhir acara, perhatian para tamu undangan tertuju pada penampilan grup Jamjaneng Tunas Pusaka MI Peniron asuhan Suwarno. Menariknya, seluruh personel grup tersebut merupakan siswa-siswi kelas IV dan V MI Peniron yang tampil membawakan kesenian Jamjaneng.
Penampilan para siswa tersebut menjadi gambaran nyata bahwa upaya regenerasi pelaku seni Jamjaneng di Kecamatan Pejagoan mulai berjalan. Keterlibatan generasi muda diharapkan menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan kesenian tradisional ini agar tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














