HukumPendidikan

Cegah Perundungan dan Kekerasan Anak, SD Sains Nusantara Kebumen Gelar Edukasi Perlindungan Diri Bersama Dinsos P3A

×

Cegah Perundungan dan Kekerasan Anak, SD Sains Nusantara Kebumen Gelar Edukasi Perlindungan Diri Bersama Dinsos P3A

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak terus dilakukan SD Sains Nusantara Kebumen. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Interaktif Pencegahan Perundungan, Pendidikan Reproduksi, dan Perlindungan Diri yang digelar di Aula SD Sains Nusantara, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi SD Sains Nusantara dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Kebumen. Sosialisasi tersebut bertujuan membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengenali, mencegah, serta melindungi diri dari berbagai bentuk perundungan dan kekerasan.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SD Sains Nusantara Kebumen, Suhandri Prihandoko, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan mengenai kesehatan reproduksi dan perlindungan diri perlu diberikan sejak dini dengan pendekatan ilmiah serta bahasa yang sesuai dengan usia anak.

Menurutnya, pendidikan reproduksi bukanlah sesuatu yang harus dianggap tabu, melainkan bagian penting dari ilmu pengetahuan untuk membantu anak memahami tubuh dan menjaga keselamatan dirinya.

“Pendidikan reproduksi bukan hal tabu, ini adalah ilmu untuk menjaga diri. Kami ingin anak-anak SD Sains Nusantara tidak hanya unggul dalam sains, tetapi juga memahami cara melindungi dirinya dari perundungan dan kekerasan. Kami kemas dengan nuansa sains agar mudah dipahami,” ungkap Suhandri.

Hadir sebagai narasumber utama, Arum Dwi Lestari Ningsih, S.Kep., MM, perwakilan Dinsos P3A Kabupaten Kebumen, bersama Fuad Hasyim, M.Pd. Keduanya menyampaikan materi secara interaktif agar mudah dipahami dan diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Arum menjelaskan berbagai bentuk perundungan atau bullying, mulai dari kekerasan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan melalui media digital atau siber. Para siswa juga diajak memahami pentingnya saling menghargai, peduli terhadap teman, serta berani melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.

Selain itu, materi pendidikan reproduksi diberikan dengan mengenalkan bagian tubuh yang bersifat pribadi menggunakan istilah biologi yang benar. Anak-anak juga mendapatkan pemahaman mengenai perbedaan sentuhan aman dan tidak aman, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta keberanian untuk menolak tindakan yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

Sebagai bekal perlindungan diri, para peserta diperkenalkan dengan prinsip 3L, yakni Katakan Tidak, Lari atau Menghindar, dan Lapor. Melalui langkah tersebut, anak-anak diharapkan mampu mengambil tindakan ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan dirinya, termasuk dengan melapor kepada guru, orang tua, maupun UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Sementara itu, Fuad Hasyim, M.Pd, melengkapi materi dengan pembahasan mengenai strategi pendampingan anak, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka, memberikan rasa aman, serta mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi.

Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk memahami materi melalui penyampaian yang komunikatif sehingga pesan mengenai pencegahan perundungan dan perlindungan diri dapat diterima dengan baik.

Sosialisasi ditutup dengan foto bersama serta komitmen seluruh pihak untuk mewujudkan SD Sains Nusantara Kebumen sebagai Sekolah Ramah Anak, Sekolah Sains, dan Sekolah Bebas Perundungan.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.