SEMARANG, Kebumen24.com – Kontingen Kabupaten Kebumen berhasil mengumpulkan 33 medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Perolehan tersebut terdiri atas 6 medali emas, 9 perak, dan 18 perunggu.
Hingga Jumat sore, 30 Oktober 2026, capaian tersebut mengantarkan Kebumen naik ke peringkat 27 klasemen sementara Porprov Jateng XVII. Posisi ini meningkat dibandingkan Porprov 2023, ketika Kebumen berada di peringkat 28 dengan total 23 medali, terdiri atas 5 emas, 3 perak, dan 15 perunggu.
Tambahan medali bagi Kebumen dipastikan setelah cabang olahraga (cabor) Petanque menyumbangkan 1 medali perak dan 1 perunggu pada pertandingan penutup. Sebelumnya, medali perak juga berhasil diraih Tim Rugby Putri Kebumen setelah bertanding di babak final melawan Kabupaten Boyolali. Cabor Tinju turut menyumbangkan perak melalui nomor Elite Men 80 kg.
Ketua KONI Kebumen, Zubair Syamsu, yang turut mendampingi para atlet sejak awal kompetisi bersama jajaran pengurus, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh kontingen.
“Kami tetap memberikan apresiasi kepada semua pihak, pengurus KONI, pelatih, official, hingga atlet, meski bertanding tanpa adanya TC,” ujar Zubair.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi catatan tersendiri karena persiapan atlet menuju Porprov Jateng 2026 dilakukan tanpa Training Center (TC) atau pemusatan latihan resmi. Padahal, program tersebut sebelumnya telah direncanakan oleh KONI Kebumen.
Kondisi itu terjadi karena anggaran sebesar Rp1,8 miliar yang diajukan sejak awal tahun baru cair pada akhir Juli 2026. Akibatnya, sejumlah program persiapan atlet tidak dapat berjalan sesuai rencana.
Meski demikian, beberapa cabang olahraga tetap berupaya menjalankan pemusatan latihan secara mandiri. Salah satunya cabor Futsal yang memperoleh dukungan langsung dari Ketua AFK Kebumen, Wahyu Setiawan.
“Anggaran akhirnya cair setelah kami meminta bantuan Bupati Kebumen secara langsung. Jika tidak bertemu Bupati, kita tidak tahu kapan anggaran tersebut turun,” lanjutnya.
Zubair berharap persoalan keterlambatan pencairan anggaran tidak kembali terjadi pada pelaksanaan kejuaraan mendatang. Terlebih, Kebumen diproyeksikan menjadi salah satu tuan rumah Porprov Jawa Tengah 2030 di kawasan Kedu Raya.
Selain persoalan anggaran yang disebut sebagai salah satu yang terkecil di Jawa Tengah, evaluasi lainnya berkaitan dengan sejumlah atlet potensial peraih emas yang tidak dapat mengikuti pertandingan karena diterima masuk kedinasan. Posisi mereka kemudian harus digantikan oleh atlet lain.
Kendati menghadapi berbagai keterbatasan, Zubair mengapresiasi kerja keras seluruh atlet, pelatih, official, dan pengurus yang telah berjuang maksimal membawa nama Kabupaten Kebumen.
Adapun enam medali emas Kebumen berasal dari cabang olahraga Sepak Takraw, Petanque, Futsal, Judo, Pencak Silat, dan Atletik.
Sementara itu, sembilan medali perak disumbangkan oleh Petanque, Akuatik, Hockey, Sambo, Judo, Atletik, Tinju, dan Rugby. Adapun 18 medali perunggu berasal dari Petanque, Akuatik, Selam, Sambo, Karate, Judo, Atletik, Catur, Tinju, dan Sepak Takraw.
Peningkatan perolehan medali ini menjadi modal bagi Kebumen untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan prestasi olahraga daerah, terutama dalam menghadapi Porprov Jawa Tengah 2030 mendatang. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














