POLRES kebumen

Antisipasi Karhutla, Polres Kebumen Bersama TNI dan Desa Perkuat Patroli

×

Antisipasi Karhutla, Polres Kebumen Bersama TNI dan Desa Perkuat Patroli

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Musim kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berkurangnya curah hujan membuat rumput, semak, daun kering, dan vegetasi di permukaan tanah kehilangan kelembapan sehingga lebih mudah terbakar.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Polres Kebumen memperkuat patroli pencegahan karhutla bersama TNI dan pemerintah desa. Kegiatan ini dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini sekaligus mencegah aktivitas masyarakat yang dapat memicu munculnya api.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, pencegahan menjadi langkah penting dalam mengantisipasi terjadinya karhutla, khususnya saat kondisi lingkungan mulai mengering.

“Musim kemarau membuat vegetasi menjadi kering dan mudah terbakar. Karena itu, pencegahan dan deteksi dini harus dilakukan bersama-sama,” kata AKBP Putu, Selasa, 8 September 2026.

Salah satu upaya pencegahan dilakukan Polsek Gombong. Kapolsek Gombong AKP Tugiman memimpin patroli sinergitas antisipasi karhutla di wilayah Desa Wonosigro, Kecamatan Gombong, Selasa, 8 September 2026.

Patroli tersebut melibatkan empat personel Polsek Gombong, yakni AKP Tugiman, Kanit Binmas Ipda Supono, Kanit Provos Aiptu Kastijo, dan Banit Samapta Bripda Alfin.

Kegiatan juga melibatkan personel Koramil Gombong Serma Juni Waskito serta Kepala Desa Wonosigro Waluyo bersama perangkat desa Deni.

Patroli menyasar sejumlah pekarangan dan lingkungan warga di wilayah Desa Wonosigro. Petugas memberikan imbauan kepada masyarakat dan perangkat desa agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

Perangkat desa juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kebakaran maupun indikasi munculnya api di wilayahnya.

“Kecepatan informasi sangat penting. Jika ada kejadian, segera laporkan agar dapat ditangani sebelum api meluas,” kata Putu.

Menurut Kapolres, karhutla tidak selalu disebabkan oleh faktor alam. Aktivitas manusia, baik disengaja maupun akibat kelalaian, juga dapat menjadi sumber munculnya api.

Pembakaran sampah, pembukaan lahan dengan cara dibakar, hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat memicu kebakaran ketika berada di lingkungan yang kering.

“Patroli bukan menunggu sampai terjadi kebakaran. Kami berupaya mencegah agar sumber api tidak muncul dan segera merespons apabila ditemukan titik yang berpotensi terbakar,” ujarnya.

AKBP Putu menegaskan, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat. Polisi dan TNI dapat melakukan patroli, namun pengawasan lingkungan sehari-hari juga sangat bergantung pada warga dan perangkat desa.

“Kami mengajak masyarakat tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan. Jangan menunggu api membesar. Kalau melihat potensi kebakaran, segera laporkan,” ujar Kapolres.

Selain mencegah kerusakan lingkungan dan lahan masyarakat, langkah pencegahan tersebut juga dilakukan untuk menghindari dampak lanjutan karhutla, seperti asap, gangguan aktivitas warga, hingga ancaman terhadap keselamatan apabila kebakaran meluas. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.