KesehatanPemerintahan

Target Eliminasi TBC 2030, Kebumen Perkuat Pelacakan dan Pemeriksaan Kontak Erat

×

Target Eliminasi TBC 2030, Kebumen Perkuat Pelacakan dan Pemeriksaan Kontak Erat

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen memperkuat upaya pencegahan dan penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) untuk mengejar target eliminasi TBC pada 2030. Salah satu langkah yang terus digencarkan yakni pelacakan serta pemeriksaan terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

Pemeriksaan kontak erat dinilai penting untuk menemukan kasus lebih cepat sekaligus mencegah penularan TBC semakin meluas. Terutama bagi anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien dan memiliki risiko lebih tinggi tertular.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, penanganan TBC tidak cukup hanya dengan mengobati pasien yang telah terdiagnosis. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat yang berisiko tertular segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

“Target kita jelas, eliminasi TBC pada tahun 2030. Untuk mencapainya, kita harus menemukan penderita lebih cepat, mengobati, dan memastikan pengobatan berjalan sampai sembuh,” ujar Lilis saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan TBC Kabupaten Kebumen, Selasa (15/9/2026).

Saat ini, layanan TBC telah tersedia di 35 puskesmas dan 12 rumah sakit di Kabupaten Kebumen. Pemkab juga melibatkan klinik serta tenaga medis swasta untuk memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan dan pengobatan TBC.

Penemuan kasus dilakukan melalui pemeriksaan aktif, pelacakan kontak erat, serta pemeriksaan yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga awal September 2026, pemeriksaan aktif telah dilakukan di 74 lokasi dengan sasaran sekitar 7.400 orang.

Sementara itu, program CKG telah berlangsung di seluruh puskesmas dan diikuti lebih dari 703 ribu masyarakat. Upaya tersebut turut mendorong peningkatan penemuan kasus TBC di Kebumen.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 2.139 kasus TBC telah ditemukan dan dilaporkan di Kabupaten Kebumen. Pemerintah daerah terus mendorong agar kasus dapat ditemukan sedini mungkin sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan risiko penularan bisa ditekan.

Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Oktavianus mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkab Kebumen, khususnya dalam memperkuat edukasi mengenai pencegahan serta pemeriksaan terhadap kontak erat pasien TBC.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyatakan pemerintah pusat siap memperkuat koordinasi penanggulangan TBC hingga tingkat kecamatan dan desa. Salah satunya melalui penguatan peran desa siaga dalam mendukung upaya pencegahan, penemuan, dan penanganan TBC. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.