KEBUMEN, Kebumen24.com – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Politeknik Piksi Ganesha Indonesia. Dua mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Sektor Publik, Annis Awaliyah Febrianna dan Endy Arizka Rahma, berhasil lolos tayang dalam Gerakan 1000 Artikel Bapperida Kabupaten Kebumen Edisi I Tahun 2026.
Keduanya mengangkat karya berjudul “Jejak Sejarah Desa Grujugan: Identitas Lokal dan Transformasi Menuju Desa Berdaya”. Artikel tersebut mengulas sejarah Desa Grujugan, identitas lokal, serta potensi yang dimiliki desa sebagai modal dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui tulisan tersebut, Annis dan Endy mendokumentasikan perjalanan sejarah Desa Grujugan sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal, budaya, serta potensi ekonomi masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya.
Partisipasi dalam Gerakan 1000 Artikel Bapperida Kabupaten Kebumen menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan literasi, riset, dan penulisan, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu pembangunan daerah melalui karya ilmiah populer.
Bagi keduanya, keikutsertaan dalam ajang tersebut menjadi pengalaman berharga untuk memperdalam kemampuan menulis berbasis riset serta mengenalkan kekayaan sejarah dan potensi Desa Grujugan kepada masyarakat yang lebih luas.
Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai insan akademik di lingkungan perguruan tinggi, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendokumentasikan potensi daerah dan menyampaikan gagasan pembangunan melalui tulisan.
Politeknik Piksi Ganesha Indonesia terus mendorong mahasiswanya untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi dan forum publik sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik, kreativitas, literasi, serta kepedulian sosial.
Keberhasilan Annis Awaliyah Febrianna dan Endy Arizka Rahma menjadi salah satu bukti bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mengangkat potensi lokal sekaligus menghadirkan perspektif baru terhadap pembangunan desa.
Melalui artikel “Jejak Sejarah Desa Grujugan: Identitas Lokal dan Transformasi Menuju Desa Berdaya”, keduanya ingin menyampaikan pesan bahwa pembangunan desa tidak harus meninggalkan sejarah dan identitas lokal. Sebaliknya, kekayaan sejarah dan budaya dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















