Wisata

Gandeng Media, Kebumen Travel Mart 2026 Siap Promosikan Pariwisata Kebumen ke Kancah Internasional

94
×

Gandeng Media, Kebumen Travel Mart 2026 Siap Promosikan Pariwisata Kebumen ke Kancah Internasional

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Panitia Kebumen Travel Mart 2026 menggelar sosialisasi kepada insan media di Kabupaten Kebumen sebagai upaya memperkuat publikasi dan promosi menjelang pelaksanaan agenda pariwisata terbesar di Kebumen tersebut. Kegiatan berlangsung di Sasana Pambiwara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kebumen, Kamis (6/8/2026).

Sosialisasi dihadiri Kepala Diskominfo Kabupaten Kebumen Wahyu Siswanti, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen Frans Haidar, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kebumen Widiatmoko, Ketua Kebumen Travel Mart Wahid Supriyadi, Ketua Umum IWAK WALET MAS Kebumen Ipnu Darmawan, serta perwakilan media massa di Kabupaten Kebumen.

Ketua Kebumen Travel Mart, Wahid Supriyadi, mengatakan Kabupaten Kebumen memiliki kekayaan alam, budaya, kuliner, hingga potensi ekonomi kreatif yang sangat besar. Namun, seluruh potensi tersebut membutuhkan promosi yang lebih masif melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan media.

“Melalui Kebumen Travel Mart 2026 yang akan digelar pada 27–29 Agustus mendatang, kami ingin menghadirkan ajang yang mempertemukan seller dan buyer pariwisata untuk membuka peluang kerja sama bisnis, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kebumen,” ujarnya.

Menurut Wahid, Kebumen Travel Mart bukan sekadar pameran wisata, tetapi menjadi momentum memperkuat ekosistem pariwisata agar semakin kompetitif dan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan akan berlangsung selama tiga hari. Hari pertama akan diisi table top meeting atau business matching (B2B) yang mempertemukan seller dan buyer pariwisata. Seller terdiri dari pelaku industri pariwisata seperti pengelola destinasi wisata, hotel, restoran, transportasi, hingga toko oleh-oleh dari Kebumen, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara buyer merupakan pelaku usaha perjalanan wisata dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.

Panitia semula menargetkan 200 seller, namun jumlah tersebut dibatasi menjadi 150 peserta agar pelaksanaan lebih optimal. Hingga saat ini tercatat sebanyak 145 seller telah mendaftarkan diri. Selain itu, buyer yang telah dipastikan hadir berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

“Kami tidak hanya menjual paket wisata Kebumen, tetapi juga menghubungkan destinasi wisata Kebumen dengan Yogyakarta sehingga wisatawan memiliki alternatif perjalanan yang lebih lengkap. Harapannya masyarakat luar mengetahui bahwa tidak jauh dari Yogyakarta terdapat destinasi wisata unggulan di Kebumen, mulai dari wisata alam, Geopark Kebumen, kuliner khas, hingga Benteng Van der Wijck yang menjadi benteng berbentuk segi delapan satu-satunya di Indonesia,” jelasnya.

Pada hari kedua, peserta buyer akan mengikuti walking tour bertema Gombong Heritage. Melalui kegiatan tersebut para buyer diajak mengenal kawasan bersejarah Gombong agar memiliki pengalaman langsung sebelum memasarkan destinasi wisata Kebumen kepada wisatawan.

Selanjutnya pada hari ketiga akan digelar family trip (fam trip) dengan mengunjungi sejumlah destinasi wisata alam di Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada buyer sehingga lebih mudah menyusun dan memasarkan paket wisata Kebumen.

Berbeda dengan travel mart pada umumnya yang diselenggarakan di hotel, Kebumen Travel Mart 2026 akan dipusatkan di Benteng Van der Wijck sebagai ikon sejarah Kabupaten Kebumen.

“Konsep ini kami pilih agar memberikan pengalaman berbeda sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta,” kata Wahid.

Ia mengungkapkan antusiasme peserta cukup tinggi. Sebanyak 15 buyer dari Malaysia telah menyelesaikan proses pendaftaran dan pembayaran. Selain itu terdapat rombongan 16 peserta dari Kalimantan yang tertarik dengan potensi Geopark Kebumen. Buyer dari Uzbekistan, Thailand, dan Brunei Darussalam juga telah mendaftarkan diri sebagai pelaku bisnis pariwisata internasional.

Menurutnya, target utama kegiatan ini adalah memperkenalkan Kabupaten Kebumen kepada pasar nasional maupun internasional. Peningkatan kunjungan wisatawan diyakini akan memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi seperti UMKM, homestay, kuliner, transportasi, hingga industri kreatif.

“Kami berharap Kebumen Travel Mart menjadi tonggak baru pengembangan pariwisata Kabupaten Kebumen sekaligus menjadi agenda rutin setiap tahun dengan lokasi dan paket wisata yang terus diperbarui,” ujarnya.

Selain agenda business to business (B2B), Kebumen Travel Mart juga menghadirkan konsep business to see (B2S) yang dapat dinikmati masyarakat. Dua panggung utama akan disiapkan, yakni panggung UMKM dan panggung hiburan. Berbagai kegiatan seperti kirab budaya, pertunjukan musik, magic show, kesenian ebeg, hingga senam massal yang ditargetkan diikuti sekitar 5.000 peserta akan meramaikan acara tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Frans Haidar, mengatakan Kebumen Travel Mart merupakan langkah strategis untuk mengangkat potensi daerah, mulai dari sektor pariwisata, budaya, kuliner, UMKM hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini tidak lain untuk mengangkat Kabupaten Kebumen melalui sektor pariwisata, budaya, kuliner, UMKM, serta berbagai sektor ekonomi lainnya,” katanya.

Frans juga mengajak masyarakat mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang ramah mengingat jumlah wisatawan dari luar daerah maupun luar negeri terus meningkat.

Ia menilai Kebumen Travel Mart akan mempertemukan buyer, seller, dan pengelola destinasi wisata sehingga membuka peluang lahirnya berbagai paket wisata baru, termasuk paket wisata edukasi bagi sekolah-sekolah saat musim liburan.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan pariwisata, salah satunya akses menuju beberapa destinasi unggulan yang belum dapat dilalui bus berukuran besar, seperti kawasan Pantai Menganti.

“Semoga melalui Kebumen Travel Mart, sektor pariwisata Kebumen semakin berkembang sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.