KEBUMEN, Kebumen24.com – Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi melalui penyelenggaraan CODEX Expo (Computing and Data Exhibition) 2026. Sebanyak 22 karya inovatif hasil pengembangan mahasiswa dipamerkan dalam ajang tahunan tersebut yang berlangsung di Aula Universitas Putra Bangsa, Jalan Ronggowarsito Nomor 18, Pejagoan, Kebumen, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Putra Bangsa, Dr. Gunarso Wiwoho, S.E., M.M., dan menjadi ruang bagi mahasiswa Program Studi Informatika serta Sains Data untuk mempresentasikan hasil Capstone Project yang telah mereka kerjakan selama satu semester.
Beragam inovasi berbasis teknologi dipamerkan, mulai dari aplikasi digital, sistem informasi, analisis data, hingga perangkat berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UPB Kebumen, Yulianto, S.Kom., M.Kom., mengatakan CODEX Expo tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua dengan mengusung tema “Jungle Tech”, yang menitikberatkan pada sinergi antara perkembangan teknologi dan kelestarian lingkungan.
“Tema ini mengajak mahasiswa agar mampu menghadirkan inovasi teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yulianto, pada CODEX Expo 2026 ditampilkan 22 produk inovasi dari Program Studi Informatika dan Agroteknologi, enam karya dari Program Studi Bisnis Digital, serta sekitar 20 karya hasil Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
“Seluruh karya ini kami hadirkan sebagai bukti bahwa hasil penelitian dan proyek mahasiswa memiliki potensi besar untuk diterapkan secara nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Sejumlah inovasi yang menarik perhatian pengunjung di antaranya teknologi pengering padi otomatis, sistem deteksi dini kebencanaan, kendali kursi roda pintar bagi lansia dan penyandang disabilitas, hingga berbagai solusi digital yang mendukung aktivitas masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan Smart Parking System yang mampu menampilkan informasi ketersediaan slot parkir secara real time sekaligus mendukung sistem pembayaran digital.
Tak kalah menarik, terdapat pula inovasi pertanian pintar yang mampu memantau kondisi tanaman, mengatur penyiraman, hingga mendeteksi tingkat kematangan buah sehingga membantu meningkatkan kualitas hasil panen.
Yulianto menjelaskan, dibandingkan tahun sebelumnya, konsep CODEX Expo kali ini lebih terarah karena seluruh peserta difokuskan pada mahasiswa semester enam dengan tema yang lebih spesifik.
“Tahun lalu temanya masih bebas. Sekarang kami fokus menghubungkan teknologi dengan isu lingkungan sehingga kualitas inovasi menjadi lebih matang dan aplikatif,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah karya mahasiswa pada penyelenggaraan CODEX Expo sebelumnya bahkan telah berhasil diterapkan di masyarakat, terutama aplikasi berbasis perdagangan digital dan transaksi ritel.
“Artinya, inovasi mahasiswa tidak berhenti sebagai tugas kuliah, tetapi benar-benar memiliki nilai implementasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Program Studi Sains Data, Jimin, menjelaskan seluruh karya dipersiapkan selama satu semester melalui kolaborasi mahasiswa.
“Total terdapat 28 karya yang dipamerkan, terdiri atas 22 karya inovasi utama dan enam karya lainnya. Seluruhnya merupakan hasil kerja mahasiswa semester enam,” ungkapnya.
Menurut Jimin, tantangan terbesar dalam pengembangan inovasi berbasis IoT adalah tingginya biaya penelitian serta kebutuhan material pendukung.
“Kendala terbesar adalah biaya riset dan penyediaan perangkat. Namun hal itu tidak mengurangi semangat mahasiswa untuk terus berinovasi,” katanya.
Ke depan, pihaknya akan memfokuskan pengembangan produk agar lebih siap diterapkan di masyarakat.
“Saat ini ada sekitar empat hingga lima karya yang sudah mendekati tahap implementasi. Kami masih melakukan penyempurnaan agar benar-benar siap digunakan,” ujarnya.
Melalui CODEX Expo, UPB berharap mahasiswa semakin memahami bahwa teknologi tidak hanya dipelajari sebagai ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Penyelenggaraan CODEX Expo 2026 sekaligus memperkuat posisi Universitas Putra Bangsa sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong inovasi, kreativitas, serta transformasi digital di Kabupaten Kebumen.
Di tengah penyelenggaraan CODEX Expo, Universitas Putra Bangsa juga tengah menikmati capaian membanggakan di bidang akademik. Sebelumnya, tiga program studi di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yakni S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Bisnis Digital, resmi meraih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA dengan masa berlaku hingga 2031.
Rektor UPB, Dr. Gunarso Wiwoho, S.E., M.M., menegaskan raihan tersebut menjadi langkah awal menuju akreditasi internasional melalui lembaga seperti FIBAA dan ACBSP, sekaligus memperkuat target UPB meraih Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul.
Selain itu, UPB juga tengah mempersiapkan akreditasi unggul bagi Program Studi Informatika dan Magister Manajemen serta menargetkan pembukaan Program Doktor (S3) Manajemen dalam beberapa tahun mendatang.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















