KEBUMEN, Kebumen24.com – Tradisi Merdi Bumi untuk pertama kalinya digelar di Dukuh Tanuraksan, Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Sabtu (11/7/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di halaman rumah Kepala Desa Gemeksekti, Suramin, S.E., itu diikuti warga RW 1 dan RW 2 dalam suasana penuh kekeluargaan, khidmat, dan kebersamaan.
Puluhan tumpeng yang disiapkan oleh masing-masing RT menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki, hasil bumi, serta harapan akan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga desa.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil sebagai doa bersama, dilanjutkan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Kepala Desa Gemeksekti, Suramin, S.E., dan ditutup dengan makan tumpeng bersama yang diikuti seluruh warga.
Tradisi Merdi Bumi tidak hanya menjadi bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat, khususnya warga Dukuh Tanuraksan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Gemeksekti, Suramin, S.E., mengatakan bahwa pelaksanaan Merdi Bumi di Dukuh Tanuraksan merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan. Ia berharap tradisi tersebut membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat dan dapat terus dilestarikan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini membawa keberkahan, warga Desa Gemeksekti selalu diberikan keselamatan, umur panjang, rezeki yang berkah dan barokah. Insyaallah Merdi Bumi ini akan kita agendakan menjadi kegiatan rutin setiap tahun,” ujar Suramin.
Suramin menjelaskan, Desa Gemeksekti memiliki empat pedukuhan dan seluruhnya kini telah melaksanakan tradisi Merdi Bumi. Dengan terselenggaranya kegiatan di Dukuh Tanuraksan, seluruh wilayah pedukuhan di Desa Gemeksekti resmi melestarikan tradisi tersebut sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga warisan budaya yang telah turun-temurun.
Menurutnya, tradisi Merdi Bumi menjadi salah satu kearifan lokal yang memiliki makna mendalam. Selain sebagai ungkapan syukur atas nikmat dan hasil bumi, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat persatuan, kebersamaan, serta kepedulian sosial antarwarga.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang acara. Warga dari berbagai usia turut hadir mengikuti doa bersama hingga menikmati hidangan tumpeng yang telah disiapkan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Dukuh Tanuraksan dalam menjaga tradisi budaya desa.
Pemerintah Desa Gemeksekti berharap pelaksanaan Merdi Bumi dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu mempererat persaudaraan, memperkokoh nilai-nilai gotong royong, sekaligus melestarikan budaya lokal agar tetap diwariskan kepada generasi mendatang.(K24/ILHAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















