PemerintahanSENI BUDAYA

Bupati Lilis Berharap Sendratari “The Tales of Karangbolong” Jadi Magnet Baru Pariwisata Kebumen

49
×

Bupati Lilis Berharap Sendratari “The Tales of Karangbolong” Jadi Magnet Baru Pariwisata Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Karangbolong Culture Festival 2026 resmi dibuka dengan semarak pada Sabtu (27/6/2026) malam di kawasan parkir objek wisata Sagara View of Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Ribuan pengunjung yang memadati lokasi disuguhkan penampilan spektakuler Sendratari kolosal bertajuk “The Tales of Karangbolong”, yang menjadi daya tarik utama dalam pembukaan festival budaya tersebut.

Pementasan megah ini kembali mengangkat legenda Karangbolong yang telah lama hidup di tengah masyarakat pesisir selatan Kebumen. Tahun ini menjadi kali ketiga sendratari tersebut dipentaskan secara besar-besaran setelah sebelumnya sukses dipertunjukkan pada malam pergantian tahun baru dan tampil di panggung nasional Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Karya seni monumental tersebut merupakan gagasan kreatif dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus putra sulung Bupati Kebumen. Dalam proses produksinya, dr. Reza menggandeng Bravery Dancer Jogja untuk mengemas cerita rakyat menjadi pertunjukan yang atraktif, modern, dan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

Lebih dari 100 penari yang seluruhnya merupakan pelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Kebumen terlibat dalam pementasan tersebut. Dengan tata panggung yang megah, koreografi yang dinamis, serta tata cahaya yang memukau, para penari berhasil menghidupkan kisah legenda Karangbolong tentang pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, kutukan raja yang angkara murka kepada sang permaisuri, hingga perjalanan mencari penawar kutukan yang kemudian melahirkan tradisi pengambilan sarang burung walet di tebing Karangbolong.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang hadir langsung membuka festival menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertunjukan budaya tersebut. Menurutnya, perpaduan antara keindahan alam pesisir selatan dengan kekayaan budaya lokal memiliki potensi besar untuk memperkuat sektor pariwisata Kabupaten Kebumen.

“Kami sangat mengapresiasi karya ini. Kehadiran sendratari ini membuktikan bahwa kebudayaan Kebumen terus hidup, berkembang, dan mampu tampil dalam kemasan yang menarik minat generasi masa kini. Ini menjadi wadah ekspresi yang sangat positif bagi anak-anak muda kita,” ujar Bupati Lilis.

Ia berharap Sendratari “The Tales of Karangbolong” dapat menjadi ikon budaya sekaligus magnet baru yang mampu menarik wisatawan datang ke Kebumen, sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan wisata Karangbolong.

Sementara itu, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika selaku penggagas mengatakan bahwa pertunjukan ini tidak hanya ditujukan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media promosi budaya dan pariwisata daerah.

Menurutnya, cerita rakyat yang dikemas dalam bentuk pertunjukan kolosal mampu memperkenalkan identitas budaya Kebumen kepada masyarakat yang lebih luas. Ia berharap ke depan sendratari tersebut dapat dipentaskan secara rutin dan menjadi salah satu agenda wisata unggulan Kabupaten Kebumen yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara.

Pembukaan Karangbolong Culture Festival 2026 turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Kebumen, perwakilan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, budayawan, serta ribuan warga yang antusias menyaksikan pertunjukan hingga selesai.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.