TRADISI

Fantastis! Tradisi 10 Ribu Ingkung di Panjer Kebumen Putar Ekonomi hingga Rp4 Miliar Saat Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi

83
×

Fantastis! Tradisi 10 Ribu Ingkung di Panjer Kebumen Putar Ekonomi hingga Rp4 Miliar Saat Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebanyak 10 ribu ingkung mewarnai peringatan Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi 2026 yang digelar di Masjid Banyumudal, Dukuh Kuwarisan, Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen, Jumat Kliwon (10/7/2026). Tradisi tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut dipadati ribuan warga Panjer dan para perantau yang pulang kampung untuk mengikuti doa bersama.

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah atau bulan Suro, masyarakat Dukuh Kuwarisan menggelar Kirab Ingkung dan Tumpeng yang berlangsung meriah. Kirab budaya dimulai dari halaman Kantor Kelurahan Panjer, melintasi Jalan KH Hasyim Asy’ari, dan berakhir di Masjid Banyumudal.

Ribuan warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Bahkan, keturunan asli Dukuh Kuwarisan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia sengaja datang untuk menghadiri momentum yang hanya berlangsung sekali dalam setahun tersebut.

Kegiatan haul dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kebumen Mukhsinul Mubarok, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Wonoyoso KH Muntaha Mahfudz, Anggota DPRD Kabupaten Kebumen Hessi Miss’ida, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen Frans Haidar, Camat Kebumen Ibnu Sayfudin, Lurah Panjer Nur Halim Ar Rasyid, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua Panitia Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi Tahun 2026, Agan Suhari, mengatakan pelaksanaan haul tahun ini berlangsung sangat meriah dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Alhamdulillah, Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi tahun 2026 sangat meriah dan masyarakat sangat antusias dalam menyemarakkan haul ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tradisi haul ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Panjer, khususnya warga Dukuh Kuwarisan.

Salah satu tradisi yang paling dinanti adalah pembuatan ingkung sebagai bentuk rasa syukur dan sedekah. Tahun ini, jumlah berkat atau paket ingkung yang dibuat masyarakat mendekati 10 ribu paket yang dipersiapkan oleh keturunan asli Panjer di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Agan Suhari, apabila satu keluarga mengeluarkan biaya sekitar Rp400 ribu untuk membuat satu paket ingkung, maka total perputaran ekonomi dalam tradisi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp4 miliar.

Selain itu, sebanyak tujuh ingkung berukuran besar diarak dari Kantor Kelurahan Panjer menuju Masjid Banyumudal sebagai bagian dari prosesi kirab budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Bagi masyarakat Dukuh Kuwarisan, Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi memiliki makna yang mendalam, yakni sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, mempererat rasa kekeluargaan dan silaturahmi antarsesama keturunan warga Panjer, serta memanjatkan doa bersama agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan keturunan yang baik serta mulia.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.