KEBUMEN, Kebumen24.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sadang terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Hal itu ditandai dengan peluncuran program Samsat Corporate serta perintisan Klinik Muhammadiyah Sadang dalam momentum Tabligh Akbar Hari Ber-Muhammadiyah yang digelar di Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.000 warga ini berlangsung meriah dan menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara Muhammadiyah, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Ketua PCM Gombong Ir. Mohammad Yahya Fuad, S.E., perwakilan Samsat Kebumen, KUA Sadang, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam Sadang, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen, serta Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kebumen.
Ketua PCM Sadang, Bilaludin, dalam laporannya menyampaikan sejumlah capaian strategis yang telah berhasil diwujudkan oleh PCM Sadang di berbagai bidang.
Salah satu terobosan yang diluncurkan adalah kerja sama dengan Samsat Kebumen melalui program Samsat Corporate. Program tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat Kecamatan Sadang dalam membayar pajak kendaraan bermotor tanpa harus datang ke pusat pelayanan di Kota Kebumen.
“Melalui kerja sama ini, masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan pembayaran pajak kendaraan sehingga lebih efektif dan efisien,” ujar Bilaludin.
Selain memperluas pelayanan publik, PCM Sadang juga terus melakukan penataan administrasi aset wakaf. Dari total 29 bidang tanah wakaf yang sedang diproses, sebanyak 17 bidang telah berhasil memperoleh sertifikat resmi.
“Alhamdulillah, dari 29 aset wakaf yang sedang diproses, sebanyak 17 bidang tanah telah bersertifikat. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan tata kelola aset Muhammadiyah yang tertib dan memiliki kepastian hukum,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis sertifikat perizinan Majelis Hari Ber-Muhammadiyah serta sertifikat tanah aset Muhammadiyah.
Di bidang pendidikan, Bilaludin mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan gedung kedua sekolah Muhammadiyah yang selesai pada Jumat lalu. Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Sementara itu, pada sektor kesehatan, PCM Sadang tengah merintis pendirian Klinik Muhammadiyah. Langkah ini dilakukan sebagai solusi atas belum tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan dengan rawat inap di wilayah Kecamatan Sadang.
Bilaludin menjelaskan, bangunan klinik telah siap digunakan. Namun, proses operasional masih menunggu terpenuhinya persyaratan tenaga dokter agar izin operasional dapat segera diterbitkan.
“Kami berharap Klinik Muhammadiyah Sadang dapat mulai beroperasi pada tahun ini sehingga masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas,” harapnya.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, memberikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah yang dinilai konsisten membantu pemerintah dalam pembangunan masyarakat melalui dakwah, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga berbagai kegiatan sosial.
“Sadang memiliki potensi alam yang indah serta masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai Islam dan semangat gotong royong. Ini merupakan modal penting dalam membangun daerah,” ujar Lilis.
Sementara itu, Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., yang hadir sebagai penceramah menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya menuntut ilmu, memperkuat persatuan, dan menjaga ukhuwah Islamiyah.
Dalam ceramahnya, Prof. Sofyan mengisahkan bahwa dirinya berasal dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Ia menegaskan bahwa dua tokoh besar bangsa, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari, memiliki semangat yang sama dalam memajukan umat Islam meskipun berasal dari organisasi yang berbeda.
Ia juga mengapresiasi kehadiran warga Nahdlatul Ulama dalam Tabligh Akbar tersebut sebagai wujud persaudaraan dan kebersamaan antarumat Islam.
Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kerukunan masyarakat dan kualitas pendidikan generasi muda.
“Kerukunan umat dan pendidikan anak-anak merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa yang lebih maju,” pungkasnya.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















