GOMBONG, Kebumen24.com – SMK Ma’arif 5 Gombong terus memperkuat kualitas pendidikan berbasis kebutuhan industri. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan In-House Training (IHT) dan Sinkronisasi Kurikulum bersama Tim Pintar Bersama Daihatsu (PBD) Jawa Tengah serta lima mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI), Kamis (18/6/2026).
Mengusung tema “Harmonisasi Deep Learning, Teaching Factory, dan Pembelajaran Berbasis Projek dalam Mewujudkan Sekolah Berbudaya Industri”, kegiatan yang berlangsung di Movie Room SMK Ma’arif 5 Gombong itu dihadiri perwakilan PC LP Ma’arif NU Kabupaten Kebumen Hasyim Asy’ari, M.Pd., Ketua Komite Sekolah H. Jawakhir, S.Pd., jajaran manajemen sekolah, serta sejumlah mitra industri, yakni AIM Daihatsu Purwokerto, Astra Motor Kebumen, BNI Kebumen, Kebumen TV, dan Bumdes Selokerto.
Kepala SMK Ma’arif 5 Gombong menegaskan, sinkronisasi kurikulum menjadi langkah penting agar pembelajaran di sekolah selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Selain itu, kerja sama dengan mitra industri juga akan diperluas melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) hingga peluang penyerapan lulusan.
Ketua Komite Sekolah, H. Jawakhir, S.Pd., berharap seluruh tenaga pendidik dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk terus meningkatkan kualitas sekolah sehingga SMK Ma’arif 5 Gombong semakin menjadi pilihan utama masyarakat.
Sementara itu, perwakilan PC LP Ma’arif NU Kebumen, Hasyim Asy’ari, M.Pd., menekankan pentingnya membangun sekolah unggulan yang berawal dari visi para guru. Menurutnya, evaluasi mutu secara berkala perlu dilakukan agar kualitas input, proses, dan output pendidikan tetap terjaga.
“Jumlah siswa harus meningkat, tetapi kualitas juga harus terus ditingkatkan. Sekolah perlu memiliki ciri khas atau branding yang membedakan dengan sekolah lain. Penguatan karakter peserta didik juga harus berjalan seimbang dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik,” ujarnya.
Pada sesi bedah kurikulum, perwakilan PBD Daihatsu Jawa Tengah, Raditya Nugroho, S.T., menekankan pentingnya pemetaan Capaian Pembelajaran (CP) antarmata pelajaran guna mendorong pembelajaran kolaboratif lintas disiplin. Menurutnya, pembelajaran berbasis proyek harus dirancang secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi melalui penilaian yang terukur.
Raditya juga mengapresiasi penerapan budaya industri di SMK Ma’arif 5 Gombong yang telah mengimplementasikan prinsip 5S, yakni Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Ia menilai konsep “Santri Berbudaya Industri” menjadi keunggulan yang perlu terus dikembangkan agar lulusan memiliki etos kerja tinggi sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai religius.
Dalam sesi sinkronisasi, masing-masing mitra industri turut memberikan masukan. Astra Motor Kebumen menyoroti pentingnya penguatan karakter serta pembaruan materi kendaraan listrik, teknologi EFI, manajemen bengkel, dan standar fasilitas sekolah untuk mendukung PKL enam bulan.
BNI Kebumen melalui Soffan menyatakan materi Akuntansi Keuangan yang diajarkan telah sesuai dengan standar perbankan nasional dan membuka peluang magang bagi siswa. Bumdes Selokerto mengusulkan penambahan materi ketahanan pangan dalam kurikulum kewirausahaan serta mendorong perubahan orientasi lulusan SMK dari slogan BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha) menjadi WMB (Wirausaha, Melanjutkan, Bekerja).
Sementara itu, Kebumen TV merekomendasikan penguatan kompetensi di bidang kecerdasan buatan (AI), animasi, jurnalistik, serta pemahaman regulasi hukum digital. AIM Daihatsu Purwokerto juga menyampaikan pembaruan materi terkait perkembangan teknologi kendaraan roda empat terkini.
Rangkaian IHT akan berlanjut pada Senin (22/6/2026) dengan fokus pada pemantapan kurikulum operasional yang didampingi Pengawas Pembina Wahyono, S.Pd., M.M., dan Taufik Nur Hidayat, S.Pd., M.Pd. Dalam sesi tersebut akan dibahas penelaahan Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Tujuan Pembelajaran (TP), Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), penyusunan modul ajar, hingga sinkronisasi kalender pendidikan tahun ajaran baru.
Kegiatan IHT ditutup dengan penyusunan draf kurikulum operasional baru yang mengakomodasi berbagai masukan dari dunia industri. Langkah ini menjadi modal penting bagi SMK Ma’arif 5 Gombong dalam mencetak lulusan yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki karakter yang kuat.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















