Pendidikan

Optimalkan Pembelajaran melalui Neuro Psikologi, SMK Ma’arif 5 Gombong Gelar Training Motivation untuk Guru dan Karyawan

86
×

Optimalkan Pembelajaran melalui Neuro Psikologi, SMK Ma’arif 5 Gombong Gelar Training Motivation untuk Guru dan Karyawan

Sebarkan artikel ini

GOMBONG, Kebumen24.com – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran terus dilakukan SMK Ma’arif 5 Gombong. Salah satunya melalui kegiatan Training Motivation yang diikuti para guru dan karyawan di Movie Room SMK Ma’arif 5 Gombong, Jumat (19/6/2026).  Kegiatan ini mengusung tema “Mengoptimalkan Siswa dan Guru dalam Pembelajaran melalui Neuro Psikologi Belajar.”

Acara dihadiri oleh guru-guru dari MTs Ma’arif NU Gombong sebagai peserta undangan. Hadir sebagai narasumber, motivator nasional sekaligus pakar pendidikan, Hendri Unduh N., M.Pd, yang membawakan materi secara interaktif dan inspiratif.

Sejak awal acara, suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Narasumber mengawali sesi dengan ice breaking unik bertajuk “Game Kumbang”. Dalam permainan tersebut, peserta diajak melatih konsentrasi melalui sebuah cerita yang dibacakan motivator. Saat kata “kumbang” disebutkan, peserta harus dengan cepat menangkap telunjuk rekan di sampingnya sambil menyelamatkan telunjuknya sendiri.

Gelak tawa dan semangat peserta memenuhi ruangan. Selain mencairkan suasana, permainan tersebut juga menjadi sarana melatih fokus dan kesiapan mental sebelum memasuki materi utama.

Dalam pemaparannya, Hendri Unduh menekankan filosofi Jawa “Ilmu tinemu kanthi laku”, yang berarti ilmu hanya dapat diperoleh melalui proses dan tindakan nyata. Menurutnya, seorang pendidik perlu terus belajar mengenali dirinya sendiri agar mampu menghadapi berbagai tantangan pendidikan secara bijaksana.

Ia juga menyoroti pentingnya memahami karakter dan gaya belajar siswa, baik visual, auditori, maupun kinestetik. Menurutnya, pemahaman terhadap gaya belajar menjadi kunci keberhasilan dalam proses transfer ilmu di kelas.

“Terlebih pada jenjang SMK yang memiliki komposisi pembelajaran sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori. Guru harus mampu mengenali kecenderungan gaya belajar siswa agar materi dapat terserap secara optimal,” ujarnya.

Hendri juga menyarankan agar mata pelajaran yang membutuhkan konsentrasi dan kemampuan berpikir tinggi ditempatkan pada jam pelajaran pertama dan kedua. Menurutnya, waktu pagi merupakan momen terbaik bagi otak untuk menerima informasi karena kondisi mental masih segar dan rileks.

Selain menyampaikan teori, Hendri membagikan sejumlah strategi pembelajaran berbasis neuro psikologi yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Beberapa di antaranya adalah Teknik Pomodoro, yaitu belajar fokus selama 25 menit diselingi istirahat lima menit, kemudian brainstorming yang menggabungkan berbagai tipe gaya belajar melalui demonstrasi dan praktik langsung, serta pentingnya membangun kebiasaan positif secara konsisten.

Dalam sesi berikutnya, Hendri menjelaskan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual semata. Ia memperkenalkan tiga dimensi empiris yang perlu dikembangkan, yaitu empiris sensual, empiris logik, dan empiris etik, sebagai fondasi dalam membangun karakter dan prestasi.

Suasana semakin reflektif ketika peserta diajak memahami pentingnya mensyukuri setiap ketentuan hidup dan tidak membandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Hendri menjelaskan bahwa setiap peristiwa yang dialami manusia memiliki hikmah yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Ia juga mengulas fenomena sepertiga malam dari sudut pandang neuro psikologi. Menurutnya, kondisi setelah bangun tidur merupakan fase rileks ketika alam bawah sadar bekerja lebih aktif dan gerbang logika atau critical factor berada dalam kondisi terbuka, sehingga menjadi waktu yang baik untuk berdoa dan melakukan refleksi diri.

Pada penghujung materi, Hendri mengajak peserta memahami tingkatan nafsu manusia, mulai dari Amarah, Lawwamah, Mulhamah, hingga Mutmainah. Ia menegaskan bahwa tujuan akhir setiap manusia adalah mencapai jiwa yang tenang, di mana seluruh perilaku dan keputusan hidupnya senantiasa mengarah pada kebaikan.

“Jadilah pribadi yang ceria, bukan pemarah, apalagi mudah depresi,” pesannya di hadapan para peserta.

Ia juga mengajak seluruh peserta berkomitmen menjaga lima pilar kehidupan, yakni menjaga agama, menjaga harta, menjaga hati, menjaga keturunan, dan menjaga jiwa.

Menjelang berakhirnya kegiatan, suasana Movie Room berubah menjadi haru sekaligus penuh energi positif. Sebagai simbol penguatan mental dan kebersamaan, seluruh peserta diminta berdiri saling berhadapan dan memberikan pelukan serta ucapan positif kepada rekan-rekan mereka.

Isak haru dan senyum bahagia tampak mewarnai momen tersebut. Para peserta saling menyebut nama, menyampaikan pesan motivasi, serta mendoakan satu sama lain. Suasana emosional itu menjadi penutup yang berkesan sekaligus memperkuat makna pelatihan yang telah berlangsung sepanjang hari.

Kepala SMK Ma’arif 5 Gombong, Mukhamad Ma’muri, berharap kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antara guru, karyawan, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif, menyenangkan, dan berorientasi pada prestasi.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir semangat baru dalam membangun kolaborasi yang kuat sehingga proses pembelajaran di sekolah semakin berkualitas dan mampu menghasilkan lulusan yang unggul,” ungkapnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.