SOSIAL

Bersama Relawan Cupang dan HMI, Dandim Kebumen Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Dhuafa dan Anak Yatim

99
×

Bersama Relawan Cupang dan HMI, Dandim Kebumen Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Dhuafa dan Anak Yatim

Sebarkan artikel ini
Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono bersama relawan Cupang Kebumen, HMI, dan warga meninjau proses renovasi rumah milik anak yatim di Desa Jatisari, Kecamatan Kebumen, Minggu (14/6/2026). Program bedah rumah tersebut dilaksanakan secara swadaya melalui dukungan para donatur dan semangat gotong royong masyarakat.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P. Bersama komunitas sosial Grup Cukup Pangan (Cupang) Kebumen, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), para relawan, dan donatur, ia menginisiasi gerakan kemanusiaan berupa renovasi lima rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga dhuafa dan anak yatim di Kabupaten Kebumen.

Program yang dilaksanakan secara swadaya tersebut menjadi wujud nyata gotong royong dalam membantu warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan membahayakan keselamatan penghuninya.

Salah satu penerima manfaat adalah Suryadi, warga Dukuh Karang Kemiri RT 01 RW 02 Desa Grujugan, Kecamatan Petanahan. Selain itu, bantuan juga menyasar sejumlah warga kurang mampu lainnya yang tersebar di Kecamatan Kebumen, Alian, dan Ambal.

Hingga pertengahan Juni 2026, sebagian besar rumah yang menjadi sasaran program telah selesai direnovasi dan kembali ditempati pemiliknya. Beberapa unit lainnya masih menjalani tahap penyelesaian akhir.

Menariknya, kegiatan bedah rumah tersebut bukan merupakan program pemerintah maupun kegiatan kedinasan TNI. Seluruh proses renovasi dilakukan melalui semangat gotong royong masyarakat, relawan, dan dukungan para donatur yang tergerak membantu sesama.

Letkol Inf Eko Majlistyawan menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni merupakan gerakan sosial kemanusiaan.

“Kami perlu meluruskan bahwa kegiatan ini bukan program instansi ataupun proyek pemerintah. Ini murni gerakan kemanusiaan yang lahir dari kepedulian pribadi bersama teman-teman komunitas sosial dan para donatur yang memiliki semangat yang sama untuk membantu sesama,” ujarnya, saat meninjau salah satu lokasi renovasi di Desa Jatisari, Kecamatan Kebumen, Minggu (14/6/2026),

Menurutnya, penentuan penerima bantuan dilakukan secara independen oleh tim relawan melalui survei lapangan, dialog dengan masyarakat, serta verifikasi kondisi rumah yang benar-benar membutuhkan perbaikan.

Prioritas diberikan kepada warga kurang mampu, lansia terlantar, serta anak yatim piatu yang tinggal di rumah dengan kondisi membahayakan, seperti atap hampir roboh, dinding lapuk, hingga bangunan yang tidak lagi layak dihuni.

Salah satu kisah yang menyentuh datang dari AD, seorang anak yatim piatu yang tinggal seorang diri di Desa Jatisari. Sebelum direnovasi, rumah yang ditematinya mengalami banyak kerusakan. Atap bocor di berbagai bagian, dinding kayu lapuk, serta kondisi bangunan yang lembap membuatnya harus hidup dalam keterbatasan, terutama saat musim hujan.

Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono bersama relawan Cupang Kebumen, HMI, dan warga meninjau proses renovasi rumah milik anak yatim di Desa Jatisari, Kecamatan Kebumen, Minggu (14/6/2026). Program bedah rumah tersebut dilaksanakan secara swadaya melalui dukungan para donatur dan semangat gotong royong masyarakat.

Berkat gotong royong para relawan dan dukungan donatur, rumah tersebut kini berubah menjadi hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Renovasi meliputi penggantian rangka atap yang keropos, pemasangan atap baru, perbaikan dinding, hingga pengecatan ulang bangunan.

Seluruh kebutuhan material bangunan maupun biaya tenaga kerja berasal dari sumbangan para donatur dan kerja sukarela para relawan.

Berdasarkan data tim lapangan, lima rumah yang direnovasi tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kebumen, Alian, dan Ambal. Sebagian telah selesai 100 persen dan diserahkan kembali kepada pemiliknya, sementara lainnya masih memasuki tahap finishing.

Letkol Eko menegaskan gerakan sosial tersebut akan terus dilanjutkan selama mendapat dukungan dari para donatur dan relawan. Koordinasi dengan pemerintah desa serta tokoh masyarakat juga terus dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program lainnya.

“Kami berharap gerakan ini dapat terus berjalan dan menginspirasi banyak pihak untuk ikut peduli. Harapan kami sederhana, tidak ada lagi warga kurang mampu yang harus tinggal di rumah yang membahayakan keselamatannya,” ungkapnya.

AD mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Rumah yang sebelumnya bocor dan tidak nyaman kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dandim dan semua relawan yang telah membantu saya. Dulu kalau hujan harus menampung air karena atap bocor. Sekarang rumah sudah diperbaiki dan saya bisa tinggal dengan lebih nyaman serta merasa aman,” tuturnya haru.

Aksi sosial tersebut juga mendapat apresiasi dari warga sekitar. Mereka menilai bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan dan memberikan manfaat nyata.

Hadi, salah seorang tetangga AD, mengatakan kondisi rumah penerima bantuan sebelumnya memang sangat memprihatinkan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Dandim dan teman-teman relawan. Bantuan ini benar-benar tepat sasaran. Rumah AD sebelumnya sering kemasukan air saat hujan dan kondisinya sangat memprihatinkan. Sekarang rumahnya sudah layak huni dan jauh lebih nyaman ditempati,” katanya.

Menurut Hadi, tidak semua warga kurang mampu memiliki kemampuan ekonomi untuk memperbaiki rumahnya sendiri. Karena itu, kehadiran komunitas sosial, relawan, dan para donatur menjadi solusi nyata yang sangat membantu masyarakat.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.