Pemerintahan

Prameks Segera Masuk Kebumen? KAI dan Kemenhub Beri Lampu Hijau Perpanjangan hingga Gombong

133
×

Prameks Segera Masuk Kebumen? KAI dan Kemenhub Beri Lampu Hijau Perpanjangan hingga Gombong

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen terus mengupayakan peningkatan layanan transportasi publik yang lebih terjangkau, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang kini diperjuangkan adalah perpanjangan layanan Kereta Commuter Line Prameks dari Stasiun Kutoarjo hingga Stasiun Kebumen dan Stasiun Gombong.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rangkaian audiensi yang dipimpin langsung Bupati Kebumen Lilis Nuryani, didampingi Sekretaris Daerah Edi Rianto beserta jajaran kepala perangkat daerah. Audiensi berlangsung di Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Bandung, Selasa (21/7/2026), dan dilanjutkan dengan pertemuan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lilis membawa aspirasi masyarakat Kebumen yang menginginkan layanan Prameks tidak lagi berhenti di Stasiun Kutoarjo, melainkan diperpanjang hingga Kebumen dan Gombong.

Menurutnya, kebutuhan mobilitas warga menuju Yogyakarta terus meningkat. Masyarakat memanfaatkan perjalanan tersebut untuk bekerja, menempuh pendidikan, berobat, hingga menjalankan aktivitas perdagangan. Selama ini, warga harus menuju Stasiun Kutoarjo terlebih dahulu untuk menggunakan Prameks, sehingga harus mengeluarkan biaya tambahan, menghabiskan waktu lebih lama, dan menghadapi kepadatan lalu lintas.

“Hari ini kami datang membawa harapan masyarakat agar layanan Prameks bisa diperpanjang hingga Stasiun Kebumen dan Gombong. Banyak anak-anak kami yang kuliah di Yogyakarta. Dengan perpanjangan rute ini, masyarakat dapat merasakan biaya transportasi yang jauh lebih murah dan membantu perekonomian keluarga,” ujar Bupati Lilis Nuryani.

Dalam audiensi tersebut, Pemkab Kebumen memaparkan sejumlah data yang menjadi dasar usulan perpanjangan rute.

Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 40 hingga 50 persen penumpang Prameks yang berangkat dari Stasiun Kutoarjo berasal dari wilayah Kabupaten Kebumen. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta komuter.

Selain dimanfaatkan oleh pekerja dan mahasiswa, layanan ini juga dinilai penting bagi pelajar, wisatawan, serta pelaku UMKM yang membawa produk unggulan Kebumen ke wilayah Yogyakarta.

Dari sisi infrastruktur, jalur kereta di wilayah Kebumen hingga Gombong dinilai telah siap karena telah menggunakan jalur ganda (double track), didukung peron tinggi, serta memiliki stasiun yang berada di lokasi strategis.

Pemkab Kebumen meyakini perpanjangan rute ini akan memberikan dampak positif terhadap akses pendidikan yang lebih terjangkau, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, pertumbuhan UMKM, hingga memperkuat sektor pariwisata, terutama setelah Kebumen ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari PT Kereta Api Indonesia maupun Kementerian Perhubungan.

Dalam audiensi di Bandung, Direktur Komersial PT KAI, Dendy Kurniawan, bersama Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi beserta jajaran direksi menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Pemkab Kebumen.

“Tentunya kami sangat apresiasi, Bu. Ibu proaktif mendatangi kami, dan terkait dengan keinginan Bupati untuk extension Prameks sampai dengan Kebumen dan Gombong, kami selaku BUMN tentu siap mendukung. Untuk teknisnya kami akan koordinasikan juga dengan Kemenhub dan DJKA,” ujar Dendy.

Sementara itu, saat menerima rombongan Pemkab Kebumen di Jakarta, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Ir. Allan Tandiono, menilai usulan tersebut cukup realistis karena didukung tingkat okupansi penumpang yang tinggi.

“Kalau saya lihat data, itu bukan hal yang sulit untuk diputuskan, segera diperpanjang. Okupansi sangat baik dan kami dukung penuh. Terkait tarif, tentu akan kami hitung dengan baik bersama KAI agar tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, DJKA mencatat masih terdapat tantangan berupa keterbatasan sarana karena tingkat okupansi Prameks pada musim liburan kerap melampaui 150 persen.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Perhubungan bersama PT KAI akan melakukan kajian teknis terkait penambahan rangkaian kereta serta evaluasi operasional hingga Stasiun Gombong.

Di akhir pertemuan, Dirjen Perkeretaapian juga menginstruksikan agar PT KAI, KAI Commuter, dan Pemkab Kebumen segera menggelar rapat teknis lanjutan untuk mempercepat proses pembahasan usulan tersebut.

Selain memperjuangkan perpanjangan rute Prameks, Pemkab Kebumen juga menyampaikan aspirasi masyarakat mengenai pembukaan kembali perlintasan sebidang Mekarsari (JPL 583) yang sebelumnya ditutup setelah terjadi kecelakaan.

Menanggapi hal itu, Dirjen Perkeretaapian meminta Pemkab Kebumen segera berkoordinasi secara resmi dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Semarang dan Daop 5 Purwokerto untuk melengkapi proses verifikasi lapangan serta memenuhi seluruh persyaratan keselamatan sesuai regulasi yang berlaku.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.