PEMBANGUNANPendidikan

Soft Launching Gedung Modular, UMNU Kebumen Bakal Hadirkan Pejabat Kemendikdasmen di Seminar Nasional

187
×

Soft Launching Gedung Modular, UMNU Kebumen Bakal Hadirkan Pejabat Kemendikdasmen di Seminar Nasional

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen atau UMNU Kebumen kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan modern berbasis teknologi. Kampus dengan tagline “Berdampak, Berkarakter, dan Mendunia” tersebut akan menggelar Seminar Nasional bertema “Pendidikan Nasional Bermutu Melalui Penguatan Profesionalisme Guru di Era Smart Society 5.0” yang dirangkaikan dengan Soft Launching Gedung Modular Modern UMNU Kebumen.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung di Aula Aswaja Centre UMNU Kebumen pada Senin, 25 Mei 2026. Seminar nasional itu akan menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D.,Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen Dr. H. Imam Satibi, serta Rais Syuriyah NU Kebumen KH. Afifuddin Chanif Al Hasani.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dimulainya era baru pengembangan sarana pendidikan di UMNU Kebumen melalui konsep kampus modular modern yang dinilai lebih cepat dibangun, efisien, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan masa depan berbasis teknologi digital.

Sebelumnya, pembangunan gedung modular itu telah didemonstrasikan langsung oleh mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UMNU Kebumen bersama tim instruktur dan perusahaan penyedia rumah modular. Puluhan komponen bangunan tampak diturunkan dari kendaraan pengangkut untuk kemudian dirakit di area kampus UMNU Kebumen di Jalan Kutoarjo, Kabupaten Kebumen.

Rektor UMNU Kebumen, Dr. H. Imam Satibi, menjelaskan bahwa konsep pembangunan modular dipilih sebagai solusi efektif untuk mempercepat pengembangan fasilitas akademik tanpa harus mengeluarkan biaya besar seperti pembangunan gedung permanen konvensional.

“UMNU Kebumen hari ini ingin menunjukkan bagaimana mahasiswa Teknik Sipil kami merakit kampus modular. Kami ingin membangun kampus yang efektif, cepat, simpel, namun tetap nyaman dan berkualitas,” ujarnya di sela pemasangan modular, Minggu (23/5/2026).

Menurutnya, bangunan modular tersebut didatangkan langsung dari China dengan konsep modern yang kini mulai banyak digunakan di berbagai daerah di Indonesia untuk kebutuhan proyek, pendidikan, hingga perkantoran.

Ia menjelaskan, proyek pembangunan itu mencakup sekitar 20 ruang berukuran 3×6 meter yang nantinya difungsikan sebagai sentral akademik dan pusat pelayanan kampus.

“Ke depan layanan akademik akan dipusatkan di sini. Ruang dosen, pengembangan riset, hingga office center akan ditempatkan di bangunan modular ini agar layanan lebih nyaman dan efektif,” jelasnya.

Selain menghadirkan konsep modern, pembangunan modular juga dinilai jauh lebih efisien dibanding konstruksi konvensional berbahan bata dan semen. Dari sisi biaya, efisiensi pembangunan disebut mencapai sekitar 30 persen, sedangkan waktu pengerjaan dapat dipercepat hingga 80 persen.

“Harga standar satu unit ukuran 3×6 sekitar Rp35 juta dan itu belum termasuk AC. Karena pembelian dalam jumlah banyak tentu lebih efisien. Dari sisi biaya bisa hemat sekitar 30 persen, sedangkan dari sisi waktu sangat signifikan, bisa lebih cepat hingga 80 persen,” ungkap Imam Satibi.

Ia menegaskan, fokus utama kampus saat ini bukan sekadar membangun gedung megah, melainkan memperkuat kualitas akademik, layanan pendidikan, teknologi informasi, serta kenyamanan mahasiswa.

“Yang paling penting bukan gedung mewah, tetapi kualitas akademik, layanan, teknologi informasi, dan kenyamanan mahasiswa,” tegasnya.

Dalam mendukung transformasi digital, UMNU Kebumen juga telah bekerja sama dengan SEVIMA guna memperkuat layanan akademik berbasis digital dan Artificial Intelligence (AI).

Selain itu, pengembangan sistem pembelajaran daring, virtual class, hingga layanan Zoom Meeting terus dilakukan untuk mendukung program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diikuti mahasiswa dari berbagai daerah bahkan lintas pulau.

“Kampus masa depan harus lebih praktis, efisien, dan berbasis teknologi karena kebutuhan akses layanan pendidikan sekarang semakin luas,” katanya.

Bangunan modular yang dikembangkan UMNU Kebumen juga memiliki berbagai keunggulan, mulai dari kedap suara, tahan panas, tahan api, hingga dapat dipindahkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan penggunaan lahan.

“Kalau suatu saat lahannya digunakan untuk kebutuhan lain, bangunan ini bisa dipindahkan lagi ke lokasi berbeda. Interiornya juga fleksibel dan bisa disesuaikan,” imbuhnya.

Untuk pembangunan sekitar 20 ruang modular tersebut, UMNU Kebumen mengalokasikan anggaran lebih dari Rp700 juta.

“Dengan 20 room ini diharapkan menjadi pusat layanan akademik UMNU Kebumen,” jelas Imam Satibi.

Sementara itu, instruktur rumah modular dari PT Pinggan Struktur Baja, Tafiq Effendi, mengatakan sistem modular memungkinkan pembangunan dilakukan jauh lebih cepat dibanding metode konvensional.

“Kalau sistem modular ini satu unit ukuran 3×6 bisa selesai dalam satu hari. Efisiensi waktunya bisa mencapai 70 sampai 80 persen,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pengerjaan proyek modular di UMNU Kebumen ditargetkan selesai dalam waktu dua hingga tiga hari sebelum nantinya dilanjutkan mahasiswa sebagai bagian dari praktik lapangan.

“Di Kebumen ini pertama kali. Di daerah lain sudah ada di Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan Aceh. Biasanya digunakan untuk proyek atau pertambangan,” katanya. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.