Pendidikan

Mahasiswa dari Tujuh Negara Belajar Kearifan Lokal di Kampung Tudung Grujugan Kebumen

×

Mahasiswa dari Tujuh Negara Belajar Kearifan Lokal di Kampung Tudung Grujugan Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kampung Tudung Grujugan, Kabupaten Kebumen, menjadi ruang belajar lintas budaya bagi mahasiswa internasional dari berbagai negara. Mereka mengikuti kegiatan Local Wisdom Tourism yang digelar melalui kolaborasi Kampung Tudung Grujugan dengan Politeknik Piksi Ganesha Indonesia, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa International Priority Scholar yang berasal dari Nigeria, Pakistan, Kenya, Afghanistan, Malawi, Rwanda, dan Kolombia. Para mahasiswa itu saat ini menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Mereka antara lain berasal dari UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Gunadarma, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Wahid Hasyim Semarang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Islam Indonesia (UII).

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda wisata. Para mahasiswa diajak berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengenal kehidupan pedesaan, tradisi, kerajinan, dan potensi pariwisata berbasis masyarakat yang berkembang di Kampung Tudung Grujugan.

Salah satu daya tarik utama adalah tradisi pembuatan tudung atau caping, kerajinan yang selama ini diwariskan secara turun-temurun. Di balik bentuknya yang sederhana, tudung menyimpan pengetahuan lokal, keterampilan, kreativitas, nilai sosial, serta peluang ekonomi bagi masyarakat.

Melalui interaksi langsung dengan warga, para mahasiswa dapat melihat bagaimana sebuah tradisi dipertahankan sekaligus dikembangkan agar tetap memiliki nilai dan relevansi di tengah perubahan zaman.

Konsep Local Wisdom Tourism dalam kegiatan ini menempatkan pariwisata bukan hanya sebagai aktivitas kunjungan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran, pertukaran budaya, penguatan identitas lokal, dan pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Kegiatan turut didampingi Desi Sugiarti, M.Pd., bersama Blandina Hendrawardani, S.E., M.M., selaku Ketua LPPM.

Blandina mengatakan, kegiatan Local Wisdom Tourism merupakan bagian dari upaya membangun hubungan antara kearifan lokal dan jejaring global.

Menurutnya, kearifan lokal tidak semestinya hanya menjadi warisan yang hidup di lingkungan masyarakat setempat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari percakapan global mengenai budaya, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pariwisata berkelanjutan.

“Kampung Tudung bukan hanya tempat untuk dikunjungi, tetapi merupakan cerita lokal yang dapat dikenal dan dipelajari oleh dunia,” ujarnya.

Ia berharap Kampung Tudung Grujugan ke depan tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi living classroom atau ruang belajar terbuka. Di tempat tersebut, mahasiswa dan wisatawan dapat mempelajari kehidupan masyarakat, budaya, kreativitas, serta proses pemberdayaan yang bertumpu pada potensi lokal.

Bagi masyarakat Kampung Tudung Grujugan, kehadiran mahasiswa dari tujuh negara juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan memperkenalkan potensi desa ke lingkungan internasional.

Pertemuan lintas budaya itu memperlihatkan bahwa tradisi yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa memiliki nilai yang dapat dipelajari, diapresiasi, dan diperkenalkan kepada masyarakat dunia.

Semangat tersebut sejalan dengan gagasan Kampung Tudung Reborn, yakni mengembangkan tradisi dan kerajinan lokal melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, digitalisasi, serta jejaring yang lebih luas.

Dengan kolaborasi dan pertukaran budaya yang terus dibangun, Kampung Tudung Grujugan berpeluang memperluas kiprahnya dari komunitas lokal menuju jejaring global tanpa kehilangan akar budaya dan identitasnya.

Kampung Tudung Grujugan: merawat tradisi, memberdayakan masyarakat, dan membawa kearifan lokal menuju dunia.


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.