Pendidikan

Gelar Seminar Nasional dan Soft Launching Kampus Modular, UMNU Kebumen Dorong Profesionalisme Guru di Era Smart Society 5.0

×

Gelar Seminar Nasional dan Soft Launching Kampus Modular, UMNU Kebumen Dorong Profesionalisme Guru di Era Smart Society 5.0

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen atau UMNU Kebumen kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan melalui Seminar Nasional bertema “Pendidikan Nasional Bermutu Melalui Penguatan Profesionalisme Guru di Era Smart Society 5.0” sekaligus Soft Launching Kampus Modular UMNU Kebumen, Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang digelar di kampus UMNU Kebumen tersebut diikuti ratusan peserta, mulai dari guru, tenaga pendidik, mahasiswa, hingga pemerhati pendidikan dari berbagai daerah, baik secara langsung maupun daring. Seminar nasional ini menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Suparto menegaskan dunia pendidikan saat ini telah memasuki era Smart Society 5.0, yakni sebuah era ketika teknologi digital, kecerdasan buatan, dan berbagai inovasi modern menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Namun demikian, menurutnya pendidikan tetap harus berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, karakter, serta budaya bangsa.

“Karena itu, peran guru menjadi sangat strategis. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga membimbing, menginspirasi, serta membentuk karakter generasi masa depan. Profesionalisme guru harus terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi, adaptasi teknologi, kreativitas pembelajaran, dan semangat belajar sepanjang hayat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus menghadirkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, mulai dari penguatan pendidikan vokasi, pendidikan inklusif, hingga layanan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja di masa depan.

Menurut Suparto, perkembangan teknologi saat ini telah memasuki hampir seluruh aspek kehidupan dan perlu dimanfaatkan secara positif dalam proses pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi.

“Di sini kita tidak antipati terhadap kemajuan teknologi dan informasi, tetapi bagaimana teknologi ini bisa dikemas melalui kompetensi guru agar teknologi mampu menguatkan tujuan pendidikan sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi tenaga pendidik di era Smart Society 5.0. Salah satunya adalah belum meratanya kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran.

“Tantangan pertama adalah technological divide. Ada guru yang sudah terampil menggunakan alat-alat canggih, tetapi masih banyak juga guru yang belum mampu menggunakan teknologi informasi secara optimal dalam konteks pembelajaran,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Suparto, perkembangan teknologi turut mengubah peran guru dalam proses belajar mengajar. Guru kini tidak lagi menjadi satu-satunya pusat pembelajaran, melainkan bertransformasi menjadi fasilitator, dinamisator, sekaligus komunikator bagi peserta didik.

Ia pun mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus menerapkan prinsip life long learning atau belajar sepanjang hayat agar mampu meningkatkan kompetensi dan menjadi agen perubahan di dunia pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Suparto turut memberikan apresiasi terhadap langkah inovatif UMNU Kebumen yang menghadirkan Kampus Modular sebagai bagian dari pengembangan sarana pendidikan modern.

“Kami percaya perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat inovasi dan pengembangan sumber daya manusia unggul. Oleh karena itu, langkah UMNU Kebumen dalam menghadirkan Kampus Modular merupakan inovasi yang patut diapresiasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Imam Satibi mengatakan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi.

“Guru tidak lagi hanya menjadi penyampai ilmu, tetapi juga menjadi fasilitator, inspirator, serta penggerak lahirnya generasi yang kreatif, inovatif, dan berkarakter. Oleh karena itu, penguatan profesionalisme guru menjadi kunci utama dalam mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu,” ujarnya.

Menurut Imam Satibi, seminar nasional tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus refleksi bersama agar dunia pendidikan mampu menjawab tantangan transformasi digital tanpa meninggalkan nilai moral, budaya, dan nilai-nilai keislaman.

Pada kesempatan yang sama, UMNU Kebumen juga melakukan soft launching Kampus Modular yang disebut menjadi salah satu pelopor penggunaan bangunan modular di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia.

“Penggunaan bangunan modular di perguruan tinggi kami menjadi yang mengawali dan mungkin pertama di Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan kampus modular dipilih karena dinilai lebih efisien dari sisi waktu maupun biaya. Bahkan, pembangunan 20 ruang belajar tersebut hanya membutuhkan waktu tiga hari.

“Ini sangat efisien dibandingkan pembangunan manual yang membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan biaya lebih besar,” jelasnya.

Selain efisien, bangunan modular tersebut juga dirancang nyaman untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Fasilitas yang tersedia antara lain kedap suara, kedap panas, tahan api, hingga pendingin ruangan.

Imam Satibi menambahkan, gedung modular tersebut nantinya akan difungsikan sebagai administration center atau pusat pelayanan administrasi di lingkungan kampus.

Kegiatan seminar nasional dan soft launching kampus modular itu menjadi salah satu langkah nyata UMNU Kebumen dalam memperkuat transformasi pendidikan berbasis teknologi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia unggul di era digital. (K24/Ilham).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.