KEBUMEN, Kebumen24.com – Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti Pendopo Kabumian, Kabupaten Kebumen, Jumat malam (6/3/2026). Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar salat Tarawih berjamaah sekaligus peringatan Nuzulul Qur’an Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah dan tokoh masyarakat.
Kegiatan diawali dengan salat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan salat Tarawih 23 rakaat yang diimami langsung oleh Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah. Momentum tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat dalam suasana Ramadan yang penuh berkah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kebumen Lilis Nuryani, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta mantan Bupati Kebumen Ir. Mohammad Yahya Fuad, SE. Selain itu, tampak pula jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen, pimpinan instansi vertikal, serta Ketua PCNU dan Ketua PD Muhammadiyah Kebumen.
Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk merefleksikan kembali peran Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam membangun masyarakat dan pemerintahan yang berakhlak.
“Al-Qur’an adalah cahaya yang mengubah peradaban dari masa kegelapan menuju cahaya ilmu dan akhlak. Saya mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk bekerja dengan hati yang bersih, melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, serta memastikan setiap kebijakan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujar Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi antara ulama dan umara demi menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif. Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan amanah yang terkandung dalam Al-Qur’an harus tercermin dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik.
“Melalui peringatan ini, mari kita buktikan bahwa Al-Qur’an tidak sekadar menjadi bacaan di mimbar, tetapi benar-benar hadir dalam sikap, perilaku, dan pelayanan kita kepada masyarakat. Dengan berpegang pada nilai iman dan akhlak, saya yakin Kebumen akan terus melangkah lebih baik, kuat, dan berdaya,” tambahnya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Hasna Huriyah Zalfa, remaja putri peraih Juara III MTQH 2025, yang menambah kekhusyukan suasana malam Ramadan di Pendopo Kabumian.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh KH Fathurrohman, S.Ag., M.Pd. Dalam ceramahnya, ia mengupas hikmah turunnya Al-Qur’an pada bulan suci Ramadan serta keutamaan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Ia juga mengingatkan bahwa puasa Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Ramadan adalah madrasah spiritual bagi umat Islam. Jika kita mampu menjaga nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, maka kita akan menjadi pribadi yang lebih baik, dan masyarakat pun akan menjadi lebih damai,” tuturnya.
Peringatan Nuzulul Qur’an di Pendopo Kabumian ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun Kebumen yang religius, harmonis, dan berkemajuan.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















