KEBUMEN, Kebumen24.com — Pemerintah Kabupaten Kebumen terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pelosok dan perbatasan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat di kawasan jauh dari pusat perkotaan tetap mendapatkan akses jalan yang layak guna menunjang aktivitas sehari-hari.
Salah satu ruas yang tengah mendapat perhatian adalah Jalan Wadasmalang–Slepi, yang menghubungkan Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, dengan Desa Kumejing, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, meninjau langsung pelaksanaan pemeliharaan berkala ruas jalan tersebut pada Rabu (12/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan infrastruktur di wilayah utara Kebumen berjalan sesuai target.
“Hari ini saya berada di ruas Jalan Wadasmalang–Slepi, salah satu ruas jalan di wilayah utara Kebumen yang cukup jauh dari pusat perkotaan. Saat ini pekerjaan pemeliharaan berkala sedang berjalan, dan progresnya sudah mencapai sekitar 64,98 persen,” ujar Lilis saat berada di lokasi.
Tahun ini, penanganan difokuskan pada pembangunan jalan beton sepanjang 530 meter dengan lebar 5 meter. Karena pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, sejumlah bagian jalan yang masih membutuhkan penanganan telah diprogramkan melalui APBD Perubahan 2026.
Menurut Lilis, keberadaan ruas tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat. Jalan tidak hanya menjadi jalur transportasi, tetapi juga menjadi akses warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, tempat kerja, hingga berbagai pusat kegiatan ekonomi.
“Kami selalu mengupayakan pembangunan infrastruktur di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota agar tidak ada masyarakat yang merasa tertinggal. Dengan akses yang semakin baik, kami berharap mobilitas meningkat, kegiatan ekonomi berkembang, dan secara bertahap dapat mengurangi kantong-kantong kemiskinan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerataan pembangunan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat, baik yang tinggal di kawasan perkotaan, pedesaan maupun wilayah terjauh.
Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan Jalan Wadasmalang–Slepi bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2026 melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai Rp1.679.673.000.
Pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender. Pelaksana proyek adalah CV Zahna Mandiri, dengan CV Adhi Jaya Consultant sebagai konsultan perencana dan CV Amanah Barokah sebagai konsultan pengawas.
Setelah meninjau Jalan Wadasmalang–Slepi, Bupati Kebumen melanjutkan agenda ke ruas Jalan Muktisari–Bocor.
Ruas jalan tersebut kini telah rampung dikerjakan dengan panjang sekitar 1,5 kilometer dan lebar 6 meter. Kondisi jalan yang lebih baik mulai dirasakan langsung masyarakat yang memanfaatkannya untuk berbagai keperluan.
Di sela peninjauan, Lilis berinteraksi dengan warga di Pasar Bedug, Desa Tanjungsari, Kecamatan Buluspesantren. Warga menyampaikan apresiasi atas perbaikan jalan yang dinilai semakin memudahkan aktivitas masyarakat.
Namun, warga juga menyampaikan harapan agar penanganan jalan dapat dilanjutkan ke arah utara, khususnya ruas yang belum tersentuh perbaikan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati memastikan sisa ruas menuju perempatan Muktisari akan dilanjutkan melalui APBD Perubahan 2026.
“Hari ini saya sudah ada di Jalan Muktisari–Bocor. Jalan ini sudah diperbaiki dengan panjang sekitar 1,5 kilometer dan lebar 6 meter. Masyarakat juga sudah menggunakannya dengan lebih nyaman,” katanya.
Lilis menjelaskan, ruas tersebut merupakan salah satu jalur penghubung penting antara Kecamatan Kebumen dan Kecamatan Buluspesantren. Selain digunakan masyarakat untuk bekerja dan beraktivitas di pasar, jalan tersebut juga menjadi akses pelajar serta jalur menuju sejumlah destinasi wisata.
“Tahun ini melalui APBD Perubahan akan diselesaikan sampai ke Jalan Nasional, tepatnya perempatan Muktisari,” imbuhnya.
Rangkaian peninjauan infrastruktur kemudian berlanjut ke ruas Jalan Pandan–Tanggulangin, Kecamatan Klirong.
Perbaikan ruas tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat setempat yang sebelumnya harus melewati kondisi jalan berlubang dan kurang nyaman.
Pembangunan jalan dilakukan sepanjang sekitar 528 meter dengan lebar 4 meter, dengan nilai kontrak mencapai Rp1.680.230.000.
Perbaikan diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus memperlancar mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun aktivitas sosial sehari-hari.
Melalui penanganan sejumlah ruas jalan tersebut, Pemkab Kebumen menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pemerataan pembangunan. Infrastruktur jalan dipandang bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga menjadi salah satu fondasi untuk membuka akses ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pemerintah daerah pun mengajak masyarakat ikut menjaga hasil pembangunan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















