KEBUMEN, Kebumen24.com – Kecamatan Sempor kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kebumen. Meski tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar kedua di kabupaten, Sempor justru menempati posisi kedua dengan tingkat kemiskinan tertinggi.
Persoalan ini mengemuka dalam kegiatan Halal Bihalal tingkat Kecamatan Sempor yang dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, di Pendopo Kecamatan Sempor, Sabtu (28/3/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, Wakil Ketua DPRD Kebumen Khalisha Adelia Aziza, jajaran Forkopimcam, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.
Selain sebagai ajang silaturahmi pasca-Idul Fitri 1447 Hijriah, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dalam percepatan pembangunan di wilayah utara Kabupaten Kebumen.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan fase penguatan sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten. Ia memastikan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat akan menjadi prioritas utama.
“Kita dorong kemajuan nyata di Sempor melalui perbaikan infrastruktur, di antaranya jalan Jatinegara–Purbowangi, Kalirejo–Kenteng, hingga pelebaran jembatan di wilayah Pondok pada ruas Pagebangan–Somagede. Ini upaya kita memperbaiki aksesibilitas dan mendukung ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Khalisha Adelia Aziza menyoroti tingginya angka kemiskinan di Sempor yang dinilai memerlukan intervensi lintas sektor. Ia juga berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat, termasuk program perlindungan perempuan dan anak melalui UPTD PPA.
Sementara itu, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi guna mengatasi persoalan lampu penerangan jalan serta titik-titik blank spot sinyal komunikasi di desa-desa terpencil, seperti Desa Donorojo.
“Kita harus kompak. Sempor punya potensi besar, namun butuh kerja ekstra agar terlepas dari belenggu kemiskinan. Saya membuka komunikasi luas bagi desa yang membutuhkan dukungan infrastruktur melalui aspirasi provinsi,” ujarnya.
Di sisi lain, Camat Sempor, Marlan, mengingatkan seluruh kepala desa dan perangkat desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia menekankan pentingnya birokrasi yang sederhana dan tidak berbelit agar masyarakat merasa terlayani dengan baik.
Dalam rangkaian acara tersebut, Bupati Lilis juga menyerahkan tali asih secara simbolis kepada empat perangkat desa yang memasuki masa purna tugas, masing-masing dari Desa Sampang, Kedungjati, Tunjungseto, dan Kalibeji.
Para perangkat desa tersebut diketahui telah mengabdi selama 20 hingga 25 tahun. Pemberian tali asih ini menjadi bentuk solidaritas dan penghargaan dari seluruh perangkat desa se-Kecamatan Sempor atas dedikasi panjang mereka dalam melayani masyarakat.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















