Pemerintahan

Dukung Program “Mageri Segoro” Jateng, Pemkab Kebumen Tanam 14.300 Bibit Pohon di Kawasan Pesisir

84
×

Dukung Program “Mageri Segoro” Jateng, Pemkab Kebumen Tanam 14.300 Bibit Pohon di Kawasan Pesisir

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Tahun 2026, Pemkab Kebumen menggelar aksi penanaman pohon serentak di kawasan Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program “Mageri Segoro” yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir melalui penanaman mangrove dan vegetasi pantai.

Aksi penghijauan di Pantai Logending terhubung secara virtual dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Pantai Tirang, Kota Semarang dan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Di Kebumen, kegiatan dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Ketua DPRD Kebumen, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII, BPDAS Serayu Opak Progo, Perhutani, Forkopimcam Ayah, TNI AL, Kelompok Tani Hutan (KTH) Pansela, mitra kerja, pegiat lingkungan, hingga para pelajar.

Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Lilis Nuryani. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengingatkan kita bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Tema tahun ini, Saatnya Bekerja untuk Iklim, harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dimulai dari lingkungan sekitar,” ujar Lilis.

Menurutnya, Kebumen memiliki kekayaan alam yang sangat beragam, mulai dari kawasan pegunungan, karst, persawahan, sungai hingga pesisir dengan garis pantai mencapai 57,5 kilometer. Bahkan, Geopark Kebumen kini telah memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.

Karena itu, Pemkab Kebumen terus memperkuat berbagai program pelestarian lingkungan melalui penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi sumber daya alam, serta pengendalian pencemaran lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.500 bibit tanaman ditanam di kawasan Pantai Logending. Bibit yang ditanam terdiri atas 1.100 batang bakau (Rhizophora), 100 batang cemara laut, 100 batang ketapang laut, serta masing-masing 50 batang kelapa genjah entog, nyamplung, mangga kioji, dan jambu deli madu.

“Penanaman ini merupakan bagian dari gerakan yang lebih besar. Sepanjang rangkaian Hari Lingkungan Hidup 2026, total 11.300 bibit mangrove akan ditanam di berbagai wilayah pesisir Kebumen,” jelas Bupati.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan 500 bibit tanaman dari Rindang Banua kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen. Setelah apel, para peserta melaksanakan penanaman pohon, aksi bersih-bersih pantai, serta penimbangan sampah yang berhasil dikumpulkan dari kawasan pesisir.

Pemkab Kebumen turut menyampaikan apresiasi kepada PT Borneo Indobara, PT Hutan Rindang Banua, dan Yayasan Yagasu yang telah berkontribusi dalam penyediaan bibit dan sarana pendukung kegiatan penghijauan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kabupaten Kebumen, Asep Nurdiana, mengatakan program “Mageri Segoro” akan terus berlanjut hingga Juli 2026.

Menurutnya, waktu pelaksanaan sengaja disesuaikan dengan masa libur sekolah agar para pelajar dapat ikut berpartisipasi dalam gerakan pelestarian lingkungan tersebut.

“Sebanyak 11.300 batang bibit mangrove siap ditanam di lima desa pesisir, yaitu Desa Jogosimo, Tanggulangin, Ayam Putih, Waluyorejo, dan Karangduwur,” kata Asep.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga oleh komitmen dalam merawat dan menjaga tanaman hingga tumbuh dengan baik.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita merawat dan menjaganya setelah ditanam. Jangan sampai program ini menjadi sia-sia karena tanaman pada masa awal pertumbuhan sangat membutuhkan perhatian dan perawatan,” tegasnya.

Sebelumnya, aksi “Mageri Segoro” juga telah dilaksanakan di Desa Lembupurwo pada akhir Mei 2026 dengan menanam 1.500 bibit mangrove. Dengan tambahan penanaman di Pantai Logending dan sejumlah desa pesisir lainnya, total bibit yang dialokasikan dalam program “Mageri Segoro” di Kabupaten Kebumen tahun ini mencapai 14.300 batang.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.