SOSIAL

Aksi Kemanusiaan PMI Kebumen: Bantu Evakuasi Jenazah di Bulan Ramadhan

660
×

Aksi Kemanusiaan PMI Kebumen: Bantu Evakuasi Jenazah di Bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen. Di tengah suasana bulan suci Ramadhan, para relawan tetap sigap memberikan layanan evakuasi jenazah secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

Seperti dalam penanganan peristiwa tragis terjadi saat dua petani memanen buah jenitri di sebuah kebun pegunungan di Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Pohon yang mereka panjat tiba-tiba tumbang, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka serius.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Sayono (56), warga Dusun Patok, RT 01 RW 02, Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng. Sementara rekannya, Yatiman (54), mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Sruweng.

Mendapat laporan dari Tim Inafis Polres Kebumen, sebanyak 6 relawan PMI Kebumen bersama 1 unit ambulans jenazah lengkap dengan peralatan evakuasi langsung menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, para relawan segera melakukan proses evakuasi terhadap korban. Setelah penanganan selesai, jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans PMI menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Seksi Pelayanan PMI Kebumen, Qosim Jamaludin, mengatakan layanan evakuasi jenazah tetap berjalan selama bulan Ramadhan sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Menurutnya, selama Ramadhan tahun ini PMI Kebumen telah beberapa kali melakukan layanan evakuasi jenazah, dan seluruhnya diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.

“Walaupun di bulan Ramadhan, kami tetap melayani kegiatan layanan jenazah. Itu gratis tanpa pungutan biaya sebagai bentuk pengembalian dana kemanusiaan dari masyarakat melalui bulan dana PMI,” ujar Qosim Jamaludin.

Ia menegaskan bahwa komitmen PMI adalah selalu hadir membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan, termasuk dalam kondisi darurat maupun saat terjadi peristiwa yang membutuhkan penanganan kemanusiaan.

Sementara itu, Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, peristiwa bermula saat kedua korban memanjat pohon jenitri untuk memanen buah di area kebun yang memiliki kontur pegunungan.

“Diduga pohon jenitri yang dipanjat korban sudah tua dan akarnya lapuk, sehingga tiba-tiba tumbang saat keduanya berada di atas pohon,” jelas Kapolres.

Berdasarkan keterangan saksi, kedua korban berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB menuju kebun yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga. Sekitar pukul 09.00 WIB, saat keduanya berada di atas pohon dengan ketinggian belasan meter, pohon tersebut mendadak roboh.

Salah seorang saksi, Seja Kuswoyo, yang saat itu sedang mencari rumput sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, mengaku mendengar suara keras seperti pohon tumbang disertai teriakan minta tolong.

Saat mendatangi sumber suara, saksi mendapati kedua korban telah terjatuh ke tanah. Sayono ditemukan dalam kondisi tidak bergerak, sementara Yatiman mengalami luka dan mengeluh kesakitan.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berdatangan membantu proses evakuasi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan pohon jenitri yang dipanjat memiliki tinggi sekitar 16 meter. Pohon tersebut diduga tumbang karena kondisi akar yang sudah lapuk dan berlubang.

Petugas juga menemukan sejumlah peralatan panen di lokasi, di antaranya tangga bambu, tali plastik, serta alat pemanen dari bambu yang biasa digunakan untuk memetik buah jenitri.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia mengalami sejumlah luka serius akibat benturan keras saat terjatuh. Sementara korban luka mengalami robek pada bagian pelipis dan kening serta patah tulang pada tangan kanan.

Petugas dari Polsek Sruweng, Tim Inafis Polres Kebumen, tenaga kesehatan Puskesmas Sruweng, unsur TNI, serta perangkat desa setempat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.