KEBUMEN, Kebumen24.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen diterjang hujan deras disertai angin kencang sejak Senin hingga Rabu (10–12 November 2025). Cuaca ekstrem itu memicu pohon tumbang, longsor, hingga rusaknya infrastruktur di berbagai kecamatan. Meski tak menimbulkan korban jiwa, kerugian material mencapai puluhan juta rupiah.
Peristiwa pertama terjadi di Dukuh Krajan, Desa Klapasawit, Kecamatan Buluspesantren, Senin malam (10/11). Dua pohon maoni tumbang menimpa tiang listrik hingga menyebabkan aliran listrik padam total.
Laporan awal disampaikan oleh warga setempat, Oki Setiawan (38), sekitar pukul 23.15 WIB. Petugas dari Polsek Buluspesantren Polres Kebumen bersama BPBD dan PLN segera turun ke lokasi.
“Kami langsung berkoordinasi dengan PLN dan BPBD untuk penanganan cepat agar warga tetap aman,” ujar Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman, Selasa (11/11).
Kapolsek Buluspesantren Iptu Walali Saebani memimpin langsung penanganan di lapangan bersama anggota dan warga yang bergotong royong menyingkirkan batang pohon dari jaringan listrik. Dua tiang listrik dilaporkan rusak berat, namun tidak ada korban jiwa.
Hingga Selasa pagi, perbaikan jaringan oleh PLN sudah dilakukan dan suplai listrik di Desa Klapasawit berangsur normal.
Di Kecamatan Sruweng, hujan deras pada Minggu malam (9/11) menyebabkan longsor di Dukuh Condong, Desa Condongcampur. Material tanah menutup jalan lingkungan dan merusak talud sepanjang 30 meter.
Polsek Sruweng bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan sisa longsoran. “Kami turun langsung bersama perangkat desa dan Babinsa agar akses warga segera terbuka,” ujar Kapolsek Sruweng AKP Mardi.
Sementara di Kecamatan Alian, tebing talud di Dukuh Pagerkemiri, Desa Krakal, longsor pada Senin malam (10/11). Talud sepanjang 17 meter ambruk dan menimpa jalan di dekat rumah warga.
Kapolsek Alian AKP Awaludin Solih bersama tim Polsek, Koramil, BPBD, dan Forkopimcam langsung turun ke lokasi. Selain membantu pembersihan, mereka juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp35 juta.
Tak berhenti di situ, longsor juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Sadang dan Rowokele pada Rabu (12/11). Di Dukuh Kalimengger, Desa Wonosari, tanah longsor menimpa rumah warga bernama Sugino. Sedangkan di Rowokele, tebing di tepi jalan Desa Giyanti ambles dan menggerus sebagian bahu jalan.
“Polres Kebumen melalui seluruh jajaran Polsek terus siaga membantu warga dan memastikan keselamatan di lokasi bencana,” kata Kompol Faris Budiman.
Pihaknya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang dan pergerakan tanah, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Kebumen.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















